Showing posts with label Physiotherapy Olahraga. Show all posts
Showing posts with label Physiotherapy Olahraga. Show all posts

Tuesday, April 21, 2015

REHABILITASI TARSAL TUNNEL SYNDROME

Pemeriksaan Tarsal Tunnel Syndrome
Pemeriksaan dan diagnosis tarsal tunnel syndrome yang paling utama adalah mengobservasi daerah pergelangan kaki dan daerah kaki yang terdampak. Inspeksi pada pergelangan kaki terhadap bentuk dan anatomy kaki biasanya akan diketemukan bentuk kaki yang overpronasi ataupun flatfoot.
Palpasi pada pergelangan kaki pasien terutama pada daerah sekitar maleolus medialis akan ditemukan nyeri maupun nyeri tekan. Tinel's Sign adalah test yang digunakan untuk mendiagnosis tarsal tunnel syndrome. Caranya sangat mudah, peralatan yang digunakan hanya hammer medic ataupun tangan terapis. Fisioterapis hanya mengetukkan hammer ataupun tangannya kedaerah dibawah ataupun didepan maleolus medialis pasien, jika pasien mengeluh nyeri seperti tertusuk paku atau jarum maka hasilnya pasien positif terdampak tarsal tunnel syndrome.

Rehabilitasi Tassal Tunnel Syndrome
Dalam kasus ini rehabilitasi difokuskan pada cara-cara dasar mengurangi nyeri dan peradangan, memperbaiki penyebab tarsal tunnel syndrome, penguluran dan latihan penguatan. Kebanyakan kasus ini tidak memerlukan operasi untuk menanganinya dan alangkah baiknya sebelum melakukan latihan-latihan ini informasikan kepada fisioterapis anda ataupun dokter yang berkompeten.

Tujuan Rehabilitasi Tarsal Tunnel Syndrome

1. Mengurangi Nyeri dan Peradangan
Istirahat dari aktivitas yang menimbulkan nyeri dan memperparah keadaan seperti lari, lompat maupun menaiki tangga wajib dilakukan. Untuk menghindari dari aktivitas tersebut anda dapat memodifikasi aktivitas yang awalnya full weight bearing menjadi partial weight bearing ataupun non weight bearing dengan menggunakan cruthces/kruk. Bagi anda para atlet anda dapat mengganti aktivitas lari atau lompat dengan bersepeda atau berenang, sehingga kebugaran anda masih terjamin dalam proses rehabilitasi ini.
Aplikasikan Cold Therapy pada daerah yang mengalami peradangan, perlu anda ingat jangan mengaplikasikan es secara langsung kekulit tetapi gunakan handuk atau kain untuk membungkus es tersebut dan letakkan pada daerah yang mengalami nyeri dan peradangan selama 15 menit.
Tahapan rehabilitasi ini berlangsung selama 48 jam bahkan lebih tergantung dari derajad keparahan nyeri dan seberapa besar anda fokus dalam masalah ini.

2. Memperbaiki Disfungsi Biomechanics
Pasien yang mengalami tarsal tunnel syndrome biasanya memiliki kaki yang overpronation (dimana bentuk kaki memutar kedalam), sehingga bila tidak diperbaiki bentuk kakinya maka pasien akan rentan terdampak lagi setelah program rehabilitasi selesai. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan pada bentuk kakinya, caranya dengan memperbaiki sepatu yang dipakainya untuk beraktivitas. Anda dapat menjumpai sepatu dengan merek tertentu mempunyai dual density mildsole pada designnya. Material yang keras dan kuat yang berada dalam sepatu tersebut dapat membantu memperbaiki bentuk kaki anda. Tetapi saran saya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mengoreksi kaki anda, maka alangkah baiknya jika anda datang ke departemen orthotic prostetic di klinik atau rumah sakit orthopedic.

3. Latihan Penguluran dan Penguatan Kaki
Latihan penguluran dan penguatan bisa dilakukan dengan catatan tidak ada nyeri hebat pada pasien, Penguluran dapat dilakukan pada otot-otot kaki bawah karena otot-otot ini berfungsi saat dorsi-fleksi kaki yang mana pada posisi ini dapat memprovokasi nyeri. Penguluran dapat dilakukan 3 kali/hari dan lakukanlah secara teratur setiap harinya.
Latihan pada otot-otot supinator pada kaki sangat membantu untuk mengurangi overpronasi pada kaki. Penguatan pada otot tibialis posterior dan penguatan pada otot-otot peroneal sangat membantu dalam kasus ini karena bisa melambatkan gerakan pronasi




Saturday, April 11, 2015

REHABILITASI UNTUK CEDERA OTOT

REHABILITASI UNTUK MUSCLE STRAIN 


Derajad -1
Hari-1
Lakukan cold therapy selam 15 menit dan ulangi setiap 2 atau 3 jam
Hari- (2-5)
Jika nyeri tidak dirasakan, lakukan penguluran pada daerah yang cedera, lakukan gentle massaage pada daerah yang cedera dan lakukan evaluasi setelahnya . lakukan penguatan otot-otot pada daerah cedera dengan catatan  latihan yang dilakukan tidak boleh menimbulkan nyeri.
Hari-6
Lanjutkan stretching,strengthening, sport massage pada daerah cedera, naikkan secara perlahan-lahan intensity dan frekuensi latihan.

Derajad-2
Hari-(1-4)
Berhentilah beraktivitas saat itu juga, aplikasikan cold therapy selama 15 menit setiap 2 atau 3jam, lakukan pembandagean pada daerah cedera dengan menggunakan compressed bandage, posisikan daerah cedera elevasi dan carilah alat bantu seperti crutches dan lainnya.
Hari ke 5-12
Start full weight bearing, lakukan penguluran pada otot-otot yang mengalami cedera secara gentle. Lakukan streetching perlahan-lahan bila sudah terasa terulur tahan selama20-30 detik kemudian relaks, lakukan latihan tersebut selama 3-5kali setiap harinya. Sport massage bisa dilakukan pada hari kelima dan lakukan gentle strengthening pada otot yang cedera.
Hari ke 13-21
Teruskan penguluran dan sport massage pada otot yang cedera, lakukan peningkatan intensitas dan frekuensi latihan penguatan otot yang cedera secara berkala. Anda bisa memulainya dengan joging ataupun bersepeda, jika otot masih berasa kaku maka lakukan heat therapy dengan menggunakan hotpack atau terapi panas lainnya. Lakukan latihan- latihan diatas hingga anda bebas nyeri, keteganggan otot dan luas linkup gerak sendi anda sama seperti sebelum cedera terjadi (full ROM).

Derajad 3
Hari ke 1-7
Segera cari pertolongan medis, aplikasikan cold therapy selama 15 menit dalam waktu 48jam pertama dari onset. Lakukan pembandagean dengan compression bandage, posisikan bagian cedera degan tehnik elevasi dan gunakan alat bantuan seperti crutches bila cedera yang terjadi pada extremitas bawah.
Hari 8-14
Carilah jasa fisioterapis untuk membantu memulihkan kondisi anda. Ultrasound tretment juga disarankan, latihan isometric atau static contraction. Gentle stretching dan strengthening.
Minggu ke3-6
Tujuan utama dalam fase ini adalah penguatan otot secara perlahan-lahan dan pasti. Lanjutkan penguluran dan sport massage.  Lakukan heat therapy sebelum melakukan aktivitas.

Thursday, April 9, 2015

ILIOTIBIAL BAND SYNDROME

Iliotibial Band Syndrome (ITB syndrome) adalah nyeri pada sisi luar lutut akibat gesekan pada iliotibial band, nyeri ini sering diidentifikasikan sebagai penyakitnya para atlet lari/runner's knee. Gejala pada iliotibial band syndrome dapat dirasakan pada sisi luar lutut tepatnya pada sisi lateral lutut pada daerah epycondilus femur/tonjolan tulang paha.
Nyeri biasanya timbul saat aktivitas berlari dimulai dan nyeri akan bertambah hebat bila aktivitas lari terus dilanjutkan. Nyeri akan berkurang bila posisi istirahat dan nyeri akan timbul kembali bila memulai aktivitas berlari. Nyeri tekan terjadi pada sisi luar lutut tepat pada daerah tonjolan paha. Biasanya pasien dengan iliotibial band syndrome mengalami kelemahan pada otot hip abductionnya dan terkadang nyeri juga dikeluhkan oleh pasien pada daerah pantat. 

Penyebab ITB Syndrome
Kebanyakan kasus iliotibial band syndrome terjadi pada pasien yang secara anatomis/alami memiliki iliotibial band yang tegang dan lebar, tetapi seorang pelari dilaporkan sangat rentan dengan syndrome ini.
Seseorang yang mempunyai kelemahan otot abduction (gluteus medius) rentan terhadap syndrome ini. Biomechanics kaki yang buruk dapat menyebabkan cedera terjadi. Seseorang yang mempunyai anatomi kaki yang datar/flatfoot akan mengakibatkan ekstremitas bawah bergerak rotasi sehingga memungkinkan timbulnya gesekan pada iliotibial band. Faktor penyebab lainnya adalah adanya perbedaan panjang kaki antara kiri dan kanan juga menjadi pencetus timbulnya syndrome ini.
Treatment
Mengistirahatkan kaki sampai pulih mutlak dilakukan untuk menurunkan peradangan. Tetap melanjutkan aktivitas berlari menambah peradangan semakin buruk, bagi para atlet agar tetap menjaga kebugaran tubuhnya dengan aktivitas seperti berenang atau bersepeda.
Cold therapay atau terapi dengan es berguna untuk menurunkan peradangan, lakukan selama 10-15 menit selama 2-3kali sehari pagi.siang, malam.
Latihan penguatan pada otot tensor fascia lata dan otot gluteus medius sangat penting untuk menurunkan faktor resiko iliotibial band syndrome.
Penggunaan miofascial release tehnik sangat efektif untuk menurunkan ketegangan dan membuat relaks jaringan.
Untuk mengurangi nyeri dan peradangan fisiotepis dapat menggunakan TENS ataupun US

Sunday, November 2, 2014

PENGULURAN PADA BAHU

Bahu adalah jenis sendi tipe ball & socket sehingga memungkinkan setiap gerakan terjadi pada sendi ini. Jika terjadi kekakuan pada sendi bahu ini maka anda akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti menyisir rambut ataupun memasang ikat pinggang.
Kekakuan pada bahu bisa terjadi disebabkan oleh banyak faktor, pasien dengan riwayat cidera bahu maka otot-otot dan tendon pada rotator cuff akan menjadi kaku. Begitupula pasien yang menjalani proses operasi bahu seperti rotator cuff repair, bisa dipastikan otot-otot rotator cuffnya menjadi kaku dan perlu dilakukan penguluran yang efektif. Selain itu pasien dengan riwayat patah tulang pada lengan atau tangan bisa juga membuat bahu menjadi kaku, hal itu disebabkan karena penggunaan arm sling dalam proses pemulihannya.
Frozen shoulder juga merupakan kondisi yang bisa menyebabkan bahu menjadi kaku, diperlukan waktu dan penanganan khusus untuk memulihkan kondisi frozen shoulder ke kondisi semula. Fisioterapis harus benar-benar fokus untuk mengembalikan kapasitas fisik dan fungsional bahu dengan menerapkan tehnik khusus untuk kasus ini, terapi latihan ataupun modality bisa digunakan sebagai penunjang untuk memepercepat proses rehabilitasi.
Mengingat begitu pentingnya bahu dalam setiap aktivitas maka jika anda mengalami kasus kekakuan pada bahu maka anda harus berbuat sesuatu untuk mengatasinya. Penguluran bahu dengan menggunakan handuk adalah latihan penguluran yang terbaik untuk mengatasi masalah kekakuan bahu. Latihannya sangat sederhana dan dapat anda lakukan dimanapun anda berada. Latihan ini sangat bagus untuk menjaga pergerakan sendi bahu dengan menjaga elastisitas otot disekitar sendi bahu anda dan latihan ini juga bisa digunakan untuk mencegah agar kekakuan tidak terjadi pada bahu anda. Caranya sangat sederhana yaitu dapat anda simak sebagai berikut :
1. Sediakan handuk panjang untuk mandi atau handuk pantai atau kain atau ikat pinggang juga bisa
2. Genggam handuk tersebut satu tangan diatas dan satu tangan dibawah (posisi berkebalikan), sebagai contoh anda ingin mengulur bahu yang kanan maka lengan kiri berada diatas sedangkan lengan kanan berada dibawah
3. Genggam erat handuk kemudian tarik handuk keatas secara perlahan-lahan sampai anda merasakan bagian samping depan bahu kanan anda terulur
4. Jika anda meraskan penguluran pada area tersebut maka tahan sampai sepuluh hitungan atau kira-kira sepuluh detik
5. Kembalikan pada posisi awal dan ulangi gerakan seperti diatas 3 kali
Penguluran ini dapat anda lakukan dimana saja dan bisa anda lakukan dua kali dalam sehari, bisa dilakukan pada pagi dan petang. Penguluran ini sangat berguna untuk menjaga pergerakan sendi bahu anda dan dapat mencegah kekakuan. Selain itu dengan penguluran teratur dapat meningkatkan luas gerak sendi.

PENGULURAN PADA OTOT PAHA BELAKANG

Otot paha belakang atau dalam dunia medis disebut sebagai otot hamstring adalah kumpulan dari beberapa otot besar yang terletak didaerah paha bagian belakang. Fungsi dari otot ini adalah untuk menekuk lutut dan meluruskan panggul (hip joint). Otot-otot ini sangat berperan penting dalam aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, berlari, melompat dan menaiki tangga, oleh sebab itu sering sekali otot-otot ini mengalami kekakuan atau ketegangan otot.
Dalam beberapa penelitian disebutkan bahwa otot-otot ini juga sangat rentan terhadap cedera otot mengingat funsinya yang penting dalam setiap aktivitas. Untuk itu penguluran yang cepat dan efektif patut kita pelajari bersama agar cedera yang terjadi dapat diminimalisasikan dengan menjaga elastisitas otot ini. Disini akan saya paparkan dua cara melakukan penguluran yang efektif untuk menjaga keelastisitasan otot paha belakang anda :

A. Penguluran Otot Hamstring Dengan Posisi Duduk
1. Duduklah dilantai dengan posisi kaki lurus kedepan
2. Jaga posisi lutut agar tetap lurus (menempel dilantai) kemudian gerakkan kedepan dan raihlah ujung jari kaki anda
3. Pertahankan posisi tersebut sampai anda merasa bahwa otot paha belakang anda terulur
4. Setelah merasa terulur tahan gerakan tersebut selama 10 detik
5. Kembali pada posisi awal
6. Ulangi gerakan seperti diatas 3 kali


B. Penguluran Otot Hamstring Dengan Posisi Berdiri
1. Berdirilah tegak
2. Tekuk anggota badan sampai menyentuh ujung jari kaki anda
3. Pertahankan lutut agar tetap lurus sampai anda merasa otot paha anda terulur
4. Tahan gerakan tersebut selama 10 detik
5. Kembalilah pada posisi tegak
6. Ulangi gerakaan tersebut selama 3 kali

C. Penguluran Otot Hamstring Dengan Partner
1. Tidur telentang dengan kedua kaki lurus
2. Angkat satu kaki keatas, sedangkan kaki lain tetap diposisi awal dan pertahankan tetap lurus.
3. Ajak teman lain mendorong kaki yang diangkat sampai anda merasa terulur.
4. Tahan gerakan tersebut sampai 10 detik.
5. Istirahat dan ganti dengan kaki lainya
6. Ulangi gerakan tersebut selama 3 kali

Friday, October 31, 2014

MENDALAMI SENDI PANGGUL ANDA

Ada sebuah pertanyaan yang harus anda jawab dalam melakukan setiap latihan pada sendi panggul (hip joint) anda, yaitu apakah anda sudah melakukan latihan untuk memperkuat otot abduktor dan otot adduktor secara maximal...? Apakah anda juga sudah melatih otot-otot rotator sendi panggul anda? Jika anda menjawab iya berarti anda sudah paham bagaimana integritas penguatan sendi panggul itu terbentuk, tetapi jika anda menjawab tidak maka artikel ini bisa memberi manfaat anda tentang sebuah integritas dan keseimbangan sendi panggul anda.
Jika anda melakukan latihan menekuk dan meluruskan panggul maka anda sedang melakukan latihan untuk grup exstensor sendi panggul (m.hamstrings) dan jika anda menekuk panggul maka anda melakukan latihan untuk group flexor sendi panggul (m. quadriceps). Padahal pada sendi panggul sendiri terdapat grup otot abduktor yang berfungsi melakukan gerakan abduksi sendi panggul dan group otot adduktor yang berfungsi melakukan gerakan adduksi sendi panggul. Otot-otot abduktor dan adduktor ini bersama-sama dengan quadriceps dan hamstring menstabilkan sendi panggul dan otot-otot tersebut menjadi penyeimbang antara anggota extremitas bawah dengan batang tubuh. Perlu anda ketahui juga bahwa ada group otot rotator juga pada sendi panggul anda yang mana otot tersebut memungkinkan sendi panggul untuk bergerak eksorotasi dan endorotasi
Sendi panggul adalah tipe ball and socket joint sehingga gerakan terbaik yang bisa dilakukan pada sendi ini terjadi apabila otot-otot pendukung disekitarnya kuat dan elastis. Untuk itu latihan yang terintegritas pada sendi panggul mutlak dilakukan baik dalam hal fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi dan rotasi. Latihan-latihan tersebut bertujuan agar kekuatan otot bertambah dan elastisitas otot-otot tersebut terjaga. Peningkatan luas gerak sendi dapat dilakukan dengan melakukan gerakan sendi sesuai dengan kapasitasnya. Dengan bantuan fisioterapist anda bisa merancang gerakan-gerakan aktive range of motion untuk meningkatkan luas gerak sendi. Berjalan, berlari atau latihan kardio dengan mesin dapat anda lakukan untuk meningkatkan kekuatan otot pada m. hamstring dan m. quadriceps. Gerakan seperti membuka dan menutup pada paha dapat meningkatkan elastisitas dan penguatan otot abduktor dan otot adduktor, sedangkan gerakan memutar kedalam (endorotasi) dan keluar (eksorotasi) berfunsi untuk kestabilan otot rotator. Jika anda melakukan rutin latihan-latihan diatas maka cedera dan tekanan yang bisa membuat sendi panggul menjadi aus bisa dicegah sedini mungkin.
Bagaimanapun juga cara yang terbaik untuk menjaga biomechanical integrity selama terjadi pergerakan pada sendi panggul adalah menjaga kekuatan dan elastisitasnya, untuk itu konsultasikan pada fisioterapi terlebih dahulu tentang latihan yang akan anda jalani, terlebih untuk pasien yang mempunyai keluhan pada sendi panggulnya

LATIHAN CORE STABILIZATION

Latihan core stabilization sangat berguna untuk pasien dengan kondisi nyeri punggung bawah kronik dan pasien dengan kelemahan otot perut setelah melahirkan. Latihan core stabilization sangat mudah anda lakukan kapan saja dan dimana saja, dengan mengontraksikan otot punggung dan otot perut bersama-sama maka anda sudah melakukan latihan penguatan otot core (core strengthening).
Latihan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri pada punggung bawah dan memperbaiki posture tubuh anda.

Dibawah ini latihan sederhana yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kekuatan otot core anda :
  1. Posisikan diri anda dilantai dengan tangan dan lutut anda menempel dilantai sebagai tumpuan dan posisikan punggung anda pada posisi netral
  2. Tanpa bergerak kontraksikan otot punggung dan otot perut secara bersama-sama dan jagalah posisi punggung anda agar tetap lurus di garis tengah punggung.
  3. Tahan gerakan ini.
  4. Perlahan-lahan angkatlah kaki kanan anda dan luruskan dan jagalah agar posisi punggung tetab stabil/lurus
  5. Tahan gerakan pada posisi ini selama 5-10 detik
  6. Kembalikan pada posisi awal  dan ulangi gerakan yang sama selama 3 kali pengulangan dengan setiap gerakan diselingi istirahat selama 3-5 detik.
  7. Lakukan gerakan tersebut pada kaki kiri.
  8. Selamat mencoba

Tuesday, October 14, 2014

FISIOTERAPI PADA DISLOKASI BAHU

Jika anda mengalami benturan keras atau cidera pada bahu, kemudian dikuti nyeri yang berkepanjangan kemungkinan anda mengalami dislokasi bahu. Dislokasi pada bahu dapat terjadi jika sendi pada bahu (ball & socket joint) terpisah yaitu bila ball terpisah dari socket maka itu dinamakan dislokasi yang sesungguhnya, tetapi bila ball keluar dari socket dan kembali lagi ketempat semula maka itu dinamakan subluksasi. Baik dislokasi dan subluksasi pada bahu kedua-duanya dapat menyebabkan kerusakan jaringan lunak disekitarnya, untuk itu segeralah ke medis untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut jika nyeri yang anda alami tidak kunjung reda.
Penyebab paling banyak dari dislokasi atau subluksasi adalah benturan yang sangat keras pada bahu baik benturan yang terjadi pada arah samping ataupun arah belakang pada saat melakukan olahraga atletik. Jatuh pada posisi tangan terulur berlebihan juga dapat menyebabkan dislokasi maupun subluksasi. Terkadang seseorang dilahirkan dengan kondisi sendi bahu yang tidak stabil/renggang sehingga membuat potensi dislokasi ataupun subluksasi menjadi lebih besar.

Penanganan Dislokasi/Subluksasi
Jika anda mengalami dislokasi maka dokter akan segera mereposisi bahu anda maksudnya dokter akan mengembalikan posisi bahu anda keposisi semula/posisi anatomis sendi bahu. Dokter akan mendiagnosa dislokasi pada bahu berdasarkan posisi bahu anda, jika pergeseran bahu kedepan maka diagnosanya adalah anterior dislokasi, jika bergesernya kebelakang maka disebut posterior dislokasi dan jika bahu anada tertarik kebawah maka diagnosanya adalah inferior dislokasi. Jika anda mengalami subluksasi maka dokter akan menjelaskan bagian mana yang terdampak mengalami kerusakan misalnya pada otot, tendon ataukah pada ligamentnya. Dokter juga akan melakukan X-ray pada kedua kondisi tersebut untuk memastikan tidak ada patah tulang/keretakan pada tulang lengan atas/humerus.
Setelah semua prosedur diatas dilaksanakan maka pasien dengan dislokasi ataupun subluksasi akan dirujuk pada fisioterapi untuk memperoleh sling/bahu support. Sling berguna untuk meminimalkan gerakan pada bahu. Fisioterapis akan memilihkan ukuran sling berdasarkan ukuran bahu anda, selain itu fisioterapis akan mengajari anda tentang penggunaan sling yang tepat baik cara dan waktunya. Fisioterapis akan mengajari anda pula tentang latihan sederhana untuk menjaga fungsi fisik dari sendi bahu anda.

Peran Fisioterapi
Dalam memberikan pelayanannya, fisioterapi akan mengevaluasi dari awal tentang riwayat dislokasi, seberapakah tingkatan nyerinya, keluhan yang anda alami bahkan riwayat penyakit penyertapun akan dievaluasi fisioterapis untuk menciptakan pelayanan yang aman.
Keluhan yang sering fisioterapis dapatkan adalah :
1. Nyeri
2. Penurunan Luas Gerak Sendi
Hal ini disebabkan karena pasien dengan dislokasi atau subluksasi yang menyebabkan kerusakan jaringan disekitar bahu diwajibkan menggunakan sling untuk proses pemulihan. Penggunaan sling ini berdampak pada ketegangan otot disekitar bahu. Penerapan latihan LGS sangat dianjurkan untuk mengembalikan fungsi sendi bahu seperti sediakala. Penguluran yang gentle juga sangat bermanfaat untuk kasus ini
3.Penurunan Kekuatan Otot
Dalam mengevaluasi kekuatan otot fisioterapis biasanya menggunakan standar MMT (manual muscle testing). Fisioterapis akan menunjukkan dilevel manakah kekuatan otot anda saat itu dengan merujuk pada kriteria yang ada pada MMT disetiap levelnya. Latihan penguatan secara bertahap sangat diperlukan untuk meningkatkan kekuatan otot, bila kekuatan otot disekitar bahu meningkat maka stabilitas sendipun akan terjaga pula. Dalam latihan ini otot-otot triceps maupun biceps juga dilibatkan agar stabilitas sendi segera terbentuk.
4. Posture Tubuh
Karena nyeri dan dislokasi yang terjadi, biasanya pasien lebih cenderung mengkompensasi gerakan yang melibatkan bahu yang dislokasi, akibatnya bila hal ini dilaksanakan terus menerus maka posisi postur tubuh akan terganggu. Latihan correct posture dapat langsung diterapkan oleh fisioterapis untuk menjaga postur tubuh. Buatkanlah design latihan yang cocok pada pasien berdasarkan kebutuhan pasien

Monday, October 13, 2014

FISIOTERAPI PADA FRACTURE PERGELANGAN KAKI

Pergelangan kaki terbentuk dari tulang tallus pada kaki, tulang tibia dan tulang fibula. Tulang-tulang tersebut menyatu (terhubung) dan bergerak bersama-sama. Sehingga bila terjadi cidera pada sendi tersebut maka nyeri akan timbul pada pergelangan kaki kita. Jika anda menduga ada kerusakan atau patah tulang pada pergelangan kaki anda, maka bersegeralah mencari bantuan medis agar kerusakan atau patah tulang yang terjadi tidak bertambah parah karna terlalu anda paksakan disaat cidera terjadi. Waspada dan berhati-hati merupakan kunci untuk meminimalisir efek yang disebabkan oleh cidera tersebut, mengingat fungsi dari sendi ini yang sangat penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Langkah Setelah Mengetahui Fracture
Setelah anda menduga bahwa ada tulang yang patah pada pergelangan kaki maka bersegeralah datang ke rumah sakit atau klinik untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Jika dalam pemeriksaan ditemukan patah tulang maka dokter akan segera meminimalisir dampak dari patah tulang tersebut. Prosedur untuk meminimalisir patah tulang dengan cara memposisikan tulang yang patah pada posisi anatomis/normalnya, supaya bila terjadi proses pemulihan/healing maka posisinya normal. Tetapi jika patah tulang yang terjadi itu rumit maka dokter akan menggunakan prosedur operasi. Prosedur ini sering dikenal sebagai ORIF (opertion reduction internal fixation) yaitu dengan memasang plate dan screw pada tulang yang patah agar posisinya sesuai anatomis.
Setelah proses meminimalisir patah tulang selesai maka pergelangan kaki akan digips/cast supaya pergelangan kaki yang patah tidak banyak bergerak agar proses pemulihan/healing proces segera terjadi. Banyak dari pasien patah tulang pergelangan kaki akan mendapatkan alat bantu berupa kruk untuk menunjang aktivitas sehari-harinya, tannyalah pada fisioterapis bagaimana cara penggunaannya apakan harus menepak ataukah tidak dan berapa persenkah berat badan yang boleh diletakkan pada pergelangan kaki yang patah. Biasanya Dokter sudah menuliskan persentase apakah harus NWB (Non Weight Bearing) ataukah PWB (Partial Weight Bearing) atau pula FWB (Full Weight Bearing). Selain itu fisioterapis akan mengajari anda berbagai latihan sederhana pada panggul dan lutut agar otot-otot pada panggul dan lutut tidak mengalami kelemahan dikarenakan patah tulang yang terjadi pada pergelangan kaki.


Peran Fisioterapi Pada Proses Rehabilitasi
Setelah waktu pembukaan gips tiba maka anda akan segera dirujuk dokter ke bagian fisioterapi, terkadang anda masih menggunakan kruk dan anda tidak mengetahui proses atau prosedur apakah yang harus anda lakukan dirumah dan dirumah sakit. Fisioterapis akan berusaha mendesign program yang tepat dan efisien berdasarkan kebutuhan anda. Dalam hal ini yang menjadi fokus atau tujuan dari fisioterapi adalah : Pola jalan, Luas gerak sendi, Pembengkakan, Nyeri, Kelemahan otot dan proses healing pada kulit bekas operasi jika melakukan procedur ORIF.
Setelah proses assesment dan evaluasi selesai biasanya fisioterapis akan memanfaatkan cold pack dan electrical stimulation untuk mengurangi nyeri dan menurunkan pembangkakan. Latihan gentle pada pergelangan kaki harus didesign sedemikian rupa untuk meningkatkan luas gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Latihan pada sendi panggul dan lutut juga harus tetap dilakukan secara bersamaan agar kelemahan otot tidak terjadi. Fisioterapis akan mengajari anda dengan tepat tentang apa yang boleh dan yang tidak diperbolehkan selama masa pemulihan. Edukasi pasien agar melakukan latihan-latihan yang telah anda ajarkan kepadanya dirumah secara teratur.
Fisioterapis akan menuntun anda untuk bisa berjalan tanpa bantuan kruk secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan anda. Untuk scar tissue yang terjadi akibat luka incisi pada saat pemasangan ORIF, fisioterapis dapat melekukan gentle massage dan mobilitation untuk meminimalisir scar tissu yang terjadi.

Wednesday, June 4, 2014

LATIHAN PADA TANGAN YANG FRACTURE

Fisioterapi Pada # Tangan

Secara anatomis banyak tulang-tulang kecil yang terdapat pada area tangan kita baik itu tulang yang berada pada pergelangan tangan maupun jari-jari tangan. Fungsinya yang sangat dominan dalam aktivitas sehari-haripun menjadikan tangan sangat rentan terhadap cedera ataupun patah tulang. Jika terjadi benturan yang kuat pada tulang maka tulang pada tangan akan mengalami keretakan atau patah tulang. Jika hal itu terjadi maka anda akan merasakan sakit, bengkak dan penurunan aktivitas sehari-hari. Untuk itu dokter akan mengimobilisasi tangan anda dengan gips agar proses healing pada tulang berjalan progress. Proses penyembuhan untuk tulang sangat berbeda antara pasien satu dengan yang lain, hal ini tergantung dari jenis patah tulangnya, sudut patah tulang ataupun masalah nutrisi yang dikonsumsi. Dokter akan memberikan appointment  X-ray untuk memonitoring proses healing anda. Jika dirasa tulang telah stabil maka dokter akan segera menyuruh anda melakukan latihan pada tangan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan luas gerak dan mengembalikan fungsinya seperti sedia kala.
Disini ada beberapa macam latihan ringan yang bisa anda lakukan dirumah untuk mengurangi kekakuan dan meningkatkan fungsi tangan, diantaranya adalah :
1. Towel wring
Latihan ini berfunsi untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot-otot tangan. Caranya ambil handuk kecil, gengam handuk tersebut dan putarlah kedepan dan kebelakang sebisa tangan anda. Lakukan sepuluh kali gerakan tersebut kemudian istirahat 15 detik lalu ulangi gerakan tersebut 2-3 kali. Jika anda tidak kesulitan melakukannya maka basahi handuk tersebut dengan air kemudian lakukan gerakan seperti diatas. Dengan dicelupkan handuk ke air berarti meningkatkan berat dari handuk sehinga dapat meningkatkan kekuatan otot tangan.
2. Wrist roll
Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan luas gerak sendi pada tangan. Caranya sangat mudah letakkan kedua siku diatas meja kemudian tangan yang sehat memegangi tangan yang sakit/ mempertahankan tangan yang sakit agar tangan yang sakit stabil. Kemudian gerakkan tangan anda memutar seperti membentuk sebuah jam. Ulangi gerakkan tersebut selama sepuluh kali kemudian istirahar 15 detik dan lakukan gerakan tersebut 2-3 kali.
3. Grasping
Setelah dimobilisasi lama karena patah tulang maka fungsi tangan untuk menggenggam sesuatu menjadi berkurang. Cara latihannya sangat mudah letakkan beberapa obyek kecil sampai obyek besar/sesuai dengan berapakah lebar tangan anda diatas meja (misalkan bola bekel sampai bola tenis) kemudian genggam erat bola tersebut dimulai dengan bola yang besar ke bola yang kecil, ulangi 10 kali  dan lakukan 2-3 kali pengulangan gerakan dengan istirahat 15 detik.
4. Prayer streetch
Latihan ini membantu meningkatkan elastisitas otot, meningkatkan luas gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Caranya sangat mudah letakan telapak tangan kanan menempel pada telapak tangan kiri, kemudian tekuk siku 90 derajad lalu dengan kekuatan yang sama dorong
kedua tangan berlawanan arah. (posisi tangan seperti budha sedang berdoa) dan relaks. Ulangi gerakan tersebut sepuluh kali dan lakukan 2-3 kali dengan istirahat pada setiap gerakan selama 15 detik.

Tuesday, June 3, 2014

LATIHAN PENGUATAN PAHA DEPAN

Wall Slides Exercise

Wall slides  adalah latihan yang efektif untuk meningkatkan otot Quadriceps/ otot paha depan yang terdiri dari 4 macam otot . Dimulai dengan sedikt repetisi kemudian tingkatkan sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan dan peningkatan otot anda. Lakukan aktivitas ini 3 kali sehari untuk mendapatkan penguatan otot quadriceps secara optimal.

Meskipun terlihat mudah, tetapi jika anda mengalami cedera pada lutut  maka latihan ini  layak diperhitungkan terutama pada proses  rehabilitasi, sehingga latihan tidak dapat dapat dilakukan begitu saja tanpa bimbingan dari dokter atau fisioterapis.
 

Bagaimana Cara Melakukan Wall Slide :
1. Berdiri tegak pada tembok, tempelkan punggung anda dan posisikan kaki sesuai dengan lebar bahu anda.
2. Perlahan-lahan tekuklah lutut anda, kemudian gerakakan punggung kebawah sampai lutut anda tertekuk 45 derajad dan tahan sampai hitungan ke5
3.. Angkat kembalai punggung anda sampai lutut anda lurus.
4. Ulangi langkah diatas 5 kali
5. Lakukan tiga kali sehari
Jika anda/pasien anda tidak mengalami kesulitan melakukannya maka tingkatkan repetisi latihan dan modifikasi wall slides dengan menggunakan satu kaki atau anda dapat menambahkan berat dengan cara meletakkan beban  ditangan. Keuntungan lain yang diperoleh dari latihan ini adalah juga dapat meningkatkan keseimbangan tubuh. Selamat mencoba dan rasakan manfaatnya.

LATIHAN AGAR SIX-PACK

Perut Yang Kotak-kotak 

Apakah tujuan utama yang anda harapkan dari sebuah olahraga? apakah anda ingin membuat tubuh anda besar dan kuat seperti body builder ataukah anda hanya ingin sebatas kencang dan lentur seperti penari balet atau anda ingin mempunyai bentuk tubuh yang proporsional seperti atlet dan sesuai standar optimal diri anda. Tentukan prioritas terlebih dahulu sebelum anda melakukan aktivitas olah raga agar hasilnya teruji dan terukur, terutama jika anda ingin mempunyai perut yang kotak-kotak atau six-pack, karena membuat perut six-pack bukan berarti anda latihan sit-up beratus-ratus kali tanpa memperhatikan pola makan anda. Jika anda melaukan latihan tersebut tanpa diuji dan diukur maka bisa diibaratkan seperti membuang waktu dan tenaga dan hasil akhir perut yang six-pack dan digemari remaja putri akan sia-sia saja.

Bagaimanakah Latihan Agar Six-pack
Kalau anda tahu, sebenarnya latihan sit-up tidak cukup untuk membuat perut anda rata. Latihan perut akan berdampak pada peningkatan kekuatan otot perut saja, khususnya jika anda memfokuskan latihan pada salah satu otot perut itu saja, baik otot perut atas/rectus abdominalis atau otot perut bawah/core strength, tanpa memperhatikan berapakah lemak yang terdapat pada tubuh kita. Misalkan saja seorang yang diketahui berlebihan berat badannya/overweight  dan ingin memiliki perut yang six-pack sangat mustahil dia akan mendapatkan six-pack itu tanpa adanya upaya pengurangan berat badannya/body fat, hal itu sama saja seperti berludah di lautan ( hasilnya tidak akan pernah terlihat). Tubuh kita tidak dapat dipaksakan menjadi bagus tanpa lemak pada bagian tertentu saja tanpa ada usaha pengurangan lemak pada keseluruhan tubuh. Jadi intinya untuk mendapatkan six-pack pada perut harus dilakukan dengan cara melatih otot perut kita dengan disertai pengurangan lemak dalam tubuh juga. Untuk mendapatkannya ada tehnik khusus yang harus kita jalani secara konsisten yaitu dengan cara :
1. Melakukan Diet Sehat
Cara untuk menurunkan lemak pada tubuh adalah dengan diet. Diet dalam hal ini bukan berarti diet ketat dengan mengharamkan makan sesuatu dan membatasinya sampai kita tersiksa. Menurut aboutcom's weightloss dengan memakan makanan yang ringan beberapakali akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lebih kalori. Makanlah makanan yang mengandung sedikit kalori dengan mengawasi ukuran porsi makanan dan meyakinkan bahwa sesuatu yang masuk dalam mulut kita lebih sedikit daripada yang kita bakar. Makanan yang rendah kalori adalah makanan yang memiliki serat tinggi, pastikan bahwa makanan yang akan kita makan harus seimbang yaitu karbohidrat (50-60%), protein (20-30%), dan lemak (20-30%).
Minum Air Yang Banyak. Kadang-kadang lapar disebabkan karena konsumsi air yang kurang.
2. Olahraga yang Teratur
Setelah melakukan pengukuran terhadap lemak tubuh dan mendapatkan penurunan body fat maka segeralah olahraga yang rutin. Jika anda melakukan diet tanpa olahraga maka tubuh anda akan mengalami fase plateu dimana terjadi peningkatan metabolisme tubuh yang tidak terkontrol dan berdampak buruk pada tubuh kita. Fase ini akan hilang dengan adanya latihan yang teratur karena adanya pembentukan massa otot. Latihan yang harus dilakukan adalah, latihan cardio dalam seminggu minimal 3-5 kali dengan waktu 30-45 menit sesuaikan dengan target heart rate yang dicapai dalam guidline yang tertera pada alat treadmill atau sepeda anda.
3. Latihan Pada perut
Latihan perut sederhana adalah sit-up, anda dapat memodifikasi sit-up dengan menggunakan bola atau alat berat (sesuaikan dengan kemampuan anda dan jangan dipaksakan). Latihan dapat dimulai dengan yang ringan dan terus ditingkatkan sesuai intensitas, durasi dan repetisi, masing-masing orang mempunyai karakteristik berbeda-beda. Fisioterapis atau personal trainer dapat mendesign program latihan ini dengan benar dan tepat sesuai kebutuhan anda. Beberapa contoh latihan perut adalah Metode Plank (plank,sideplank, modified plank dsb), alternating sit-up, medicine ball, raised leg crunch dan masih banyak metode-metode yang diajarkan fisioetrapis atau personal trainer anda.
4. Penguluran
Penguluran ini penting untuk menghindari cedera dalam latihan dan berguna juga untuk meningkatkan elastisitas otot pada tubuh kita. Jangan lupa melakukan pemanasan/warm ups sebelum olahraga dan pendinginan/cool-downs setelah olahraga



Wednesday, December 12, 2012

PLANTAR FACITIS PADA KAKI

PLANTAR FACITIS
Dari : Jowir

Plantar facitis merupakan penyebab utama yang paling umum terjadi pada nyeri tumit, facia ini terkadang terluka atau meradang tanpa diketahui penyebabnya, tetapi pelari sering mengeluh terkena plantar facitis. Seseorang yang mempunyai kaki dengan biomekanik yang buruk (flat foot) juga sering terdampak plantar facitis. Nyeri saat berjalan pada telapak kaki terkadang sampai pembengkakan sering dikeluhkan pasien dengan plantar facitis. Terkadang plantar facitis yang akut menyebabkan pasien kesulitan untuk berjalan/pincang dan dibutuhkan alat bantu seperti orthotik dan tongkat agar bisa berjalan dengan baik. Jenis dari plantar facitis dapat disebabkan oleh dua metode ini kalau tidak traction/penguluran ya mungkin karena compression/tekanan. Jenis plantar facitis compression ini kebanyakan disebabkan oleh trauma/benturan, keluhan nyeri lebih dominan pada area lengkungan kaki dibandingkan pada tumit, dan penggunaan heel cup/cussion sangat membantu mengurangi nyeri. Sedangkan pada palantar facitis jenis traction ini, nyeri karena plantar facitis tidak hilang dengan pemakaian heel cup/cussion, tetapi pasien dianjurkan menggunakan taping atau menggunakan alat bantu yang spesial untuk plantar facitis atau juga soft orthotic.

Cara Mendiagnosa Plantar Faciitis
Fisioterapis dapat menanyakan pada pasien tentang kapan nyeri pada tumit timbul, biasanya pasien akan mengeluh nyeri pada pagi hari ketika bangun tidur, nyeri bertambah bila pasien melangkahkan kaki dan nyeri akan berkurang jika kaki terus dipaksakan berjalan. Fisioterapis juga dapat melakukan palpasi/perabaan dengan disertai sedikit penekanan di telapak kaki pasien, jika pasien mengeluh nyeri pada daerah tumit atau lebih tepat pada area facia maka dipastikan pasien terkena plantar facitis. Selain itu fisioterapis dapat memprovokasi nyeri dengan menyuruh pasien berdiri bertumpu pada tumitnya/active toe raise dan gerakan passive dorsi fleksi yang disertai penguluran. Untuk memastikan diagnosa apakah itu plantar facitis atau nyeri rujukan, fisioterapis dituntut pula untuk memeriksa area ekstremitas bawah (paha dan betis) dan tulang belakang juga. 
Untuk menunjang diagnosa plantar facitis, pasien dianjurkan untuk melakukan X-ray atau MRI supaya lebih jelas dan mantap

Peran Fisioterapi
Fisioterapis sangat membantu dalam program pemulihan anda, berikut ini beberapa program yang dilakukan fisioterapi :
1. Menurunkan Nyeri, dengan pemanfaatan elektroterapi atau ice pack, pemijatan dan penguluran yang tepatguna.
2. Taping
3. Pemasangan heel cup/cussion atau dapat bekerjasama dengan OT dengan pembuatan bantalan sepatu khusus, koreksi arc kaki (pemasangan splint) dsb.
4. Edukasi pada pasien tentang aktivitas yang dapat menimbulkan dan mengurangi nyeri
5. Pada kasus tertentu ultrasound dengan frekuensi 3 mhz intensity 1,5 w/cm2 waktu 4 menit dilaporkan dapat mengurangi nyeri pasien.

Thursday, December 6, 2012

CHONDROMALACIA PADA LUTUT

CHONDROMALACIA PATELLA
Dari : Jowir

Pendahuluan
Chondromalacia bukanlah produk atau makanan yang berasal dari tetangga jiran (malaysia) tetapi chondromalacia adalah kelainan tulang rawan/soft cartilage yang berada dibawah permukaan tulang tempurung/patella. Chondromalacia juga bisa dikatakan sebagai hasil iritasi yang terjadi pada bagian permukaan bawah tulang tempurung karena adanya tulang rawan lunak yang menyelimuti permukaan bawah tulang tempurung tersebut. Umumnya tulang rawan tersebut meluncur dengan mudah melewati lutut pada saat posisi lutut menekuk, tetapi karena adanya kelainan ini maka tempurung lutut bergesekan dengan salah satu sendi lutut dan hal itu menyebabkan tulang rawan teriritasi dan dampaknya lutut menjadi sakit.
Anak muda yang gemar berolahraga kadang bisa terkena condromalacia ini, dalam hal ini olahraga seperti sepak bola, petenis, pesenam, pelari juga dilaporkan bisa menyebabkan kelainan ini. Orang yang tidak gemar berolahraga tetapi sering melakukan aktivitas naik-turun tangga dirumahnya juga dilaporkan terdampak kelainan ini juga.

Penyebab
Kondisi ini sering dikaitkan dengan benturan langsung yang terjadi pada permukaan patella dan gesekan antara patella dengan tulang paha (femur) saat lutut ditekuk.
Penyebab lain dari chondromalacia ini sering dikaitkan dengan :
1. Kelainan struktur/bentuk dari sendi lutut sendiri.
2. Kelemahan otot pada area tengah yaitu pada m.vastus medialis
3. Structur bentuk kaki yang overpronasi.
4. kelemahan otot lateral hip rotator.

Fisioterapi
Tetapi bagi anda yang mengalami kondisi tersebut dalam hal ini chondromalacia, jangan terlalu khawatir karena fisioterpis anda siap membantu mengatasinya, dalam hal ini fisioterapis dapat memberikan treatment berupa :
1. Pengaplikasian TENS atau interferensi untuk mengurangi nyeri.
2. Pengaplikasian ultrasound
3. Penguatan otot
4. Static contraction sendi lutut.
5. Edukasi pada pasien tentang alat bantu yang dipakai pasien.
Dalam melakukan treatment harus disesuaikan dengan kondisi yang ada/yang ditemukan pada pemeriksaan dan apa yang menjadi kebutuhan pasien. 

PEMBENGKAKAN PADA LUTUT

KNEE BURSITIS (PATELLAR BURSITIS)
Dari : Jowir

Bursa adalah kantung tipis yang berisi cairan pelumas alami yang dihasilkan tubuh dan terletak diatas tempurung lutut. Fungsi dari bursa ini memungkinkan beberapa jaringan yang berbeda seperti otot, tendon dan kulit bergerak tanpa ada hambatan.
Bentuk dari bursa sendiri sebenarnya sangat tipis tetapi jika terjadi peradangan/bursitis maka ukuran bursa akan menjadi besar karena rongga/kantung tersebut meradang dan teriritasi. Peradangan pada bursa umumnya disebabkan karena benturan/trauma atau terjadinya kerobekan pada kulit atau juga bisa karena luka tusuk, jika dibiarkan bursa yang meradang akan terinfeksi dan pengobatan untuk melawannya dengan pemberian antibiotik.
Bursitis pada lutut paling umum terjadi pada bagian prepatelar bursitis dan ini sering disebut "Housemaid's Knee", kenapa disebut housemaid's/pembantu knee karena seorang yang berprofesi pembantu sering berjalan/melakukan aktivitas menggunakan lututnya/ kneeling position (bahasa jawa mbrangkang).

Tanda dan Gejala
Tanda dari bursitis pada lutut ini dapat diamati sebagai berikut :
1. Adanya pembengkakan pada area tempurung lutut.
2. Keterbatasan gerak dalam menekuk dan meluruskan lutut
3. Nyeri jika lutut digerakkan
Nyeri yang terjadi akan lebih meningkat jika berjalan dengan menggunakan lutut (kneeling position) dan nyeri akan berkurang pada posisi duduk biasa. Untuk itu pasien akan merasa nyaman bila posisi lutut dalam keadaan istirahat atau tanpa bebanan.

Cara Mendiagnosa Bursitis Lutut
Fisioterapis akan memeriksa lebih lanjut dengan bertanya kepada pasien tentang riwayat cedera (apa, bagaimana, kapan, dimana dsb). Dengan melihat langsung letak pembengkakan yang ada dan adanya nyeri tekan pada area prepatelar bursa maka sudah bisa dipastikan kalo pasien menderita Knee Bursitis.

Cara Mencegah
Cara yang terbaik untuk menghindari bursitis pada lutut adalah menjaga elastisitas otot-otot pada paha baik otot bagian depan/m.quadricep's atau otot bagian belakang/m.hamstring. Selain itu hindari kneeling position/gerakan yang menumpu langsung pada lutut. Jika anda berprofesi sebagai tukang kebun/tukang karpet/pembantu rumah tangga yang sering menumpu langsung pada lutut untuk aktivitasnya, alangkah baiknya tiap 1-2 jam anda melakukan penguluran pada otot-otot paha anda dan sesampai dirumah kompres lutut anda dengan esbatu selama 15-20 menit.

Wednesday, December 5, 2012

PAHA DEPAN YANG NYERI

QUADRICEPS MUSCLE STRAIN
Dari : Jowir


Quadriceps adalah kumpulan dari empat otot besar yang terletak dipaha depan dan berfungsi untuk meluruskan lutut dan menekuk hip (panggul). Otot quadriceps terdiri dari m.vastus medialis, m.vastus lateralis, m.vastus intermedius dan m.rectus femoris. Otot quadriceps ini sangat berguna untuk menstabilkan sendi lutut terutama dalam beraktivitas sehari-hari. Cedera dapat terjadi pada semua otot quadriceps tetapi m.rectus femoris adalah otot yang sering mengalami cedera selama beraktivitas/olahraga. Cedera pada otot quadriceps dapat dikategorikan menjadi tiga yaitu (mild : 1, moderate : 2, severe : 3). Pengetahuan tentang derajad cedera ini sangat penting untuk fisioterapi karena sebagai acuan treatment yang akan diberikan pada pasien. Sehingga treatment lebih efektif dan efisien.

Tanda dan Gejala
Untuk tanda dan gejala pada cedera ini sangat tergantung dari derajad cedera yang dialami misalkan untuk derajad 1 pasien hanya merasakan nyeri tetapi tdk mengganggu aktivitas sehari-hari, pembengkakan yang nyaris tidak ada dan lain-lainya..(untuk lengkapnya anda bisa baca dipostingan saya sebelumnya tentang derajad cedera).
Yang paling penting disini adalah Fisioterapi mampu melihat tanda dan gejala yang ada sebagai dasar treatment yang akan diberikan pada pasien.


Fisioterapi
Peran fisioterapi dalam hal ini sangat dibutuhkan terutama dalam hal :
1. Menentukan derajad cedera dari tanda dan gejala yang timbul pada pasien 
2. Mengurangi nyeri sebagai efek strain m. quadriceps (TENS & Interferensi)
3. Mengaplikasikan RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation)
4. Mengedukasi pasien tentang penggunaan kruk/cruches/alat bantu bila dibutuhkan.


NYERI PAHA BELAKANG

HAMSTRING INJURY
Dari : Jowir

Hamstring/otot paha belakang adalah kumpulan dari empat otot yang membentang panjang dari bagian pinggul sampai belakang lutut. Otot itu adalah m.semitendinosus, m.semimembranosus, m.bicep femoris (serabut panjang) dan m. bicep femoris (serabut pendek). Fungsi utama dari otot ini untuk sendi lutut adalah menekuk lutut. Cedera ini biasanya terjadi pada aktivitas olahraga yang membutuhkan kecepatan tinggi dan aktivitas menendang, misalnya sepakbola,martial art dan lari. Karakteristik dari nyeri ini adalah tiba-tiba terjadi dan langsung timbul nyeri, selain itu nyeri juga timbul pada saat mau meluruskan lutut (nyeri dikisaran 30-40 derajad). Rasa nyeripun berbeda-beda berdasarkan derajad cedera yang terjadi (mild : 1, moderate : 2, severe : 3).

Penyebab Hamstring Injury
Penyebab dari cedera ini sangat bermacam-macam tetapi dari analisa yang ada dapat kita ketahui sebagai berikut :
1. Elastisitas otot hamstring yang jelek
2. Menurunnya kekeuatan otot hamstring
3. Ketidakseimbangan otot paha depan (quadricep's) dan paha belakang (hamstring)
4. Ketidakseimbangan otot pantat (gluteal) dan grup otot perut bawah 
5. Penggunaan otot paha belakang yang berlebihan
6. Kelelahan otot paha belakang
7. Pemanasan otot yang kurang
8. Pernah cedera otot paha belakang sebelumnya

Fisioterapi
dalam penanganan cedera akut otot paha belakang, fisioterapi dapat melakukan hal dibawah ini :
1. Pengapilkasian RICE (Rest, Ice, Compresion dan Elevation)
2. Asesment dan Evaluasi
3. Edukasi pasien tentang apa yang diperbolehkan dan yang dilarang berdasarkan tipe cedera.



CEDERA PADA MENISCUS SENDI LUTUT

KNEE MENISCUS INJURY
Dari : Jowir

Knee Meniscus/Bantalan Sendi Lutut
Meniscus adalah bangunan fibrocartilago yang memisahkan antara tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia). Berdasarkan anatomy letaknya meniscus pada sendi lutut dibagi menjadi dua yaitu medial meniscus (letaknya berada didalam) dan lateral meniscus (letaknya diluar). Bentuk dari meniscus ini sangat unik yaitu seperti ginjal dengan posisi yang terjepit. Fungsi utama dari meniscus adalah peredam getaran/shock absorber dimana tekanan yang dihasilkan disaat kita jalan, berlari dan melompat sangat berbeda. Jadi meniscus membantu meredam tekanan yg dihasilkan saat aktivitas tersebut dan dampaknya kerusakan pada permukaan sendi diminimalisirkan. Jumlah tekanan yang dihasilkan saat beraktivitas meningkat tajam dari kita berjalan, berlari dan melompat, disini meniscus berusaha meredam tekanan dan menyebarkannya sehingga tekanan yang dihasilkan pada sendi tidak terjadi pada satu point saja, sehingga permukaan sendi lutut tidak rusak dengan mudah.
Bagaimana Cedera Meniscus Terjadi
Pada usia muda cedera meniscus pada sendi lutut biasanya terjadi pada aktivitas olahraga dimana posisi lutut terpelintir dan sedikit menekuk. Cedera ini bisa terjadi pada sebelah laertal/medial meniscus atau pada tanduk anterior/posterior dll. Pada lansia cedera meniscuspun juga bisa terjadi, hal ini dikarenakan adanya prosese degenerasi/arthritis pada sendi lutut. Dalam kasus ini biasanya dilakukan operasi untuk memperbaiki meniscus dan permukaan sendi lutut. operasi yang sering dilakukan adalah arthroscopy. Dibandingkan dengan yang lainnya operasi meniscus ini lebih kompleks.

Apakah Cedera Meniscus Bisa Sembuh
Seperti kita ketahui Asupan makanan/darah pada meniscus ini sangat terbatas, meniscus mendapatkan makanannya dari darah dan cairan synovial yang ada dikapsul sendi. Perlu diketahui juga bahwasanya meniscus dibagi menjadi dua area berdasarkan cara penyembuhannya, dalam dunia medis disebut RED zone dan White zone. Pada red zone terdapat aliran darah yang mensuplay makannan sedangkan white zone tidak ada, jadi meniscus pada white zone tidak bisa sembuh secara alami (harus operasi).

Fisioterapi
Cedera meniscus ringan atau cedera meniscus pada red zone insyaallah dapat segera pulih dengan cepat dengan bantuan fisioterapi. Fungsi utama dari meniscus adalah shock absorber dan fungsi ini terbantukan dengan adanya otot-otot sekitar sendi yang membantu manstabilkan gerakan sendi. Penelitian membuktikan tekanan pada sendi lutut akan berkurang dengan adanya peningkatan kekuatan otot serta otot yang kuat pada sendi lutut akan menstabilkan pergerakan sendi itu juga.

Fisioterapi Berperan Dalam Hal 
1. Menurunkan nyeri
2. Meningkatkan Luas Gerak Sendi
3 .Meningkatkan kekuatan otot depan (quadriceps) dan otot belakang (hamstring)
4. Meningkatkan kekuatan otot Ekstermitas bawah ( hip,calve, pelvis)
5. Meningkatkan propioceptor dan keseimbangan serta memaksimalkan aktivitas ADL
6. Menghindari cedera yang sama terjadi.



Tuesday, November 27, 2012

NYERI PADA LIGAMENT LUTUT

ACL TEAR/ACL INJURY
Dari : Jowir

Apa Itu ACL?
ACL (Anterior Crusiatum Ligament) adalah salah satu ligament pada sendi lutut yang sering bermasalah pada para pemain olahraga yang  menggunakan kaki sebagai tumpuan utama dalam permainannya, contohnya sepak bola,basket, taekwondo dan lain-lain. ACL bersama dengan tiga ligament lainnya sangat berperan dalam menstabilkan sendi lutut, ketiga ligament itu adalah PCL (Posterior Crusiatum Ligament), MCL (Medial Colateral Ligament) dan LCL (Lateral Colateral Ligament). Fungsi khusus dari ligament ACL adalah mencegah tibia/tulang kering bergerak kedepan disaat berjalan. ACL tear sering terjadi pada penggunaan sendi lutut yang terlalu berlebihan yang menyebabkan sendi lutut terpelintir sementar kaki berada ditanah pada posisi mendarat.

Tanda ACL Tear:
1. Pada waktu cedera anda seperti mendengar suara "teg/kreg" pada sendi lutut
2. Pada cedera akut ACL akan terjadi nyeri hebat dan diikuti pembengkakan
3. Anda akan kesulitan dalam meluruskan dan menekuk lutut,seperti ada tahanan pada sendi anda
4. Pada pemeriksaan anterior drawer test dan lachman test hasilnya positif (Fisioterapi atau dokter)

Tindakan:
1. Hentikan permainan saat itu juga
2. Lakukan Rice (Rest/istirahat, Ice/kompres dengan es selama 15 ment, Compression/balut dengan bandage, Elevation/posisikan kaki lebih tinggi dari jantung anda.
3 Hubungi dokter segera.

Fisioterapi :
1. Assesment lebih lanjut tentang ACL
2. Aplikasi modality (TENS or interferensial) untuk menurunkan nyeri
3.Mengajarkan Static contraction pada sendi lutut.

Untuk memastikan berapa besar atau persentase kerusakan ligament pasien dianjurkan untuk melakukan MRI scan, dan konsultasikan hasil scan tersebut dengan dokter othopedic sehingga keputusan untuk operasi atau tidak operasi pada ligament anda jelas.

Sunday, May 27, 2012

LATIHAN POST ARTHROSCOPY SENDI LUTUT


Pada operasi arthroscopy sendi lutut ini, fisioterapis dituntut menggunakan metode progress untuk mengembalikan aktivitas pasien seperti semula. Pasien dianjurkan melakukan dua kali latihan dalam setiap harinya, waktu tepat yang dipilih yaitu pagi dan sore hari. Dianjurkan pula untuk menggunakan kompres es/ice pack selama 15 menit setelah melakukan latihan- latihan pada sendi lutut. Latihan pada OPD (Out Patient Discharge) diberikan 3 hari setelah operasi. Disini peran fisioterapis sangat dibutuhkan oleh pasien terutama dalam penanganan nyeri, pengurangan bengkak dan penambahan luas gerak sendi. Pemeriksaan dan evaluasi harus tepat untuk tujuan terapi yang progress, edukasi pada pasien tentang transfer dan ambulasi juga penting (terutama penggunaan alat bantu/kruk) karena menyangkut aktivitas keseharian pasien/ADL. Setelah jahitan dibuka kira-kira 14 hari post operasi, fisioterapis dapat menambahkan latihan full ROM (fleksion dan ekstension) dan menggabungkanya dengan static bycicle. Latihan di air/hidrotherapy sangat dianjurkan untuk percepatan pemulihan juga. Latihan keseimbangan yang bertahap diberikan 4 minggu setelah operasi.

Berikut ini beberapa latihan yang dapat dilakukan pasien di rumah :

1. Static Contraction

a. Posisi : Tidur telantang, relaks dan pikiran terfokus pada sendi lutut
b. Gerakan : Mengkontraksikan otot paha depan (quadriceps) tanpa ada perubahan gerakan kemudian tahan sampai 5 detik kemudian relaks
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapis : Mengecek kontraksi dengan cara inspeksi dan palpasi. Gerakan dikatakan benar bila terjadi pergerakan patella.



2. Straight Leg Raising
a. Posisi : Tidur telentang dan relaks
b. Gerakan : Mengangkat kaki (posisi ekstremitas bawah lurus) sampai 45 derajad kemudian tahan sampai 5 detik terus relaks
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapis : Mengecek gerakan yang terjadi apakah tepat pada posisi 45 derajad atau tidak dan membenarkan posisi kaki agar kontraksi optimal.



3. Wall Slide
a. Posisi : Berdiri dan menempel pada tembok
b. Gerakan : Menekuk dan meluruskan lutut (fleksi dan ekstensi).
c. Intensitas : Gerakan tersebut diulang sampai 15 kali
d. Fisioterapis: Inspeksi dan assesment gerakan yg terjadi.


4. Abduksi Hip
 a. Posisi : Tidur menyamping (side lying)
b. Gerakan : Mengangkat paha kesamping kemudian tahan gerakan tersebut selama 5 detik kemudian relaks kembali.
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapi : Inspeksi terhadap gerakan dan posisi gerakan.



5. Adduksi Hip
a. Posisi : Berkebalikan dengan posisi abbduksi
b. Gerakan : Angkat paha kesamping dalam dan tahan selama 5 detik kemudian ke posisi awal
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapist : inspeksi terhadap posisi pasien dan gerakan yang terjadi.


6. Ekstensi Hip
a. Posisi : Tidur tengkurap dan relaks
b. Gerakan : Mengangkat paha keatas (posisi ekstremitas bawah lurus)
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapist : Inspeksi terhadap posisi pasien dan gerakan yang terjadi
Catatan semua gerakan tersebut dilakukan dengan posisi kaki dorsi fleksi kecuali pada gerakan wall-slide.