Showing posts with label Regio Knee. Show all posts
Showing posts with label Regio Knee. Show all posts

Saturday, April 11, 2015

REHABILITASI UNTUK CEDERA OTOT

REHABILITASI UNTUK MUSCLE STRAIN 


Derajad -1
Hari-1
Lakukan cold therapy selam 15 menit dan ulangi setiap 2 atau 3 jam
Hari- (2-5)
Jika nyeri tidak dirasakan, lakukan penguluran pada daerah yang cedera, lakukan gentle massaage pada daerah yang cedera dan lakukan evaluasi setelahnya . lakukan penguatan otot-otot pada daerah cedera dengan catatan  latihan yang dilakukan tidak boleh menimbulkan nyeri.
Hari-6
Lanjutkan stretching,strengthening, sport massage pada daerah cedera, naikkan secara perlahan-lahan intensity dan frekuensi latihan.

Derajad-2
Hari-(1-4)
Berhentilah beraktivitas saat itu juga, aplikasikan cold therapy selama 15 menit setiap 2 atau 3jam, lakukan pembandagean pada daerah cedera dengan menggunakan compressed bandage, posisikan daerah cedera elevasi dan carilah alat bantu seperti crutches dan lainnya.
Hari ke 5-12
Start full weight bearing, lakukan penguluran pada otot-otot yang mengalami cedera secara gentle. Lakukan streetching perlahan-lahan bila sudah terasa terulur tahan selama20-30 detik kemudian relaks, lakukan latihan tersebut selama 3-5kali setiap harinya. Sport massage bisa dilakukan pada hari kelima dan lakukan gentle strengthening pada otot yang cedera.
Hari ke 13-21
Teruskan penguluran dan sport massage pada otot yang cedera, lakukan peningkatan intensitas dan frekuensi latihan penguatan otot yang cedera secara berkala. Anda bisa memulainya dengan joging ataupun bersepeda, jika otot masih berasa kaku maka lakukan heat therapy dengan menggunakan hotpack atau terapi panas lainnya. Lakukan latihan- latihan diatas hingga anda bebas nyeri, keteganggan otot dan luas linkup gerak sendi anda sama seperti sebelum cedera terjadi (full ROM).

Derajad 3
Hari ke 1-7
Segera cari pertolongan medis, aplikasikan cold therapy selama 15 menit dalam waktu 48jam pertama dari onset. Lakukan pembandagean dengan compression bandage, posisikan bagian cedera degan tehnik elevasi dan gunakan alat bantuan seperti crutches bila cedera yang terjadi pada extremitas bawah.
Hari 8-14
Carilah jasa fisioterapis untuk membantu memulihkan kondisi anda. Ultrasound tretment juga disarankan, latihan isometric atau static contraction. Gentle stretching dan strengthening.
Minggu ke3-6
Tujuan utama dalam fase ini adalah penguatan otot secara perlahan-lahan dan pasti. Lanjutkan penguluran dan sport massage.  Lakukan heat therapy sebelum melakukan aktivitas.

Thursday, April 9, 2015

ILIOTIBIAL BAND SYNDROME

Iliotibial Band Syndrome (ITB syndrome) adalah nyeri pada sisi luar lutut akibat gesekan pada iliotibial band, nyeri ini sering diidentifikasikan sebagai penyakitnya para atlet lari/runner's knee. Gejala pada iliotibial band syndrome dapat dirasakan pada sisi luar lutut tepatnya pada sisi lateral lutut pada daerah epycondilus femur/tonjolan tulang paha.
Nyeri biasanya timbul saat aktivitas berlari dimulai dan nyeri akan bertambah hebat bila aktivitas lari terus dilanjutkan. Nyeri akan berkurang bila posisi istirahat dan nyeri akan timbul kembali bila memulai aktivitas berlari. Nyeri tekan terjadi pada sisi luar lutut tepat pada daerah tonjolan paha. Biasanya pasien dengan iliotibial band syndrome mengalami kelemahan pada otot hip abductionnya dan terkadang nyeri juga dikeluhkan oleh pasien pada daerah pantat. 

Penyebab ITB Syndrome
Kebanyakan kasus iliotibial band syndrome terjadi pada pasien yang secara anatomis/alami memiliki iliotibial band yang tegang dan lebar, tetapi seorang pelari dilaporkan sangat rentan dengan syndrome ini.
Seseorang yang mempunyai kelemahan otot abduction (gluteus medius) rentan terhadap syndrome ini. Biomechanics kaki yang buruk dapat menyebabkan cedera terjadi. Seseorang yang mempunyai anatomi kaki yang datar/flatfoot akan mengakibatkan ekstremitas bawah bergerak rotasi sehingga memungkinkan timbulnya gesekan pada iliotibial band. Faktor penyebab lainnya adalah adanya perbedaan panjang kaki antara kiri dan kanan juga menjadi pencetus timbulnya syndrome ini.
Treatment
Mengistirahatkan kaki sampai pulih mutlak dilakukan untuk menurunkan peradangan. Tetap melanjutkan aktivitas berlari menambah peradangan semakin buruk, bagi para atlet agar tetap menjaga kebugaran tubuhnya dengan aktivitas seperti berenang atau bersepeda.
Cold therapay atau terapi dengan es berguna untuk menurunkan peradangan, lakukan selama 10-15 menit selama 2-3kali sehari pagi.siang, malam.
Latihan penguatan pada otot tensor fascia lata dan otot gluteus medius sangat penting untuk menurunkan faktor resiko iliotibial band syndrome.
Penggunaan miofascial release tehnik sangat efektif untuk menurunkan ketegangan dan membuat relaks jaringan.
Untuk mengurangi nyeri dan peradangan fisiotepis dapat menggunakan TENS ataupun US

5 TIPS UNTUK MENGURANGI NYERI PADA LUTUT

5 TIPS UNTUK MENGURANGI NYERI PADA LUTUT


Nyeri  pada lutut mungkin pernah dialami hampir pada semua orang dan penyebabnyapun bermacam-macam bisa berasal dari ketegangan otot, keseleo, cedera tendon atau ligament maupun peradangan sendi/arthritis. Dari semua sebab tersebut hanya arthritis yang menduduki rangking pertama dalam hal pencetus nyeri lutut pada usia lanjut. Dalam penelitian di amerika disebutkan bahwa arthritis pada sendi lutut menyebabkan ketidakmampuan beraktivitas sehari-hari pada usia diatas 65 tahun atau lebihnya.
Tetapi anda jangan khawatir dengan pernyataan diatas karena pada dasarnya nyeri lutut kronis bisa dihindari sejak dari awal. Menurut penelitian yang dirilis oleh New England Jurnal of Medicine disebutkan bahwa nyeri kronik pada lutut dapat dihindari dengan olahraga teratur dan fisioterapi. Memahami dan mempelajari tentang tatacara menguatkan dan mengulur sendi lutut serta bagaimana melindungi dan menjaga lutut dengan pengetahuan tentang posisi yang benar adalah salah satu cara untuk memperpanjang kualitas lutut agar selalu vit dan sehat.
Dibawah ini ada beberapa tips yang bisa anda terapkan untuk menjaga vitalitas dari lutut anda agar terbebas dari nyeri lutut kronik di usia lanjut :

1.      1. Menguatkan otot pantat
Penelitian  telah mebuktikan bahwa nyeri  lutut termasuk didalamnya adalah cedera ligament crusiatum anterior terjadi karena adanya kelemahan pada kumpulan otot hip. Cedera ACL pada atlet wanita 8x lebih potensial dibandingkan dengan wanita pada umumnya dan gara-gara cedera ini maka nyeri akan terjadi pada sepanjang hidupnya jika tidak ditangani dengan baik dan benar.
Kebanyakan masyarakat dalam lingkungan kita saat ini mempunyai kelemahan otot pada hipnya dikarenakan aktivitas sehari-harinya yang minim aktivitas. Otot hip pada daerah pantat yang besar adalah gluteus maximus, otot ini jika terjadi kelemahan maka akan menyebabkan ketidakseimbangan pada sendi- sendi disekitarnya. Dampaknya nyeri akan mudah terjadi pada daerah extremitas bawah seperti hip, lutut dan pergelangan kaki saat kaki melakukan aktivitas seperti melangkah/berjalan.
Cara yang tepat untuk menghindari  kondisi ini adalah dengan menguatkan otot pantat. Anda dapat memanfaatkan jasa fisioterapis untuk mendesign latihan yang tepat untuk olahraga tipe strengthening ini.

2.       2. Mengulur otot yang mendukung kinerja lutut
Jika otot pada pantat lemah dan dibiarkan terus menerus maka akan berdampak buruk pada  jumlah massanya /atrofi dan jika hal ini dibiarkan maka ketidakseimbagan otot akan terjadi pada otot-otot disekitarnya. Jika otot gluteus mengecil dan melemah maka  otot hamstring dan adductor hip akan bekerja berlebihan sebagai kompensasi melemahnya kinerja otot gluteus. Padahal otot tersebut juga berperan dalam aktivitas sendi lutut, dampaknya otot bekerja double dalam setiap aktivitas. Untuk itu untuk menghindari ketegangan otot yang terjadi pada otot tersebut maka cara yang terbaik adalah dengan melakukan penguluran atau stretching pada kedua otot. Jadi anda harus ingat sekali lagi jika terjadi ketidaksimbangn otot maka anda harus melakukan penguatan pada otot yang lemah dn melakukan penguluran pada otot yang mendukungnya.

3.       3. Menguatkan otot inti/ core muscle
Seperti kita ketahui bahwa dengan melemahnya otot perut maka pelvis akan terangkat kedepan dan kurva dari punggung akan bertambah dan perubahan tersebut juga berpengaruh pada struktur extremitas bawah kita (lutut). Menguatkan otot inti akan berpengaruh pada stabilitas punggung bawah kita dan menempatkan ekstremitas bawah kita pada posisi bergerak yang baik tanpa adanya tekanan berlebihan pada sendi (sendi lutut)

4.       4. Mengurangi berat badan
Berat badan yang berlebihan pada laki-laki akan meningkatkan resiko peradangan sendi 5 kali pada laki-laki dan 4 kali pada perempuan. Penelitian terbaru menyebutkan bahwa penurunan badan 10% akan meningkatkan kinerja fungsi sendi lutut 28% ( terutama pada aktivitas menaiki tangga dan berjalan). Lemak pada tubuh membuat kekuatan otot menjadi menurun dan tubuh yang bverweight akan meningkatkan ketegangan otot pada sendi lutut kita

5.       5. Mengurangi kebiasaan buruk
Kebiasaan menggunakan sepatu jinjit akan meningkatkan ketegangan otot pada otot-otot betis dan mempengaruhi kinerja dari otot-otot  sendi lutut. Otot betis yang tegan akan menarik kaki kedalam atau disebut pronasi dan sebagai kompensasinya maka ekstremitas bawah akan bergerak kedalam (inward) dan memberikan tekanan pada lutut dan pergelangan kaki kita

Friday, October 31, 2014

HUBUNGAN NYERI LUTUT DENGAN NYERI DIPUNGGUNG

Seringkali orang beranggapan bahwa nyeri pada lutut disebabkan karena kerusakan bangunan pada sendi lutut ataupun jaringan lunak sekitar lutut yang mengalami cidera, ternyata asumsi seperti itu belum tentu semuanya benar bisa jadi nyeri yang terjadi pada lutut disebabkan karena punggung anda mengalami masalah. Nyeri punggung yang disebabkan oleh disc protution sering menyebabkan lutut anda mengalami nyeri juga.
Saraf yang mengirimkan rasa nyeri pada anggota gerak bawah dan kaki terletak didaerah punggung bawah, terkadang dikarenakan usia dan cidera yang terjadi pada punggung bawah akan menyebabkan disc/bantalan sendi diantara tulang punggung bawah anda protution/menonjol keluar dari posisi normalnya (mecotot : Jawa) dan menekan saraf yang ada disekitarnya. Tonjolan itu akan menyebabkan saraf menjadi iritasi dan mengirimkan sinyal nyeri. Besarnya nyeri tergantung dari besar dan kuatnya tonjolan itu menekan saraf dipunggung bawah.
Syaraf yang mengirimkan impuls dan signal pada lutut terletak pada tulang punggung bawah nomer dua, tiga dan empat (L2, L3 dan L4) sehingga bila tonjolan oleh bantalan sendi tersebut mengenai syaraf yang berada di L2, L3 dan L 4 maka sangatlah mungkin nyeri pada lutut terjadi. Untuk memastikannya datanglah ke dokter atau fisioterapis anda sesegera mungkin.
Jika anda mengalami hal ini maka treatment yang dilakukan berdasarkan besarnya tonjolan tersebut menekan syaraf anda. Dokter akan menyarankan operasi jika tonjolan itu sangat besar sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari anda. Suntikan steroid biasanya diberikan oleh dokter dan management fisioterapi dalam hal nyeri sangat anda perlukan untuk mengcounter gejala yang timbul oleh karena disc protution ini.
Manajemet fisioterapi pada disc herniation yang meliputi penguluran otot-otot punggung bawah (lowerback streetching) dan penguatan otot core (core strengthening) adalah metode yang bisa ditawarkan oleh fisioterapist.

Tuesday, June 3, 2014

LATIHAN PENGUATAN PAHA DEPAN

Wall Slides Exercise

Wall slides  adalah latihan yang efektif untuk meningkatkan otot Quadriceps/ otot paha depan yang terdiri dari 4 macam otot . Dimulai dengan sedikt repetisi kemudian tingkatkan sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan dan peningkatan otot anda. Lakukan aktivitas ini 3 kali sehari untuk mendapatkan penguatan otot quadriceps secara optimal.

Meskipun terlihat mudah, tetapi jika anda mengalami cedera pada lutut  maka latihan ini  layak diperhitungkan terutama pada proses  rehabilitasi, sehingga latihan tidak dapat dapat dilakukan begitu saja tanpa bimbingan dari dokter atau fisioterapis.
 

Bagaimana Cara Melakukan Wall Slide :
1. Berdiri tegak pada tembok, tempelkan punggung anda dan posisikan kaki sesuai dengan lebar bahu anda.
2. Perlahan-lahan tekuklah lutut anda, kemudian gerakakan punggung kebawah sampai lutut anda tertekuk 45 derajad dan tahan sampai hitungan ke5
3.. Angkat kembalai punggung anda sampai lutut anda lurus.
4. Ulangi langkah diatas 5 kali
5. Lakukan tiga kali sehari
Jika anda/pasien anda tidak mengalami kesulitan melakukannya maka tingkatkan repetisi latihan dan modifikasi wall slides dengan menggunakan satu kaki atau anda dapat menambahkan berat dengan cara meletakkan beban  ditangan. Keuntungan lain yang diperoleh dari latihan ini adalah juga dapat meningkatkan keseimbangan tubuh. Selamat mencoba dan rasakan manfaatnya.

Thursday, December 6, 2012

CHONDROMALACIA PADA LUTUT

CHONDROMALACIA PATELLA
Dari : Jowir

Pendahuluan
Chondromalacia bukanlah produk atau makanan yang berasal dari tetangga jiran (malaysia) tetapi chondromalacia adalah kelainan tulang rawan/soft cartilage yang berada dibawah permukaan tulang tempurung/patella. Chondromalacia juga bisa dikatakan sebagai hasil iritasi yang terjadi pada bagian permukaan bawah tulang tempurung karena adanya tulang rawan lunak yang menyelimuti permukaan bawah tulang tempurung tersebut. Umumnya tulang rawan tersebut meluncur dengan mudah melewati lutut pada saat posisi lutut menekuk, tetapi karena adanya kelainan ini maka tempurung lutut bergesekan dengan salah satu sendi lutut dan hal itu menyebabkan tulang rawan teriritasi dan dampaknya lutut menjadi sakit.
Anak muda yang gemar berolahraga kadang bisa terkena condromalacia ini, dalam hal ini olahraga seperti sepak bola, petenis, pesenam, pelari juga dilaporkan bisa menyebabkan kelainan ini. Orang yang tidak gemar berolahraga tetapi sering melakukan aktivitas naik-turun tangga dirumahnya juga dilaporkan terdampak kelainan ini juga.

Penyebab
Kondisi ini sering dikaitkan dengan benturan langsung yang terjadi pada permukaan patella dan gesekan antara patella dengan tulang paha (femur) saat lutut ditekuk.
Penyebab lain dari chondromalacia ini sering dikaitkan dengan :
1. Kelainan struktur/bentuk dari sendi lutut sendiri.
2. Kelemahan otot pada area tengah yaitu pada m.vastus medialis
3. Structur bentuk kaki yang overpronasi.
4. kelemahan otot lateral hip rotator.

Fisioterapi
Tetapi bagi anda yang mengalami kondisi tersebut dalam hal ini chondromalacia, jangan terlalu khawatir karena fisioterpis anda siap membantu mengatasinya, dalam hal ini fisioterapis dapat memberikan treatment berupa :
1. Pengaplikasian TENS atau interferensi untuk mengurangi nyeri.
2. Pengaplikasian ultrasound
3. Penguatan otot
4. Static contraction sendi lutut.
5. Edukasi pada pasien tentang alat bantu yang dipakai pasien.
Dalam melakukan treatment harus disesuaikan dengan kondisi yang ada/yang ditemukan pada pemeriksaan dan apa yang menjadi kebutuhan pasien. 

PEMBENGKAKAN PADA LUTUT

KNEE BURSITIS (PATELLAR BURSITIS)
Dari : Jowir

Bursa adalah kantung tipis yang berisi cairan pelumas alami yang dihasilkan tubuh dan terletak diatas tempurung lutut. Fungsi dari bursa ini memungkinkan beberapa jaringan yang berbeda seperti otot, tendon dan kulit bergerak tanpa ada hambatan.
Bentuk dari bursa sendiri sebenarnya sangat tipis tetapi jika terjadi peradangan/bursitis maka ukuran bursa akan menjadi besar karena rongga/kantung tersebut meradang dan teriritasi. Peradangan pada bursa umumnya disebabkan karena benturan/trauma atau terjadinya kerobekan pada kulit atau juga bisa karena luka tusuk, jika dibiarkan bursa yang meradang akan terinfeksi dan pengobatan untuk melawannya dengan pemberian antibiotik.
Bursitis pada lutut paling umum terjadi pada bagian prepatelar bursitis dan ini sering disebut "Housemaid's Knee", kenapa disebut housemaid's/pembantu knee karena seorang yang berprofesi pembantu sering berjalan/melakukan aktivitas menggunakan lututnya/ kneeling position (bahasa jawa mbrangkang).

Tanda dan Gejala
Tanda dari bursitis pada lutut ini dapat diamati sebagai berikut :
1. Adanya pembengkakan pada area tempurung lutut.
2. Keterbatasan gerak dalam menekuk dan meluruskan lutut
3. Nyeri jika lutut digerakkan
Nyeri yang terjadi akan lebih meningkat jika berjalan dengan menggunakan lutut (kneeling position) dan nyeri akan berkurang pada posisi duduk biasa. Untuk itu pasien akan merasa nyaman bila posisi lutut dalam keadaan istirahat atau tanpa bebanan.

Cara Mendiagnosa Bursitis Lutut
Fisioterapis akan memeriksa lebih lanjut dengan bertanya kepada pasien tentang riwayat cedera (apa, bagaimana, kapan, dimana dsb). Dengan melihat langsung letak pembengkakan yang ada dan adanya nyeri tekan pada area prepatelar bursa maka sudah bisa dipastikan kalo pasien menderita Knee Bursitis.

Cara Mencegah
Cara yang terbaik untuk menghindari bursitis pada lutut adalah menjaga elastisitas otot-otot pada paha baik otot bagian depan/m.quadricep's atau otot bagian belakang/m.hamstring. Selain itu hindari kneeling position/gerakan yang menumpu langsung pada lutut. Jika anda berprofesi sebagai tukang kebun/tukang karpet/pembantu rumah tangga yang sering menumpu langsung pada lutut untuk aktivitasnya, alangkah baiknya tiap 1-2 jam anda melakukan penguluran pada otot-otot paha anda dan sesampai dirumah kompres lutut anda dengan esbatu selama 15-20 menit.

Wednesday, December 5, 2012

CEDERA PADA MENISCUS SENDI LUTUT

KNEE MENISCUS INJURY
Dari : Jowir

Knee Meniscus/Bantalan Sendi Lutut
Meniscus adalah bangunan fibrocartilago yang memisahkan antara tulang paha (femur) dan tulang kering (tibia). Berdasarkan anatomy letaknya meniscus pada sendi lutut dibagi menjadi dua yaitu medial meniscus (letaknya berada didalam) dan lateral meniscus (letaknya diluar). Bentuk dari meniscus ini sangat unik yaitu seperti ginjal dengan posisi yang terjepit. Fungsi utama dari meniscus adalah peredam getaran/shock absorber dimana tekanan yang dihasilkan disaat kita jalan, berlari dan melompat sangat berbeda. Jadi meniscus membantu meredam tekanan yg dihasilkan saat aktivitas tersebut dan dampaknya kerusakan pada permukaan sendi diminimalisirkan. Jumlah tekanan yang dihasilkan saat beraktivitas meningkat tajam dari kita berjalan, berlari dan melompat, disini meniscus berusaha meredam tekanan dan menyebarkannya sehingga tekanan yang dihasilkan pada sendi tidak terjadi pada satu point saja, sehingga permukaan sendi lutut tidak rusak dengan mudah.
Bagaimana Cedera Meniscus Terjadi
Pada usia muda cedera meniscus pada sendi lutut biasanya terjadi pada aktivitas olahraga dimana posisi lutut terpelintir dan sedikit menekuk. Cedera ini bisa terjadi pada sebelah laertal/medial meniscus atau pada tanduk anterior/posterior dll. Pada lansia cedera meniscuspun juga bisa terjadi, hal ini dikarenakan adanya prosese degenerasi/arthritis pada sendi lutut. Dalam kasus ini biasanya dilakukan operasi untuk memperbaiki meniscus dan permukaan sendi lutut. operasi yang sering dilakukan adalah arthroscopy. Dibandingkan dengan yang lainnya operasi meniscus ini lebih kompleks.

Apakah Cedera Meniscus Bisa Sembuh
Seperti kita ketahui Asupan makanan/darah pada meniscus ini sangat terbatas, meniscus mendapatkan makanannya dari darah dan cairan synovial yang ada dikapsul sendi. Perlu diketahui juga bahwasanya meniscus dibagi menjadi dua area berdasarkan cara penyembuhannya, dalam dunia medis disebut RED zone dan White zone. Pada red zone terdapat aliran darah yang mensuplay makannan sedangkan white zone tidak ada, jadi meniscus pada white zone tidak bisa sembuh secara alami (harus operasi).

Fisioterapi
Cedera meniscus ringan atau cedera meniscus pada red zone insyaallah dapat segera pulih dengan cepat dengan bantuan fisioterapi. Fungsi utama dari meniscus adalah shock absorber dan fungsi ini terbantukan dengan adanya otot-otot sekitar sendi yang membantu manstabilkan gerakan sendi. Penelitian membuktikan tekanan pada sendi lutut akan berkurang dengan adanya peningkatan kekuatan otot serta otot yang kuat pada sendi lutut akan menstabilkan pergerakan sendi itu juga.

Fisioterapi Berperan Dalam Hal 
1. Menurunkan nyeri
2. Meningkatkan Luas Gerak Sendi
3 .Meningkatkan kekuatan otot depan (quadriceps) dan otot belakang (hamstring)
4. Meningkatkan kekuatan otot Ekstermitas bawah ( hip,calve, pelvis)
5. Meningkatkan propioceptor dan keseimbangan serta memaksimalkan aktivitas ADL
6. Menghindari cedera yang sama terjadi.



Tuesday, November 27, 2012

NYERI PADA LIGAMENT LUTUT

ACL TEAR/ACL INJURY
Dari : Jowir

Apa Itu ACL?
ACL (Anterior Crusiatum Ligament) adalah salah satu ligament pada sendi lutut yang sering bermasalah pada para pemain olahraga yang  menggunakan kaki sebagai tumpuan utama dalam permainannya, contohnya sepak bola,basket, taekwondo dan lain-lain. ACL bersama dengan tiga ligament lainnya sangat berperan dalam menstabilkan sendi lutut, ketiga ligament itu adalah PCL (Posterior Crusiatum Ligament), MCL (Medial Colateral Ligament) dan LCL (Lateral Colateral Ligament). Fungsi khusus dari ligament ACL adalah mencegah tibia/tulang kering bergerak kedepan disaat berjalan. ACL tear sering terjadi pada penggunaan sendi lutut yang terlalu berlebihan yang menyebabkan sendi lutut terpelintir sementar kaki berada ditanah pada posisi mendarat.

Tanda ACL Tear:
1. Pada waktu cedera anda seperti mendengar suara "teg/kreg" pada sendi lutut
2. Pada cedera akut ACL akan terjadi nyeri hebat dan diikuti pembengkakan
3. Anda akan kesulitan dalam meluruskan dan menekuk lutut,seperti ada tahanan pada sendi anda
4. Pada pemeriksaan anterior drawer test dan lachman test hasilnya positif (Fisioterapi atau dokter)

Tindakan:
1. Hentikan permainan saat itu juga
2. Lakukan Rice (Rest/istirahat, Ice/kompres dengan es selama 15 ment, Compression/balut dengan bandage, Elevation/posisikan kaki lebih tinggi dari jantung anda.
3 Hubungi dokter segera.

Fisioterapi :
1. Assesment lebih lanjut tentang ACL
2. Aplikasi modality (TENS or interferensial) untuk menurunkan nyeri
3.Mengajarkan Static contraction pada sendi lutut.

Untuk memastikan berapa besar atau persentase kerusakan ligament pasien dianjurkan untuk melakukan MRI scan, dan konsultasikan hasil scan tersebut dengan dokter othopedic sehingga keputusan untuk operasi atau tidak operasi pada ligament anda jelas.

Sunday, May 27, 2012

LATIHAN POST ARTHROSCOPY SENDI LUTUT


Pada operasi arthroscopy sendi lutut ini, fisioterapis dituntut menggunakan metode progress untuk mengembalikan aktivitas pasien seperti semula. Pasien dianjurkan melakukan dua kali latihan dalam setiap harinya, waktu tepat yang dipilih yaitu pagi dan sore hari. Dianjurkan pula untuk menggunakan kompres es/ice pack selama 15 menit setelah melakukan latihan- latihan pada sendi lutut. Latihan pada OPD (Out Patient Discharge) diberikan 3 hari setelah operasi. Disini peran fisioterapis sangat dibutuhkan oleh pasien terutama dalam penanganan nyeri, pengurangan bengkak dan penambahan luas gerak sendi. Pemeriksaan dan evaluasi harus tepat untuk tujuan terapi yang progress, edukasi pada pasien tentang transfer dan ambulasi juga penting (terutama penggunaan alat bantu/kruk) karena menyangkut aktivitas keseharian pasien/ADL. Setelah jahitan dibuka kira-kira 14 hari post operasi, fisioterapis dapat menambahkan latihan full ROM (fleksion dan ekstension) dan menggabungkanya dengan static bycicle. Latihan di air/hidrotherapy sangat dianjurkan untuk percepatan pemulihan juga. Latihan keseimbangan yang bertahap diberikan 4 minggu setelah operasi.

Berikut ini beberapa latihan yang dapat dilakukan pasien di rumah :

1. Static Contraction

a. Posisi : Tidur telantang, relaks dan pikiran terfokus pada sendi lutut
b. Gerakan : Mengkontraksikan otot paha depan (quadriceps) tanpa ada perubahan gerakan kemudian tahan sampai 5 detik kemudian relaks
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapis : Mengecek kontraksi dengan cara inspeksi dan palpasi. Gerakan dikatakan benar bila terjadi pergerakan patella.



2. Straight Leg Raising
a. Posisi : Tidur telentang dan relaks
b. Gerakan : Mengangkat kaki (posisi ekstremitas bawah lurus) sampai 45 derajad kemudian tahan sampai 5 detik terus relaks
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapis : Mengecek gerakan yang terjadi apakah tepat pada posisi 45 derajad atau tidak dan membenarkan posisi kaki agar kontraksi optimal.



3. Wall Slide
a. Posisi : Berdiri dan menempel pada tembok
b. Gerakan : Menekuk dan meluruskan lutut (fleksi dan ekstensi).
c. Intensitas : Gerakan tersebut diulang sampai 15 kali
d. Fisioterapis: Inspeksi dan assesment gerakan yg terjadi.


4. Abduksi Hip
 a. Posisi : Tidur menyamping (side lying)
b. Gerakan : Mengangkat paha kesamping kemudian tahan gerakan tersebut selama 5 detik kemudian relaks kembali.
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapi : Inspeksi terhadap gerakan dan posisi gerakan.



5. Adduksi Hip
a. Posisi : Berkebalikan dengan posisi abbduksi
b. Gerakan : Angkat paha kesamping dalam dan tahan selama 5 detik kemudian ke posisi awal
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapist : inspeksi terhadap posisi pasien dan gerakan yang terjadi.


6. Ekstensi Hip
a. Posisi : Tidur tengkurap dan relaks
b. Gerakan : Mengangkat paha keatas (posisi ekstremitas bawah lurus)
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapist : Inspeksi terhadap posisi pasien dan gerakan yang terjadi
Catatan semua gerakan tersebut dilakukan dengan posisi kaki dorsi fleksi kecuali pada gerakan wall-slide.

ARTHROSCOPY SENDI LUTUT

Arthroscopy lutut/arthroscopic lutut  adalah prosedur operasi pembedahan ringan pada sendi lutut dengan tujuan untuk menegakkan diagnosis (pemeriksaan) dan terkadang juga dapat digunakan untuk memperbaiki kerusakan bagian dalam sendi lutut seperti meniskus, ligament dan sebagainya. Jenis  operasi ini dilakukan dengan menggunakan arthroscope yaitu (jenis endoskopi yang dimasukkan ke dalam sendi melalui sayatan kecil). Prosedur arthroscopic ini dapat digunakan sebagai landasan untuk mengevaluasi sendi atau mengobati kasus-kasus ortopedic yang umum pada lutut, seperti tulang rawan yang robek baik permukaan atau bagian dalam, rekonstruksi pada ACL,(anterior crusiatum ligament) dan pemotongan tulang rawan yang rusak.
Keuntungan dari Artroskopi dibandingkan dengan operasi pada umumnya adalah efektifitas dan keakuratannya. Pada operasi ini sendi tidak harus dibuka sepenuhnya melainkan sendi lutut hanya diberi dua sayatan, sayatan yang pertama untuk masuknya arthroscope dan satunya lagi  untuk instrumen bedah yang digunakan dalam rongga lutut. Sehingga tingkat pemulihan cepat dan keberhasilannya sangat besar, karena trauma yang dihasilkan pada operasi ini sangat minimal. Efek lain yang ditimbulkan pada operasi ini biasanya adalah pembengkakan, hal ini terjadi karena adanya kebocoran cairan kedalam jaringan lunak selain itu sering ditemukan jaringan parut akibat luka incisi pada sayatan. Pembengkakan ini secara bertahap akan berkurang dengan beberapa latihan yang diberikan fisioterapis, misalkan latihan static kontraksi dan SLR. Selain itu cold pack therapy selama 15 menit sangat membantu juga dalam proses pemulihan. Durasi yang dibutuhkan untuk pemulihan post operasi ini sekitar 3-4 minggu, dengan catatan anda mengetahui dengan benar tata cara latihan dan melakukannya dengan teratur. Fisioterapis sangat membantu dalam proses pemulihan setelah operasi ini, latihan-latihan khusus yang diberikan fisioterapis sangat berguna dalam pengurangan nyeri dan pemulihan bengkak, untuk itu jangan ragu untuk menghubungi fisioterapi disekitar anda.

Thursday, December 10, 2009

PENGGANTIAN METAL PADA SENDI LUTUT

TOTAL KNEE REPLACEMENT
Dari jowir
Fisioterapis anda


Total Knee Replacement (TKR) adalah prosedur operasi penggantian sendi lutut yang tidak normal dengan material buatan. Tipe dari sendi lutut adalah hinge joint atau sendi engsel dimana pada sendi inilah yang memfasilitasi sebuah gerakan yang terjadi pada paha dan anggota gerak tubuh bawah. Tulang paha atau femur berbatasan langsung dengan tulang yang besar pada anggota gerak bawah/tibia pada sendi lutut ini. Pada TKR akhir dari tulang femur ini akan dibuang dan diganti dengan metal shell dan ujung dari tibia juga akan diganti dengan metal stem dan diantara keduanya dihubungkan dengan plastik sebagai peredam gerakan. Tergantung dari kondisi tempurung lutut pasien biasanya di belakang tempurung lutut juga ditambahkan plastik.
Ligament crusiatum posterior adalah jaringan yang menstabilkan sendi lutut dimana ligament ini berfungsi mencegah anggota gerak bawah bergeser ke belakang ketika terjadi gerakan pada femur dan tibia. Dan pada TKR ini ligament akan disesuaikan dengan bentuk material buatan yang ada apakah dibiarkan saja atau dikurangi atau malah ditambah tergantung dari material buatannya dengan melihat untung dan ruginya penambahan atau pengurangan tersebut.
Untuk itu perlu persiapan yang matang ketika anda memutuskan untuk mengganti sendi lutut anda. Fisioterapi akan membantu mendesign latihan anda pada saat sebelum operasi dan sesudah operasi. Fisioterapi juga mempercepat proses rehabilitasi untuk aktivitas fungsional yang mandiri.

Monday, December 7, 2009

PENCEGAHAN OSTEOARTHRITIS PADA SENDI LUTUT

TIPE LATIHAN PADA SENDI LUTUT
Dari jowir

fisioterapis anda

Tipe Latihan
Sendi lutut merupakan sendi yang sangat fungsional pada tubuh kita, sendi ini sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari, terutama yang melibatkan aktivitas penting misalkan sholat, berjalan, bekerja dan aktivitas yang lain. Bisa anda bayangkan bagaimana kalau saja sendi lutut anda terkena sesuatu penyakit misalkan saja osteoarthritis. Osteoerthritis diketahui sebagai penyakit degenerative pada sendi dan tidak ada obat untuk penyakit ini. Data dari penelitian diamerika, 27 juta orang amerika terkena penyakit osteoarthritis  dan kebanyakan umur mereka diatas 25 tahun, untuk itu perlu pencegahan dini supaya penyakit ini tidak menimpa kita. Ada beberapa latihan yg dapat mencegah terjadinya osteoarthritis dini pada usia muda terutama pada sendi lutut, latihan tersebut meliputi :


1. Static Contraction
a. Posisi : Tidur telantang, relaks dan pikiran terfokus pada sendi lutut
b. Gerakan : Mengkontraksikan otot paha depan (quadriceps) tanpa ada perubahan gerakan kemudian tahan sampai 5 detik kemudian relaks
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapis : Mengecek kontraksi dengan cara inspeksi dan palpasi. Gerakan dikatakan benar bila terjadi pergerakan patella.



2. Straight Leg Raising
a. Posisi : Tidur telentang dan relaks
b. Gerakan : Mengangkat kaki (posisi ekstremitas bawah lurus) sampai 45 derajad kemudian tahan sampai 5 detik terus relaks
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapis : Mengecek gerakan yang terjadi apakah tepat pada posisi 45 derajad atau tidak dan membenarkan posisi kaki agar kontraksi optimal.



3. Wall Slide
a. Posisi : Berdiri dan menempel pada tembok
b. Gerakan : Menekuk dan meluruskan lutut (fleksi dan ekstensi).
c. Intensitas : Gerakan tersebut diulang sampai 15 kali
d. Fisioterapis: Inspeksi dan assesment gerakan yg terjadi.


4. Abduksi Hip
a. Posisi : Tidur menyamping (side lying)
b. Gerakan : Mengangkat paha kesamping kemudian tahan gerakan tersebut selama 5 detik kemudian relaks kembali.
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapi : Inspeksi terhadap gerakan dan posisi gerakan.



5. Adduksi Hip
a. Posisi : Berkebalikan dengan posisi abbduksi
b. Gerakan : Angkat paha kesamping dalam dan tahan selama 5 detik kemudian ke posisi awal
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapist : inspeksi terhadap posisi pasien dan gerakan yang terjadi.


6. Ekstensi Hip
a. Posisi : Tidur tengkurap dan relaks
b. Gerakan : Mengangkat paha keatas (posisi ekstremitas bawah lurus)
c. Intensitas : Gerakan diulang 8-10 kali
d. Fisioterapist : Inspeksi terhadap posisi pasien dan gerakan yang terjadi
Catatan semua gerakan tersebut dilakukan dengan posisi kaki dorsi fleksi kecuali pada gerakan wall-slide



Monday, March 23, 2009

KRAMP SAAT BERSEPAK BOLA

KRAMP PADA OTOT BETIS (Gastrocnemius atau Soleus) 
Dari Jowir (fisioterapi anda)
Apakah Kramp Pada Kaki Itu???

 
Kaki kramp adalah kondisi nyeri pada otot kaki yang terjadi tiba-tiba atau tanpa disadari (involuntarily) saat kaki bergerak/berkontraksi. Kramp pada kaki biasanya terjadi pada
kondisi dimana kaki dipaksa untuk melakukan latihan yang berat tanpa melakukan pemanasan (warming-up exercise) sebelumnya. Kondisi yang sering memunculkan timbulnya kramp pada kaki ini adalah olahraga yang melibatkan komponen lari didalamnya, misalkan saja sepak bola. Otot kaki yang sering terkena kramp adalah otot betis, termasuk didalamnya adalah otot gastrocnemius dan otot soleus.
Penyebab :
Meskipun penyebab kramp belum diketahui secara jelas tapi ada beberapa rujukan kenapa kramp bisa terjadi. Diantaranya adalah :
a. Dehidrasi ( tubuh kekurangan cairan, khususnya pada kondisi panas).
b. Rendahnya asupan potasium atau sodium (garam).
c. Rendahnya tingkatan karbohidrat tubuh.
d. Terjadinya ketegangan otot.
Pada kondisi tertentu kramp dapat menyebabkan kerusakan pada otot. Terkadang terjadi kerobekan otot selama penegangan otot yang kuat saat otot berkontraksi. Kalau hal ini terjadi maka kedepannya nyeri akan terasa sampai batasan waktu tertentu. Dan anda akan membutuhkan program rehabilitasi yang lengkap. Sport massage disarankan untuk mengembalikan otot pada kondisi aslinya atau saat sebelum terjadinya cidera. Atau di program fisioterapi anda akan mendapatkan perlakuan terapi yang sama dengan strain muscle.


Apa Yang Dapat Atlet Lakukan...??
1. Jika anda mengalami nyeri kramp saat bertanding maka lakukanlah penguluran. Tahan penguluran tersebut sampai waktu yang diperlukan

2. Gentle massage akan membantu mengurangi gejala kramp karena adanya peningkatan vaskularisasi darah.
3. Konsultasikan pada dokter atau fisioterapi karena mereka lebih paham dengan kondisi seperti ini.


Peran Fisioterapi 

a. Gunakan tehnik sport massage untuk membantu meningkatkan vaskularisasi darah. 
b. Berikanlah stretching atau penguluran pada otot tersebut. Dan berikanlah saran untuk melakukan penguluran dan penguatan untuk mencegah agar kramp tidak terulang lagi kedepannya.
c. Kalau terjadi cidera pada ototnya maka aplikasikanla es atau cold pack selama 5-10 menit untuk mencegah pembengkakan.

Wednesday, April 9, 2008

LUTUT DAN PERMASALAHANNYA

SEPUTAR LUTUT
Dari : Laura Inverarity, D.O.
Modifikasi : Jowir

Anatomi, Cidera, dan Latihan
Sendi lutut adalah salah satu sendi terbesar pada tubuh. Sendi ini dibentuk oleh dua tulang yaitu tulang femur (paha) dan tulang tibia (betis) dan dihubugkan oleh empat ligament yang sangat kuat. Ligament ini berfungsi untuk menstabilkan dan mengontrol gerakan pada sendi lutut. Diantara kedua tulang ini terdapat bantalan yang disebut meniscus. Semua bangunan pada sendi lutut ini beresiko mengalami kerusakan.
Lutut adalah bagian dari tubuh yang sering mengalami cidera disepanjang umur kita. Kerusakan ini sering terjadi pada saat olahraga dan aktivitas atletik (jalan, lari, lempar, lompat). Banyak cidera lutut ini diobati dengan pengobatan konservatif dengan istirahat, es (pendinginan), gerakan dan fisioterapi. Tetapi ada juga cidera lutut yang harus diobati dengan operasi. Prosedur operasi ini sangat kecil resikonya, sehingga bisa dilakukan oleh pasien manapun.
Anatomi sendi lutut
Sendi lutut didunia kesehatan disebut sebagai sendi tibiofemoral. Sendi ini merupakan sendi terbesar dalam tubuh. Sendi lutut diperkuat oleh empat ligament yang berfungsi menstabilkan. Setiap ligament mempunyai keterbatasan gerakan. Cidera pada ligament-ligamen ini dapat menyebabkan nyeri dan rasa tidak nyaman.


Tes Khusus Untuk Sendi LututFisioterapi dapat langsung mendiagnosa cidera pada sendi lutut ini dangan melihat bagaimana cidera terjadi dengan disertai pemeriksaan fisik. Ada beberapa jenis tes pemeriksaan sendi lutut. Setiap tes pemeriksaan khusus untuk cidera tertentu. Empat tes kusus untuk mendiagnosa kerusakan pada ligament adalah laci sorong anterior, laci sorong posterior, tes valgus dan tes varus. Jika terdapat laxity (kelemahan) pada ligament ini maka hasilnya positf berarti terdapat kerusaka pada ligament tertentu.

Cidera Umum Sendi Lutut

The Unhappy Triad

“Unhappy Triad” adalah sebutan yang ditujukan pada tiga struktur sendi lutut jika mengalami cidera. Tiga struktur itu adalah ligament kolateral medial, ligament krusiatum anterior dan meniscus medial. Cidera ini sering terjadi ketika adanya tekanan kelateral pada sendi lutut dan posisi kaki terkunci dengan tanah. Berdasarkan pada beberapa cidera ini kebanyakan perawataannya dengan menggunakan jasa fisioterapi untuk menyiapkan operasi.
Osteoarthritis
Osteoarthritis adalah kasus paling umum yang terjadi pada jenis arthritis. Ini disebabkan oleh nyeri pada lutut yang terlalu lama. Osteoarthritis terjadi ketika sendi kartilago tertutup dengan tulang dan berangsur-angsur mengganti kartilago tersebut. Penyakit ini terjadi karena waktu dan penggunaaan sendi lutut yang berlebihan (overuse). Untuk alasan ini osteoarthritis sering disebut sebagai”wear and tear” arthritis.
ChondromalaciaChodromalacia digambarkan sebagai kekacauan yang terjadi pada kartilago yang letaknya dibelakang tulang patella atau tempurung lutut. Penyakit ini sering terjadi kerena nyeri lutut saat remaja. Gejala condromalacia adalah nyeri pada lutut tepatnya dibelakang tempurung lutut. Nyeri terjadi setelah duduk lama atau saat berjalan menuruni tangga.
Prepatellar Bursitis
Prepatellar bursitis terjadi ketika kantung bursa yang mengelilingi tempurung lutut menjadi peradangan dan bengkak. Hasilnya terjadi nyeri pada bagian depan lutut ketika melakukan aktivitas. Prepatellar bursitis umumnya ditemukan pada seseorang yang sering menggunakan lututnya ketika bekerja, misalkan tukang pipa ledeng dan tukang kebun .
Jumper’s Knee
Tendon patella adalah sebuah lanjutan dari tendon quadriceps yang lurus, bergabung dengan tempurung lutut dan tibia. Tendon ini membantu otot quadriceps meluruskan kaki (gerakan extensi sendi lutut). Ketegangan otot yang berulang-ulang, menyebabkan sedikit nyeri pada tendon dan terjadilah peradangan dan nyeri. Di dunia medis ini dikenal sebagai tendinitis patella atau jumper’s knee.
Patellofemoral Syndrome
Sindrom patellofemoralis aadalah kondisi medis yang terjadi ketika patella,yang sebaliknya diketahui sebagai tempurung lutut tidak bergerak semestinya pada femur. Hasilnya nyeri disekitar sendi lutut selama aktivitas.

LATIHAN PADA LUTUT

Ada beberapa contoh latihan yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu dua kondisi ini adalah contoh latihan setelah operasi dan penguatan otot sebelum operasi, diantaranya adalah :
Latihan Setelah Arthroscopy sendi lutut
Setelah melakukan arthroscopy, sangatlah penting jika memulai latihan lutut anda secepatnya untuk mengembalikan kekuatan dan lingkup gerak sendi (ROM). Latihan awal dengan non-weight bearing(tanpa bebab), dan secara perlahan-lahan kekuatannya dan lingkup gerak sendi ditingkatkan.
Penguatan Otot quadriceps
Menggeser dinding adalah cara terbaik untuk menguatkan otot quadriceps anda. Otot quadriceps adalah otot utama lutut yang berfungsi untuk menggerakkan lurur sendi lutut/ekstensi dan menstabilkan persendian.