Showing posts with label Head & Nerve. Show all posts
Showing posts with label Head & Nerve. Show all posts

Wednesday, November 5, 2014

TEST MEDIS UNTUK MENGEVALUASI STROKE

Stroke telah dikenal dan menjadi salah satu momok penyakit yang ditakuti pada saat ini, bukan karena sebab tetapi efek dari stroke ini berpengaruh pada hampir semua fungsi dari tubuh. Gangguan pada penglihatan, alur bicara, gangguan rasa, koordinasi bahkan alat gerakpun tak luput dari gejala yang ditimbulkan stroke. Stroke tidak seperti gangguan penyakit neurologis lainnya, biasanya stroke terjadi secara tiba-tiba dan dampaknya sangat cepat berpengaruh pada kapasitas fisik dan kemampuan fungsional penderitanya, untuk itu perlu tindakan yang cepat juga untuk menindaklanjuti kasus ini. Dokter ataupun petugas medis yang handal yang bisa membedakan dengan cepat dan akurat perbedaan antara sroke dan penyakit neurologis lainnya sangat diperlukan untuk mengurangi dampak yang lebih buruk. Para petugas medis ini dituntut untuk memutuskan/mendiagnosis penyakit dengan cepat dan tepat sehingga pengetahuan tentang cara mendiagnosis penyakit ini harus benar-benar dipahami, terutama tentang identifikasi penyebab dan letak stroke yang berada diotak.
Dengan kemajuan tehnologi dibidang kesehatan maka paramedis akan dengan mudah untuk menyimpulkan serta mendiagnosis suatu penyakit. Kecanggihan dalam tehnulogi radiologi sangat menunjang dalam kasus ini, sehingga petugas medis dapat memetakan lokasi dan dampak di area manakah penyebaran akibat stroke tersebut diotak. Selain itu ada beberapa test-test tambahan yang bisa ditambahkan untuk mendukung diagnosis stroke dengan melihat sampel darah, kolesterol gula darah ataukan faktor penyerta yang bisa menyebabkan stroke.
Dibawah ini ada beberapa test yang digunakan untuk pasien penderita stoke atau bisa dijadikan sebagai evaluasi untuk pasien yang rentan dengan stroke. Test-test tersebut adalah :
1. Blood Test/ Test Darah
Test darah digunakan untuk mengevaluasi dengan pasti tentang stroke dan dampak-dampak yang ditimbulkannya
2. Complete Blood Count (CBC)
Dengan dilakukannya CBC dapat membantu mengukur apakah terdapat masalah pada sel-sel darah, elektrolit tubuh dan bisa juga mendeteksi peradangan atau infeksi.
3. Prothombrine Time (PT)/ Partial Thromboplastine Time (PTT)
Test darah ini untuk mengukur waktu yang dibutuhkan darah untuk membeku, hal ini sangat penting untuk memonitor kebutuhan darurat akan darah yang kadang diperlukan untuk pasien stroke.
4. Colesterol/Lipid Panel
Sebuah analisis yang cermat terhadap lemak dan kolesterol dapat membantu menilai resiko dari penyakit arteri.
5. Test Darah Khusus
Terkadang pemeriksaan test darah khusus seperti homocysteine, lupus anticoagulant, rheumatoid factor, anti-nuclear antibody diperlukan ketika ada dugaan tentang penyakit autoimune atau penyakit lain yang jarang ditemui didunia medis.
6. Kadar Gula Darah
Test ini dilakukan untuk mengetahui tentang riwayat penyakit dari pasien dimana orang yang terkena diabetes merupakan faktor resiko timbulnya stroke.
7. Hemoglobin a1c
Adalah test yang digunakan untuk mengetahui apakah pasien mempunyai kadar gula darah yang tinggi pada bulan- bulan terakhir sebelum stroke terjadi.
8. Arterial Blood gas
Test yang digunakan untuk mengetahui kadar oksigen dan karbondioksida dalam darah, test ini penting untuk mengetahui fungsi dari jantung dan paru-paru.
9. Test Urine
Dengan test ini diperoleh kadar glucose dalam urine yang merupakan tanda jika pasien menderita diabetes dan juga mengukur kadar racun dari obat-obatan pemicu stroke seperti cocaine dan methamphetamin.
10. Spesial Test
spesial test seperti : 
a. EKG untuk mengetahui fungsi jantung dan mengukur ritme jantung apakah normal atau abnormal.
b. Cerebrospinal Fluid untuk mengetahui apakah ada infeksi yang terdapat pada cairan otak dan sumsum tulang belakang yang disebabkan oleh stroke.
c. Evoked Potential
Untuk mengetahui dan mengukur aktivitas listrik pada otak, selain itu juga bisa digunakan sebagai diagnosa untuk kasus multiple sclerosis.
d. EEG
Test gelombang otak untuk mengevaluasi aktivitas listrik. Test ini juga bisa untuk mendeteksi kejang sehingga bisa digunakan untuk membedakan stroke dengan penyakit lainnya.
e. EMG
Test untuk mengukur syaraf dan otot.



Monday, November 3, 2014

TANDA DAN GEJALA STROKE

Tanda dan gejala stroke dapat anda ketahui secara langsung dengan cara mengamati perubahan yang terjadi pada tubuh kita. Pengetahuan tentang tanda dan gejala stoke sangat bermanfaat untuk mengambil tindakan yang harus anda lakukan jikalau diri anda atau orang lain mengalaminya, karena stoke dapat terjadi dimana dan kapan saja. Stroke bisa terjadi pada saat anda kerja, saat berolahraga bahkan saat anda istirahatpun penyakit ini bisa terjadi. Jika anda mempunyai pengetahuan tentang tanda dan gejala penyakit ini maka sangat dimungkinkan anda dapat menyelamatkan nyawa seseorang, karena anda sudah tahu dan sigap untuk merujuknya keklinik atau rumah sakit yang ada kasus emergensinya.
Tanda dan gejala stroke ini bisa dilihat dan diamati sebagai berikut :

1. Bicara Tidak Jelas/ cadel/ Pelo
Alur bicara yang tadinya normal menjadi kesulitan dan terlihat cadel/pelo bisa dindikasikan dari awal mulanya serangan stroke terjadi, walaupun demikian orang yang mengkonsumsi obat-obatan ataupun alkohol yang berlebihan bisa juga mengalami hal yang sama (cadel/pelo) dikarenakan terjadi kerusakan pada pusat bicara diotak. Untuk itu alur bicara yang tiba-tiba menjadi cadel/pelo merupakan peringatan yang serius agar sipasien mendapatkan pengobatan medis segera
2. Jatuh
Kelemahan pada satu atau dua kaki sekaligus dapat menyebabkan seseorang terjatuh. Demikian pula orang yang terkena stroke akan mengalami kerusakan pada sistem keseimbangan pusat yang bisa menyebabkan sipasien terjatuh. Karena serangan stroke yang tiba-tiba terkadang membuat pasien menjadi tidak sadar dan akhirnya terjatuh. Untuk itu jika anda melihat seseorang terjatuh dengan tiba-tiba maka segeralah menelpun petugas gawat darurat untuk segera mengevakuasi orang tersebut, karena bisa jadi hal itu merupakan manifestasi dari serangan stroke.
3. Wajah Asymetris/tidak seimbang
Normalnya wajah seseorang akan terlihat simetris dari alis, mata, pipi dan mulut, tetapi terkadang anda mendapati seseorang yang wajahnya menjadi asymetris secara tiba-tiba, mulut menjadi mencong dan kelopak mata seakan-akan turun maka anda harus waspada karena kemungkinan orang tersebut sedang terkena serangan stroke. Batang otak mengendalikan otot-otot wajah dan kelopak mata, jika wajah menjadi asymetris bisa jadi terjadi kelemahan pada otot-otot wajah tersebut karena stroke. Stroke yang terjadi pada batang otak secara perlahan-lahan berpengaruh pada wajah yang tidak rata tetapi bila hal itu dibiarkan maka bisa berpengaruh menghentikan nafas seseorang. Untuk itu segeralah hubungi petugas yang berkompeten jika mendapati teman atau saudara yang tiba-tiba berwajah asymetris.
4. Perubahan Visi Penglihatan
Disaat seseorang melihat maka dibutuhkan interaksi yang bagus pada mata, syaraf dan beberapa bagian dari otak untuk menghasilkan sebuah obyek atau gambar yan tepat. Jika tiba-tiba anda mengalami kesulitan untuk mengidentifikasi sebuah obyek atau mengalami dualisme pada penglihatan anda, maka bersegeralah minta pertolongan medis  karena bisa jadi itu adalah tanda dan gejala stroke.
5. Penempatan Kata Yang Salah
Jika anda mengamati seseorang yang tiba-tiba kesulitan dalam berbicara dan sering mebolak-balikkan kata yang tidak tepat dalam pengucapannya sehinga terjadi kesalah pahaman dalam penempatan kata maka anda harus berhati-hati dan mengingatkannya agar segera mencari bantuan medis karena bahasa diatur oleh beberapa area besar diotak, sehingga bila stroke terjadi pada area bahasa maka akan terjadi kesalahpahaman dalam menginterpretasikan kata/bahasa.
6. Menjatuhkan Benda
Kelemahan yang terjadi pada separuh anggota tubuh gerak atas terutama pada lengan dan tangan membuat tangan tidak bisa menggenggam suatu obyek dan menjatuhkan benda tersebut. Anda harus segera tahu karena mungkin anda sedang terkena stroke (TIA).
7.Kebingungan
Stroke sangat erat hubungannya dengan kebingungan yang terjadi, meskipun demikian diperlukan pemeriksaan dan evaluasi untuk menyimpulkan tentang terjadinya kebingungan secara tiba-tiba dengan stroke. Dan bukan suatu tindakan buruk jika anda paham dengan situasi anda dan berkonsultasi dengan petugas medis yang berkompeten.
8. Perubahan Perilaku
Perubahan perilaku terkadang sangat mengganggu dan berlawanan dengan apa yang anda lakukan atau ingini. Otak sangat berperan penting dalam pengambilan keputusan, tetapi terkadang pasien yang terkena stroke akan sangat kesulitan dalam memutuskan masalah dengan disertai atau tanpa banyak pertimbangan. Jika anda melihat orang yang seperti diatas maka bisa jadi dia mengalami stroke.
9. Numbness/Matirasa
Seharusnya anda paham jika anda mengalami mati rasa pada sensasi tubuh anda. Rasa bebal dan mati rasa pada sebagian anggota gerak bisa sebagai manifestasi munculnya stroke. Segeralah minta bantuan ke medis sebelum terjadi kelumpuhan pada sebagian anggota gerak tubuh.
10. Clumsiness/Canggung
Rasa canggung bisa terjadi karena stroke mempengaruhi otak kecil (cerebellum), batang otak (brainsteam) atau kortek cerebral. Clumsiness sebagai akibat dari kurangnya kesimbangan, kelemahan otot, penurunan sensasi tubuh atau gabungan dari semua masalah diatas.
11. Hilangnya Kesadaran
Stroke yang terjadi pada batang otak walaupun itu kecil ataupun besar dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, untuk itu bersegeralah minta pertolongan medis.
Demikian tanda dan gejala stroke yang bisa saya sampaikan, jika anda bisa mengingatnya akan lebih baik karena bila stroke dapat ditangani dan dirawat sedini mungkin akan berakibat baik dalam perkembangannya dan dapat menyelamatkan nyawa sipasien.

7 CARA MENCEGAH STROKE

Stroke adalah gangguan syaraf otak yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah diotak, yang terjadi dalam tempo sekitar 24 jam atau lebih. Nama penyakit yang sering kita dengar akhir-akhir ini terjadi karena perubahan gaya hidup manusia yang jauh dari kata sehat. Jika kita terdampak pada penyakit ini maka proses pemulihan untuk kembali kenormal membutuhkan waktu yang panjang dan memerlukan beberapa tahapan-tahapan. Tetapi semakin berkembangnya ilmu pengetahuan khususnya dibidang kesehatan membuat penyakit ini tidak sengeri yang dibayangkan. Kemajuan dalam bidang pembedahan otak, persyarafan, obat-obatan dan penunjang rehabilitasi menjadikan solusi untuk mengatasi penyakit ini lebih mudah, tetapi ada cara efektif untuk menghindari agar kita tidak terjangkit dalam lingkaran setan penyakit ini yaitu dengan cara pencegahan. Pencegahan ini dapat dilakukan dengan mengubah pola hidup dan kebiasaan buruk yang bisa memicu timbulnya penyakit stroke. Ada tujuh cara yang bisa kita lakukan untuk menghindaripenyakit ini sedini mungkin, yaitu dengan cara sebagai berikut :

1. Menurunkan Tekanan Darah Tinggi
Hypertensi adalah penyakit tekanan darah tinggi yang kronik, hipertensi diketahui sebagai penyebab utama stroke dan perkembangan penyakit-penyakit jantung, serta berkontribusi dalam penyakit-penyakit di otak lainnya. Langkah-langkah yang bisa kita lakukan adalah dengan cara mengontrol tekanan darah kita secara periodik, diet dalam mengkonsumsi garam juga diperlukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi kita. Olahraga yang teratur dan menjaga berat badan yang ideal juga merupakan cara untuk menurunkan tekanan darah kita. Obat-obatan penurun tekanan darah juga diperlukan untuk kasus hipertensi yang parah. Sebelum anda melakukan langkah-langkah diatas alangkah baiknya bila anda berkonsultasi pada petugas medis yang berkompeten.
2. Mengontrol Penyakit Jantung
Penyakit jantung dapat terjadi karena faktor bawaan/keturunan atau terdampak saat kita baru dilahirkan. Penyakit jantung bisa juga terjadi karena adanya penyakit penyerta seperti hipertensi, kegemukan (obesitas), dan kolesterol yang tinggi. Penyakit jantung bisa disebabkan oleh karena penakit arteri jantung, kelainan pada katub jantung, pembesaran ukuran jantung dan jantung yang berdebar-debar. Ada banyak cara untuk mengobati penyakit ini. Cara yang paling efektif untuk mengontrol penyakit jantung ini yaitu dengan cara rajin check-up jantung anda sedini mungkin agar penyakit jantung anda tidak bertambah parah
3. Menurunkan Kolesterol Tinggi
Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa tingginya kolesterol yang kita miliki berkontribusi terhadap berbagai macam penyakit jantung dan penyakit pendarahan pada otak. Cara ampuh untuk menurunkannya yaitu dengan olahraga teratur dan melakukan diet dengan asupan lemak yang moderat. Jangan melakukan diet ketat dengan mengurangi asupan lemak yang berlebihan. Pengunaan obat-obatan terkadang juga diperlukan dengan anjuran dokter pribadi anda.
4. Mengontrol Diabetes
Penyakit diabetes berkontribusi terhadap penyakit jantung (kardiovaskuler) dan penyakit diotak (serebrovaskuler). Diabetes terjadi biasanya karena faktor keturunan, orang dengan diabetes tipe1 biasanya memerlukan management dalam hal pengontrolan kadar gula dalam darah, pasien dengan tipe 1 ini memerlukan insulin untuk mengontrolnya. Sedangkan pasien diabetes tipe 2 memerlukan pengelolaan dalam asupan makanan, management dalam mengontrol berat badan dan biasanya membutuhkan obat-obatan untuk mendapatkan kadar gula darah yang diinginkan.
5. Menurunkan Berat Badan
Kegemukan atau obesity adalah salah satu faktor yang dapat menyebabkan stroke. Orang bertubuh gemuk sangat rentan terhadap hipertensi dan penyakit kolesterol, sebagaimana kita ketahui  kedua penyakit ini dapat menyebabkan penyakit kardiovasculer dan serebrovaskuler. Cara paling efektif untuk menurunkan berat badan adalah dengan diet sehat dan olahraga teratur. Terkadang operasi dan obat-obatan diperlukan jika cara diet dan olahraga tidak bisa digunakan untuk menurunkan berat badan.
6. Berhenti Merokok
Merokok memberikan kontribusi terhadap penyakit jantung, penyakit pendaraha pada otak dan meningkatkan hipertensi. Memang sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan buruk merokok bila kita sudah terbiasa merokok diusia muda. Cara efektif berhenti merokok yaitu dengan cara niat yang baik, mengikuti konseling, bergabung dalam group anti rokok dan mencari mentor yang tepat untuk menghentikan kebiasaan merokok
7. Mengelola Stress
Stress diketahui dapat menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, diabetes dan penyakit serebrovaskuler. Untuk itu mengelola rasa stress dan kecemasan yang berlebihan diyakini bisa menurunkan tingkat stress. Stress tidak bisa diukur secara obyektif sehingga diperlukan pendekatan personal dan emosional untuk mengkounternya.
Semoga bermanfaat dan selalu diberi kesehatan yang barakah. 

Tuesday, October 14, 2014

NYERI PADA LEHER

Apakah Whiplash 

Whiplash injury terjadi disebabkan oleh karena cedera pada struktur jaringan lunak disekitar tulang leher atau diarea leher. Whiplash injuri diidentifikasikan sebagai cedera pada otot/ muscle strain dan cedera pada ligament/ligament sprain didaerah leher. Cedera ini sering disebabkan karena gerakan langsung dan tiba-tiba pada saat anda menekuk leher ataupun meluruskan leher, selain itu posisi tidur yang salah juga dapat menyebabkan whiplash injury.
Leher sangat rentan terhadap cedera ini karena fungsi dari leher yang hampir disemua aktivitas kita sehari-hari melibatkan sendi leher ini. Leher distabilkan oleh ligament dan didukung oleh otot-otot pada setiap banguanan strukturnya sehinngga jika satu elemen dari struktur itu terganggu maka dipastikan akan berpengaruh pada aktivitas leher tersebut. Dan bila itu terjadi bisa dipastikan nyeri yang ditimbulkan akibat whiplash injury tidak bisa kita toliler.

Treatment untuk whiplash

Cara efektif yang bisa anda lakukan untuk mengatasi whiplash adalah dengan mengistirahatkan sendi leher dari setiap aktivitas. Fisioterapi akan menyarankan anda menggunakan collar/support leher untuk beberapa waktu sampai ketegangan otot maupun ligament reda. Biasanya fisioterapi akan menyarankan anda menggunakan collar selama 2 jam setelah itu dilepas untuk beberapa saat dan memakainya kembali,selain itu fisioterapis juga akan mengajarkan kepada anda beberapa latihan penguluran untuk menjaga elastisitas otot di area leher. Dalam beberapa study fisioterapi dilaporkan bahwa penggunaan terapi intermitten (terapi dingin/ice pack dikombinasikan dengan terapi panas/heating) bermanfaat untuk treatment pada cedera jenis whiplash. Selain itu dokter akan merekomendasikan anda untuk mengkonsumsi obat jenis anti-inflamatory sebagai penunjang kesembuhan anda.

Friday, February 19, 2010

FISIOTERAPI PADA DOWN SYNDROME

FISIOTERAPI PADA DOWN SYNDROME
Dari : Joweer


Perkembangan Motorik Kasar (Gross Motor Development)
Perkembangan motorik kasar adalah tahap awal dalam perkembangan setiap anak. Dalam Down Syndrome, fisioterapi menggunakan tahap perkembangan motorik ini untuk mencapai manfaat yang maksimal dan menguntungkan untuk tahap perkembangan yang berkelanjutan. Tujuan dari fisioterapi disini adalah membantu anak mencapai perkembangan terpenting secara maksimal bagi sang anak, yang berarti bukan untuk menyembuhkan penyakit down syndromenya. Dan ini harus dikomunikasikan sejak dari awal antara fisioterapis dengan pengasuhnya supaya tujuan terapi tercapai.
Tujuan Fisioterapi
Fisioterapi pada Down Syndrom adalah membantu anak belajar untuk menggerakkan tubuhnya dengan cara/gerakan yang tepat (appropriate ways). Misalkan saja hypotonia pada anak dengan Down Syndrome dapat menyebabkan pasien berjalan dengan cara yang salah yang dapat mengganggu posturnya, hal ini disebut sebagai kompensasi. Tanpa fisioterapi sebagian banyak anak dengan Down Syndrome menyesuaikan gerakannya untuk mengkompensasi otot lemah yang dimilikinya, sehingga selanjutnya akan timbul nyeri atau salah postur. Jadi tujuan fisioterapi adalah untuk mengajarkan pada anak gerakan fisik yang tepat. Untuk itu diperlukan seorang fisioterapis yang ahli dan berpengetahuan dalam masalah yang sering terjadi pada anak Down syndrome seperti low muscle tone, loose joint dan perbedaan yang terjadi pada otot-tulangnya. Intensitas Terapi
Biasanya fisioterapi akan menjadwalkan anak dengan Down Syndrome seminggu sekali untuk terapi, tetapi terlebih dahulu fisioterapi melakukan pemeriksaan dan menyesuaikan dengan kebutuhan yang dibutuhkan anak dlm seminggu. Disini peran orangtua sangat diperlukan karena merekalah nanti yang paling berperan dalam melakukan latihan dirumah selepas diberikannya terapi. Untuk itu sangat dianjurkan untuk orangtua atau pengasuh mendampingi anak selama sesi terapi agar mereka mengetahui apa-apa yg harus dilakukan dirumah.

Wednesday, April 8, 2009

LATIHAN KESEIMBANGAN

BALANCE EXERCISE
Dari Jowir (fisioterapis anda)

Latihan keseimbangan adalah latihan khusus yang ditujukan untuk membantu meningkatkan kekuatan otot pada anggota bawah (kaki) dan untuk meningkatkan sistem vestibular/kesimbangan tubuh. Organ yang berperan dalam sistem keseimbangan tubuh adalah 
balance perception. Latihan keseimbangan sangat penting pada lansia (lanjut usia) karena latihan ini sangat membantu mempertahankan tubuhnya agar stabil sehingga mencegah terjatuh yang sering terjadi pada lansia. Setiap tahunnya di Amerika Serikat dilaporkan sekitar 300.000 kasus patah tulang pada hip disebabkan karena terjatuh. Latihan keseimbangan ini sangat berguna untuk memandirikan para lansia agar mengoptimalkan kemampuannya sehingga menghindari dari dampak yang terjadi yang disebabkan karena ketidakmampuannya.
Otak, otot dan tulang bekerja bersama-sama menjaga keseimbangan tubuh agar tetap seimbang dan mencegah terjatuh. Ketiga organ ini merupakan sasaran yang terpenting dan harus dioptimalkan pada latihan keseimbangan, untuk itu program latihan integrasi yang lengkap harus dipersiapkan oleh seorang fisioterapis. Dasar untuk menciptakan program latihan keseimbangan yaitu pada awalnya adalah latihan penguatan kemudian latihan penguatan tersebut dimodifikasikan dengan latihan keseimbangan seperti berdiri dengan satu kaki atau memejamkan mata.
Fisioterapis sangat membantu dalam memepercepat keseluruhan proses dan membantu mendesign program latihan keseimbangan yang terintegrasi sesuai dengan tingkatan level manakah keseimbangan anda.

Latihan keseimbangan dapat dilakukan dirumah dan dapat dilakukan sehari-hari, dimulai dari yang sederhana kemudian dilanjutkan kelevel yang sulit. Dibawah ini beberapa latihan sederhana yg dapat dipraktekkan dirumah :


Untuk Beginer : 
1. Berdiri disamping kursi yang tinggi yang memungkinkan tangan kita untuk memegangnya
2. Gengamlah pegangan kursi tersebut
3. Angkat satu kaki dan pertahankan kesimbangannya ketika berdiri
4. Tahan sampai hitungan kesepuluh
5. Ulangi pada kaki yang lain
6. Lakukan pada setiap kaki 5 kali


Untuk intermediate : 
1. Berdiri disamping kursi yang tingi yang memungkinkan tangan kita untuk memegangnya.
2. Tanpa memegang genggaman kursi tersebut angkatlah satu kaki anda
3. Tahan sampai hitungan kesepuluh
4. Ulangi pada kaki yang lain
5. Lakukan pada setiap kaki 5 kali

Untuk Advance : 

1. Berdiri disamping kursi yang tinggi hanya untuk berjaga-jaga saja
2. Tanpa menggenggam kursi angkatlah kaki anda
3. Kemudian pejamkan kedua mata anda
4. Tahan sampai hitungan kesepuluh
5. Ulangi pada kaki yang lain
6. Lakukan pada setiap kaki 5 kali

PERAN FISIOTERAPI PADA STROKE

PERAN SERTA FISIOTERAPI PADA STROKE
Dari Jowir (fisioterapis anda)


Rehabilitasi stroke adalah program pemulihan pada kondisi stroke yang bertujuan untuk mengoptimalkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke, sehinga mereka mampu mandiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Program rehabilitasi ini bisa dibilang merupakan program yang tidaklah mudah, karena setelah stroke terkadang menyisakan kelumpuhan terutama pada sisi yang terkena, timbul nyeri, subluksasi pada bahu, pola jalan yang salah dan masih banyak kondisi yang perlu dievaluasi oleh fisioterapis.

Fisioterapis dalam memulai rehabilitasi stroke ini harus disegerakan atau dalm istilahnya mendesak dimulai dari stadium akut. Fisioterapis harus mengevaluasi terlebih dahulu tentang apa yang tidak mampu pasien lakukan dan hasil akhir yang akan dicapai dari rehabilitasi stroke ini. Contoh ketidakmampuan yang dimiliki oleh pasien stroke adalah : kelemahan dan penurunan daya tahan otot, penurunan range of motion /luas gerak sendi, gangguan sensasi pada angota badan dan masalah pada pola jalannya. rehabilitasi stroke harus mengacu pada kondisi yang dialami pasien saat itu sehingga rencana untuk rehabilitasi ini lebih terarah dan efisien.
Pada rehabilitasi stroke pasien akan belajar menggunakan anggota tubuh yang terkena stroke yang seringkali anggota tubuh ini jarang digunakan atau tidak digunakan sama sekali oleh pasien, sedangkan fisioterapis mengevaluasi apakah anggota tubuh yang terkena stroke tersebut fungsinya sama dengan kondisi sebelum stroke. Jika tidak maka fisioterapis akan mengajarkan bagaimana mengoptimalkan angota tubuh sisi yang terkena.

Fisioterapis menggunakan program rehabilitasi ini untuk memastikan bahwa pasien benar-benar memakai anggota tubuh yang terkena stroke. Fisioterapis harus membuat latihan yang bertujuan mengoptimalkan anggota tubuh yang terkena tersebut, dengan cara menciptakan suatu aktivitas yang sederhana/mudah dipahami pasien dan mengacu pada kekurangan apa yang harus ditambahkan pada pasien. Terkadang perlu juga menciptakan suatu aktivitas dimana pasien tidak mengetahui bahwa sebenarnya latihan tersebut ditujukan untuk anggota tubuh yang lemah.
Jika pasien kesulitan dalam melakukan gerakan aktif seuai dengan luas gerak sendinya maka fisioterapis dapat membantu memfasilitasi gerakan aktif tersebut. Karena dengan ketidakmampuan yang dimiliki oleh angota tubuh sisi yang terkena dalam melakukan fungsinya, kebanyakan pasien selalu menggunakan sisi yang sehat untuk melakukan aktivitas aktif. Dalam memberikan latihan seorang fisioterapis tidak saja terfokus pada sisi yang sakit saja tetapi sisi yang sehat juga harus dioptimalkan fungsinya, karena sisi yang sehat sangat menopang untuk program rehabilitasi.
Penelitian terbaru menunjukkan fisioterapi dapat membantu meningkatkan kapasitas fisik dan kemampuan fungsional pasien stroke pada program rehabilitasi jika pasien melanjutkan program latihan tersebut secara teratur dirumah. Pasien akan belajar pola jalan yang benar, meningkatkan kekuatan ototnya, selain itu di program rehabilitasi ini mereka akan mendapatkan parogram latihan keseimbangan dan bagaimana cara memperbaiki postur ubuhnya dan latihan yang bagaimanakah yang dapat menghindarkan dari terjatuh.

Ada bermacam-macam metode yang bisa ditawarkan fisioterapi untuk kasus ini, dan semua metode tersebut bertujuan mengembalikan kapasitas fisik dan fungsional anggota tubuh yang terkena stroke. Elektrikal stimulasi, hidroterapi dan beberapa metode yang lain bisa ditawarkan fisioterapis. Untuk itu rehabilitasi stroke tidak lengkap bila tidak ada campur tangan dari fisioterapi.

Friday, June 6, 2008

LATIHAN PADA STROKE

Kompetensi Fisioterapi Dengan Stroke
Dari:Jowir
Kumpulan Makalah Ft pak yuli


Gambaran Umum :

Stroke adalah kematian sel otak yang mendadak atau tiba-tiba oleh karena gangguan sirkulasi darah ke otak. ketika asupan darah keotak lemah, oksigen dan nutrisi yang penting untuk otak tidak dapat disalurkan. Akibatnya tenjadi ketidak normalan fungsi otak. Gangguan aliran darah keotak dapat terjadi oleh karena blokade atau kerusakan dari pembuluh arteri.
Stroke dapat disebabkan oleh trombosis, emboli, perdarahan subarachnoid dan lain-lain yang menimbulkan hemiplegia. Pemberian latihan pada pasien stroke akibat trombosis dan emboli jika tidak ada komplikasi lain dapat dimulai 2­3 hari setelah serangan dan bilamana terjadi perdarahan subarachnoid dimulai setelah 2 minggu. Pada stroke karena trombosis atau emboli pada penderita infark miokard tanpa komplikasi, program latihan dapat dimulai setelah minggu ke tiga, tetapi jika segera menjadi stabil dan tidak didapatkan aritmia, latihan yang gentle dapat dimulai pada hari ke sepuluh. Pada stroke yang berat lebih aman menunggu sampai tercapai complete stroke kemudian baru dimulal program latihan, meskipun hanya gerakan pasif saja yang diberikan. Jika proses penyebabnya dicurigai berasal dari arteri karotis ditunggu 18 s/d 24 jam dan jika penyebabnya dari sistem vertebrobasiler tunggu sampai 72 jam sebelum memastikan tidak ada perburukan lagi.
Ada beberapa bentuk metode atau tipe latihan yang dapat diaplikasikan oleh pasien stroke diantaranya adalah :
1. Conservative/Tradisional :
Metode latihan ini terkesan umum dan latihan-latihannyapun didasarkan penekanan pada pencegahan & perawatan kontraktur dengan mempertahankan luas gerak sendi atau latihan Range Of Motion (ROM exercises). Memperkenalkan mobilisasi dini kepasien dengan cara pengoptimalan sisi yang sehat untuk mengkompensasi sisi yang sakit. Tipe jenis latihannya adalah penguatan dengan menggunakan tahanan.
2. Propioseptive Neuromuscular Fascilitation (Metode PNF)
Metode latihan ini bertujuan untuk merangsang respon mekanisme neuromuskuler melalui stimulasi proprioseptor. Bertujuan memfasilitasi pola gerakan sehingga mencapai “functional relevant” dengan tujuan memfasilitasi irradiasi impuls untuk tubuh bagian lain yang berhubungan dengan gerakan utama. Menggunakan rangsangan proprioseptif (streetching/peregangan otot, active movement/gerakan sendi dan resisted/tahanan terhadap kontraksi otot sebagai input sensorik yang didesain untuk memfasilitasi kontraksi otot spesifik). 
# Tehnik-tehnik dari PNF dapat dijabarkan sebagai berikut#
1. Pemberian tahanan maksimal
2. Traksi &aproksimasi sendi
3. Quick stretch
4. Cutaneous pressure (hold &grip)
5. Gerakan sinergis (untuk memperkuat gerakan yang lemah)
6. Mempergunakan aba-aba yang sederhana (verbal)
7. Pola gerak : spiral - diagonal

3. Movement Therapy/Brunnstorm

Konsepnya :
Reedukasi otot menggunakan latihan refleks.

Dasar teori :
Kerusakan susunan syaraf pusat/SSP telah menyebabkan evolusi terbalik & regresi kembali ke pola gerak filogenetik yang lebih tua (terjadi sinergi dan refleks primitive). Sinergi & refleks primitive ini dianggap sebagai bagian normal dari proses penyembuhan sebelum terbentuk pola baru.


Kombinasi eksteroseptif & proprioseptif
Tehnik :
1. Memberikan tahanan pada ekstremitas yang normal, tapping (input sensoris) & tehnik relaksasi
2. Diberikan sesuai dengan 6 stadium penyembuhan Twitchell :Flasiditas, Spastisitas dan onset sinergi, Peningkatan spastisitas & beberapa control sinergi volunteer, Penurunan spastisitas & peningkatan control sinergi volunteer, Tidak adanya control fungsi motorik dari sinergi, Gerakan sendi individual
3. Tahapan tehnik latihan : Merangsang gerak sinergis (Associated Reaction Pathological Tonic Neck & Labyrinthine reflex)

Mengontrol gerakan sinergi :
- Latihan terlepas dari pengaruh pola sinergis (dengan gerakan kombinasi pola sinergis antagonis)
- Merangsang fungsi tangan & jari tangan secara volunteer, ada beberapa tahapan yang harus diperhatikan dalam latihan ini diantaranya adalah :
Tahap 1-3 : merangsang control volunteer sinergis & memakai gerakan ini untuk aktifitas stabilisasi obyek /àyang bertujuan (ROM bahu, abd volunteer, untuk ADL memegang, menjinjing, dll)
Tahap 4-5 : mengontrol flexor & ekstensor sinergi sehingga penderita dapat melakukan aktifitas fungsional
Tahap 6 : ketrampilan tangan dengan melatih fungsi tangan

4. Neurodevelopmental Technique/Bobath

Dasar teori :
Pola gerakan patologis tidak boleh digunakan untuk latihan oleh karena penggunaan berulang jalur eferen patologis dapat menyebabkan ekspansi ke jalur normal. Menggunakan konsep hirarki fungsi SSP manusia, dengan komponen yang saling integral : input sensorik & system feedback motorik. Konsep motor relearning mungkin dapat berurutan seperti pada perkembangan normal dan Berlawanan dengan Brunnstorm & PNF.
Prinsip :
1. Kontrol pola spastisitas dengan menghambat pola abnormal
2. Fasilitasi pola normal / refleks postural normal (righting & equilibrium reaction)
Tujuan :
1. Stabilisasi tonus postural
2. Inhibisi pola abnormal / gerakan abnormal
3. Fasilitasi refleks otomatis & pola gerakan normal yang lebih selektif & persiapan ketrampilan fungsional
Tehnik :
1. Reflex Inhibiting Posture/pattern (RIP) : meletakkan anggota gerak dalam posisi pola antispastik
2. Key Point of Control (KPOC) : menghambat spastisitas & pola gerak abnormal sekaligus memberi fasilitasi pola gerak yang normal
a. Proximal KPOC (shoulder, hip dan trunk)
b. Distal KPOC (tangan & kaki) Tidak menganjurkan pemakaian alat bantu jalan, oleh karena latihan NDT menekankan penggunaan & weight bearing pada sisi lumpuh
3. Push-pull technique : tehnik untuk menimbulkan ekstensi terutama pada lengan di mana fleksi lebih dominan
4. Placing & holding : mempertahankan posisi dalam RIP position
5. Tapping : pada otot antagonis dari otot yang spastik

5. Sensory Motor Approach

Fasilitasi/inhibisi pergerakan melalui stimulasi proprioceptor, exteroceptor atau enteroceptor.

Teori :
Deficit motorik adalah hilangnya fungsi yang terjadi dipandang dari sudut pandang yangàselama perkembangan sensorimotorik normal berhubungan dengan input sensorik

Stimulasi kulit untuk fasilitasi stabilisasi & mobilisasi otot :
1. Stimulasi free nerve ending : Fasilitasi pada kulit di atas otot stabilisator 30 menit sebelum terapi untuk brushing yang tujuannya memfasilitasi gamma motor neuron dengan tujuan untuk stabilitas otot proksimal sendi (biasanya menggunakan electrically powered brush), Aplikasi dengan es (suhu 12-17derajat F) 3-5 menit memfasilitasi C fiber
2. Fasilitasi mobilizing muscle : Quick stroking / icing pada tangan, kaki & bibir
3. Stimulasi otot stabilisator : Electric brushing/repetitive icing dengan tujuan stimulasi stabilisator secondary muscle & inhibisi spastic mobilizing muscle