Showing posts with label Regio Shoulder. Show all posts
Showing posts with label Regio Shoulder. Show all posts

Sunday, November 2, 2014

PENGULURAN PADA BAHU

Bahu adalah jenis sendi tipe ball & socket sehingga memungkinkan setiap gerakan terjadi pada sendi ini. Jika terjadi kekakuan pada sendi bahu ini maka anda akan mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari seperti menyisir rambut ataupun memasang ikat pinggang.
Kekakuan pada bahu bisa terjadi disebabkan oleh banyak faktor, pasien dengan riwayat cidera bahu maka otot-otot dan tendon pada rotator cuff akan menjadi kaku. Begitupula pasien yang menjalani proses operasi bahu seperti rotator cuff repair, bisa dipastikan otot-otot rotator cuffnya menjadi kaku dan perlu dilakukan penguluran yang efektif. Selain itu pasien dengan riwayat patah tulang pada lengan atau tangan bisa juga membuat bahu menjadi kaku, hal itu disebabkan karena penggunaan arm sling dalam proses pemulihannya.
Frozen shoulder juga merupakan kondisi yang bisa menyebabkan bahu menjadi kaku, diperlukan waktu dan penanganan khusus untuk memulihkan kondisi frozen shoulder ke kondisi semula. Fisioterapis harus benar-benar fokus untuk mengembalikan kapasitas fisik dan fungsional bahu dengan menerapkan tehnik khusus untuk kasus ini, terapi latihan ataupun modality bisa digunakan sebagai penunjang untuk memepercepat proses rehabilitasi.
Mengingat begitu pentingnya bahu dalam setiap aktivitas maka jika anda mengalami kasus kekakuan pada bahu maka anda harus berbuat sesuatu untuk mengatasinya. Penguluran bahu dengan menggunakan handuk adalah latihan penguluran yang terbaik untuk mengatasi masalah kekakuan bahu. Latihannya sangat sederhana dan dapat anda lakukan dimanapun anda berada. Latihan ini sangat bagus untuk menjaga pergerakan sendi bahu dengan menjaga elastisitas otot disekitar sendi bahu anda dan latihan ini juga bisa digunakan untuk mencegah agar kekakuan tidak terjadi pada bahu anda. Caranya sangat sederhana yaitu dapat anda simak sebagai berikut :
1. Sediakan handuk panjang untuk mandi atau handuk pantai atau kain atau ikat pinggang juga bisa
2. Genggam handuk tersebut satu tangan diatas dan satu tangan dibawah (posisi berkebalikan), sebagai contoh anda ingin mengulur bahu yang kanan maka lengan kiri berada diatas sedangkan lengan kanan berada dibawah
3. Genggam erat handuk kemudian tarik handuk keatas secara perlahan-lahan sampai anda merasakan bagian samping depan bahu kanan anda terulur
4. Jika anda meraskan penguluran pada area tersebut maka tahan sampai sepuluh hitungan atau kira-kira sepuluh detik
5. Kembalikan pada posisi awal dan ulangi gerakan seperti diatas 3 kali
Penguluran ini dapat anda lakukan dimana saja dan bisa anda lakukan dua kali dalam sehari, bisa dilakukan pada pagi dan petang. Penguluran ini sangat berguna untuk menjaga pergerakan sendi bahu anda dan dapat mencegah kekakuan. Selain itu dengan penguluran teratur dapat meningkatkan luas gerak sendi.

Tuesday, October 14, 2014

FISIOTERAPI PADA DISLOKASI BAHU

Jika anda mengalami benturan keras atau cidera pada bahu, kemudian dikuti nyeri yang berkepanjangan kemungkinan anda mengalami dislokasi bahu. Dislokasi pada bahu dapat terjadi jika sendi pada bahu (ball & socket joint) terpisah yaitu bila ball terpisah dari socket maka itu dinamakan dislokasi yang sesungguhnya, tetapi bila ball keluar dari socket dan kembali lagi ketempat semula maka itu dinamakan subluksasi. Baik dislokasi dan subluksasi pada bahu kedua-duanya dapat menyebabkan kerusakan jaringan lunak disekitarnya, untuk itu segeralah ke medis untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut jika nyeri yang anda alami tidak kunjung reda.
Penyebab paling banyak dari dislokasi atau subluksasi adalah benturan yang sangat keras pada bahu baik benturan yang terjadi pada arah samping ataupun arah belakang pada saat melakukan olahraga atletik. Jatuh pada posisi tangan terulur berlebihan juga dapat menyebabkan dislokasi maupun subluksasi. Terkadang seseorang dilahirkan dengan kondisi sendi bahu yang tidak stabil/renggang sehingga membuat potensi dislokasi ataupun subluksasi menjadi lebih besar.

Penanganan Dislokasi/Subluksasi
Jika anda mengalami dislokasi maka dokter akan segera mereposisi bahu anda maksudnya dokter akan mengembalikan posisi bahu anda keposisi semula/posisi anatomis sendi bahu. Dokter akan mendiagnosa dislokasi pada bahu berdasarkan posisi bahu anda, jika pergeseran bahu kedepan maka diagnosanya adalah anterior dislokasi, jika bergesernya kebelakang maka disebut posterior dislokasi dan jika bahu anada tertarik kebawah maka diagnosanya adalah inferior dislokasi. Jika anda mengalami subluksasi maka dokter akan menjelaskan bagian mana yang terdampak mengalami kerusakan misalnya pada otot, tendon ataukah pada ligamentnya. Dokter juga akan melakukan X-ray pada kedua kondisi tersebut untuk memastikan tidak ada patah tulang/keretakan pada tulang lengan atas/humerus.
Setelah semua prosedur diatas dilaksanakan maka pasien dengan dislokasi ataupun subluksasi akan dirujuk pada fisioterapi untuk memperoleh sling/bahu support. Sling berguna untuk meminimalkan gerakan pada bahu. Fisioterapis akan memilihkan ukuran sling berdasarkan ukuran bahu anda, selain itu fisioterapis akan mengajari anda tentang penggunaan sling yang tepat baik cara dan waktunya. Fisioterapis akan mengajari anda pula tentang latihan sederhana untuk menjaga fungsi fisik dari sendi bahu anda.

Peran Fisioterapi
Dalam memberikan pelayanannya, fisioterapi akan mengevaluasi dari awal tentang riwayat dislokasi, seberapakah tingkatan nyerinya, keluhan yang anda alami bahkan riwayat penyakit penyertapun akan dievaluasi fisioterapis untuk menciptakan pelayanan yang aman.
Keluhan yang sering fisioterapis dapatkan adalah :
1. Nyeri
2. Penurunan Luas Gerak Sendi
Hal ini disebabkan karena pasien dengan dislokasi atau subluksasi yang menyebabkan kerusakan jaringan disekitar bahu diwajibkan menggunakan sling untuk proses pemulihan. Penggunaan sling ini berdampak pada ketegangan otot disekitar bahu. Penerapan latihan LGS sangat dianjurkan untuk mengembalikan fungsi sendi bahu seperti sediakala. Penguluran yang gentle juga sangat bermanfaat untuk kasus ini
3.Penurunan Kekuatan Otot
Dalam mengevaluasi kekuatan otot fisioterapis biasanya menggunakan standar MMT (manual muscle testing). Fisioterapis akan menunjukkan dilevel manakah kekuatan otot anda saat itu dengan merujuk pada kriteria yang ada pada MMT disetiap levelnya. Latihan penguatan secara bertahap sangat diperlukan untuk meningkatkan kekuatan otot, bila kekuatan otot disekitar bahu meningkat maka stabilitas sendipun akan terjaga pula. Dalam latihan ini otot-otot triceps maupun biceps juga dilibatkan agar stabilitas sendi segera terbentuk.
4. Posture Tubuh
Karena nyeri dan dislokasi yang terjadi, biasanya pasien lebih cenderung mengkompensasi gerakan yang melibatkan bahu yang dislokasi, akibatnya bila hal ini dilaksanakan terus menerus maka posisi postur tubuh akan terganggu. Latihan correct posture dapat langsung diterapkan oleh fisioterapis untuk menjaga postur tubuh. Buatkanlah design latihan yang cocok pada pasien berdasarkan kebutuhan pasien

Friday, December 13, 2013

ROBEKNYA OTOT LENGAN ATAS

Biceps Rupture
Dari : Jowir


Biceps rupture adalah kondisi dimana terjadi kerobekan komplit pada otot biceps brachii baik yang mengenai satu atau lebih tendon otot biceps maupun perut otot (muscle bellies) itu sendiri. Secara anatomis letak dari otot ini berada pada bagian depan lengan kita. Otot ini mempunyai dua muscle bellies yang diketahui sebagai bicep berkepala panjang (caput longum) dan bicep berkepala pendek (caput brevis).Otot bicep caput longum berorigo pada tuberositas supraglenoidales pada scapula dan caput brevis pada processus coracoideus discapula dan otot ini berinsersio pada posterior tuberositas radii.
Selama otot ini berkontraksi, tekanan akan terjadi pada otot biceps dan tendonnya, namun ketika tekanan tinggi yang terjadi berulang-ulang/berlebihan dengan disertai kekuatan yang besar, maka besar kemungkinan otot/tendon ini akan mengalami kerusakan. Terkadang juga kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan tendon otot menjadi rupture (rupture otot biceps sangat jarang terjadi pada muscle belly). Dan bila ini terjadi maka kondisi ini dinamakan biceps rupture. Biceps rupture umumnya terjadi pada lansia yang mempunyai riwayat cidera dan peradangan pada otot bicepsnya. Bicep brachii caput longum adalah bagian yang sering terdampak.
Biceps rupture sering terjadi karena adanya tekanan yang berlebihan dan tiba-tiba pada otot biceps. Aktivitas yang memprovokasi timbulnya rupture terjadi pada saat mengangkat beban yang berat diatas kepala, elevasi lengan disertai beban yang berat dan menekuk siku dengan beban yang diambang batas (angkat besi dan body builders). Terkadang rupture juga terjadi pada kondisi otot yang terluka/strain yang dipaksakan beraktivitas secara terus-menerus. 

Tanda Dan Gejala Biceps Rupture
Pasien dengan rupture bicep biasanya mengalami nyeri yang tiba-tiba di bagian depan bahu, lengan atas ataupun disiku . Hal ini dikaitkan kerana kerobekan komplit yang terjadi pada tendon ataupun otot yang berpengaruh pada syaraf sensorinya juga. Nyeri hebat biasanya timbul pada malam hari ataupun pada pagi hari disaat bangun dari tidur. Deformitas/perubahan bentuk pada otot biceps bisa langsung teramati dengan membandingkan dengan otot biceps sisi yang sehat, untuk mengetahuinya kontraksikan otot biceps dengan menekuk siku anda maka otot yang rupture akan terlihat benjolan jelas di setiap pergerakan ototnya.


Kekakuan, pembengkakan dan memar terlihat keesokan hari dan akan berlangsung sampai beberapa hari kemudian. Kelemahan otot pada bahu dan siku akan terasa disaat anda mengangkat suatu beban, mengelevasi lengan ataupun menekuk siku. Dan kebanyakan pasien rupture tendon akan memakai kekuatan bahunya untuk menyelesaikan aktivitas seperti yang tersebut diatas.

Peran Fisioterapi
Untuk fase awal rupture tendon ataupun otot biceps brachii, fisoterapis dapat mengaplikasikan R.I.C.E (Rest, Ice, compression, Elevation) untuk waktu kurang dari 72 jam.
Untuk pasien dengan rupture tendon biceps bagian bawah, treatment yang tepat adalah dengan operasi pemasangan kembali tendon yang rupture. Setelah operasi pasien akan diberikan waktu istirahat untuk proses pemulihan dan rehabilitasi dibawah bimbingan surgeon dan fisioterapis. Begitu juga pasien dengan rupture pada tendon bicep caput longum ataupun tendon bicep caput brevis dianjurkan untuk melakukan operasi tersebut untuk mendapatkan hasil optimal.  Fisioterapis dapat mendesign program-program anda pada saat masa istirahat dan pemulihan.
Kesuksesan dari treatment yang diberikan oleh surgeon dan fisioterapis sangat tergantung dari peran serta pasien dalam memahami dan melakukan aktivitas baik dari saat periode istirahat sampai saat gejala rupture hilang sama sekali. Pada saat proses pemulihan, hindari gerakan yang membuat/memprovokasi nyeri, hal ini dimaksudkan agar tubuh diberi kesempatan untuk memperbaiki jaringan yang telah rusak. Setelah waktu yang ditentukan surgeon dan fisoterapis (tergantung kesuksesan operasi) dengan ditandai gejala rupture yang hilang, fisioterapis dapat mendesign program pemulihan lanjutan.
Obat-obatan Anti-inflammatory biasanya diberikan pada pasien untuk menunjang proses healing dengan tujuan mengurangi nyeri dan mengurangi pembengkakan.
Fisioterapis sangat berperan sekali dalam proses rehabilitasi dengan cara mendesign program latihan flexibility dan penguatan otot secara berkala disesuaikan dengan kondisi dan apa yang dibutuhkan pasien. Massage, joint mobilization, streetching, electrotherapy adalah ketrampilan yang bisa ditawarkan fisioterapi. Tujuan utama yang harus dicapai seorang fisioterapis adalah pengurangan nyeri, meningkatkan LGS (luas gerak sendi), meningkatkan kekuatan otot dan yang paling penting adalah peningkatan aktivitas sehari-hari pasien.  Dalam hal ini kerjasama antara pasien dengan fisioterapis dan orthopedic harus terjalin dengan baik, sehingga hasil yang dicapaipun optimal.


Monday, November 4, 2013

NYERI PADA BAHU

Rotator Cuff Tear
Dari : Jowir


Rotator cuff adalah sekelompok otot yang berasal dari tulang belikat dan menempel pada tulang lengan atas (tulang humerus) dan melalui tendon yang bernama rotator cuff. Secara bersama-sama otot-otot ini menstabilkan sendi bahu/shoulder dan membantu memfasilitasi gerakan elevasi dan rotasi pada bahu. Otot rotator cuff terdiri dari 4 otot yaitu otot supraspinatus, otot infraspinatus, otot ters minor dan otot subscapularis. Selama otot rotator cuff berkontraksi, tekanan secara keseluruhan dibebankan pada otot rotator cuff dan tendonnya. Jadi bila tekanan yang diberikan berlebihan, maka kemungkinan terjadi robekan/tear juga semakin besar. Jenis dari crobekan ini bisa sebagian atau total pada salah satu otot-otot rotator cuff, biasanya otot supraspinatus adalah otot yang paling sering terkena cedera dari adanya tekanan yang berlebihan pada rotator cuff.

Penyebab Rotator Cuff Tear
Rotator cuff tear biasanya terjadi secara tiba-tiba karena adanya tekanan yang besar yang melebihi kemampuan otot-otot dan tendon dalam menahan tekanan tersebut. Aktivitas tersebut misalnya mengankat suatu beban yang sangat berat, proses tarik dan dorong sesuatu yang berat. terjatuh dengan posisi bahu yang overstretch dan sebagainya. Pada beberapa kasus rotator cuff sering terjadi pada lansia yang melakukan aktivitasnya dengan mengangkat, menarik, melempar sesuatu yang berat. Untuk atlet sering terdampak juga pada atlet yang banyak menggunakan aktivitas melempar (criket, baseball), atlet swimming, tenis dll.

Tanda dan Gejala Rotator Cuff Tear
Biasanya pasien akan mengalami nyeri yang mendadak pada bahu jika melakukan aktivitas yang memprovokasi otot rotator cuff bekerja. Sifat dari nyeri ini terlokalisir pada bahu tetapi terkadang pasien juga mengalami nyeri radiatic sampai siku atau tangannya.
Pasien dengan rotator cuff tear akan kesulitan dalam mengelevasikan tangan yang terdampak. Pasien akan merasakan sakit jika mengankat barang keatas melebihi kepala. Selain itu pasien merasa kesulitan dalam aktivitas dorong dan tarik pada tangan yang terdampak.


Fisioterapi Pada Rotator Cuff Tear

Fisioterapi dapat membantu anda memulihkan kembali kondisi anda dan meningkatkan aktivitas fungsional sehari.hari. Dalam kasus ini fisi terapi menawarkan berbagai ketrampilannya yaitu :
  • soft tissue massage
  • electrotherapy (ultrasound)
  • joint mobilization
  • ice or heat treatment
  • Penggunaan dan pemasangan sling
  • Mendesign latihan yang progress untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitasnya
  • hydrotherapy
  • education
  • training and saran
  • technique correction/ koreksi teknik
  • postural correction/koreksi postural
  • Memonitori aktivitas yang pasien anda lakukan di departemen fisioterapi