Showing posts with label Ankle & foot. Show all posts
Showing posts with label Ankle & foot. Show all posts

Tuesday, April 21, 2015

REHABILITASI TARSAL TUNNEL SYNDROME

Pemeriksaan Tarsal Tunnel Syndrome
Pemeriksaan dan diagnosis tarsal tunnel syndrome yang paling utama adalah mengobservasi daerah pergelangan kaki dan daerah kaki yang terdampak. Inspeksi pada pergelangan kaki terhadap bentuk dan anatomy kaki biasanya akan diketemukan bentuk kaki yang overpronasi ataupun flatfoot.
Palpasi pada pergelangan kaki pasien terutama pada daerah sekitar maleolus medialis akan ditemukan nyeri maupun nyeri tekan. Tinel's Sign adalah test yang digunakan untuk mendiagnosis tarsal tunnel syndrome. Caranya sangat mudah, peralatan yang digunakan hanya hammer medic ataupun tangan terapis. Fisioterapis hanya mengetukkan hammer ataupun tangannya kedaerah dibawah ataupun didepan maleolus medialis pasien, jika pasien mengeluh nyeri seperti tertusuk paku atau jarum maka hasilnya pasien positif terdampak tarsal tunnel syndrome.

Rehabilitasi Tassal Tunnel Syndrome
Dalam kasus ini rehabilitasi difokuskan pada cara-cara dasar mengurangi nyeri dan peradangan, memperbaiki penyebab tarsal tunnel syndrome, penguluran dan latihan penguatan. Kebanyakan kasus ini tidak memerlukan operasi untuk menanganinya dan alangkah baiknya sebelum melakukan latihan-latihan ini informasikan kepada fisioterapis anda ataupun dokter yang berkompeten.

Tujuan Rehabilitasi Tarsal Tunnel Syndrome

1. Mengurangi Nyeri dan Peradangan
Istirahat dari aktivitas yang menimbulkan nyeri dan memperparah keadaan seperti lari, lompat maupun menaiki tangga wajib dilakukan. Untuk menghindari dari aktivitas tersebut anda dapat memodifikasi aktivitas yang awalnya full weight bearing menjadi partial weight bearing ataupun non weight bearing dengan menggunakan cruthces/kruk. Bagi anda para atlet anda dapat mengganti aktivitas lari atau lompat dengan bersepeda atau berenang, sehingga kebugaran anda masih terjamin dalam proses rehabilitasi ini.
Aplikasikan Cold Therapy pada daerah yang mengalami peradangan, perlu anda ingat jangan mengaplikasikan es secara langsung kekulit tetapi gunakan handuk atau kain untuk membungkus es tersebut dan letakkan pada daerah yang mengalami nyeri dan peradangan selama 15 menit.
Tahapan rehabilitasi ini berlangsung selama 48 jam bahkan lebih tergantung dari derajad keparahan nyeri dan seberapa besar anda fokus dalam masalah ini.

2. Memperbaiki Disfungsi Biomechanics
Pasien yang mengalami tarsal tunnel syndrome biasanya memiliki kaki yang overpronation (dimana bentuk kaki memutar kedalam), sehingga bila tidak diperbaiki bentuk kakinya maka pasien akan rentan terdampak lagi setelah program rehabilitasi selesai. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan pada bentuk kakinya, caranya dengan memperbaiki sepatu yang dipakainya untuk beraktivitas. Anda dapat menjumpai sepatu dengan merek tertentu mempunyai dual density mildsole pada designnya. Material yang keras dan kuat yang berada dalam sepatu tersebut dapat membantu memperbaiki bentuk kaki anda. Tetapi saran saya untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam mengoreksi kaki anda, maka alangkah baiknya jika anda datang ke departemen orthotic prostetic di klinik atau rumah sakit orthopedic.

3. Latihan Penguluran dan Penguatan Kaki
Latihan penguluran dan penguatan bisa dilakukan dengan catatan tidak ada nyeri hebat pada pasien, Penguluran dapat dilakukan pada otot-otot kaki bawah karena otot-otot ini berfungsi saat dorsi-fleksi kaki yang mana pada posisi ini dapat memprovokasi nyeri. Penguluran dapat dilakukan 3 kali/hari dan lakukanlah secara teratur setiap harinya.
Latihan pada otot-otot supinator pada kaki sangat membantu untuk mengurangi overpronasi pada kaki. Penguatan pada otot tibialis posterior dan penguatan pada otot-otot peroneal sangat membantu dalam kasus ini karena bisa melambatkan gerakan pronasi




Friday, April 17, 2015

TARSAL TUNNEL SYNDROME

Tarsal tunnel syndrome adalah nyeri pada kaki yang disebabkan oleh tertekannya syaraf tibial posterior yang mana posisi dari syaraf tersebut melintasi terowongan tarsal yang letaknya tepat di bawah tulang di bagian dalam pergelangan kaki.
Gejala yang sering dirasakan oleh pasien adalah nyeri seperti terbakar atau nyeri yang menjalar pada daerah lengkungan kaki sampai ke tungkak bahkan kadang pasien merasakan nyeri sampai ke ibu jarinya. Nyeri seperti tertusuk atau kesemutan biasanya dirasakan pada seluruh telapak kakinya, nyeri akan bertambah bila melakukan aktivitas lari atau berdiri terlalu lama, terkadang nyeri bertambah ketika malam hari. Nyeri tekan positif pada pasien di area maleolus medialis. Untuk memastikannya fisioterapis dapat menggunakan tinels test untuk mendiagnosis tarsal tunnel syndrome.
Tarsal tunnel syndrome terjadi bila syaraf tibial posterior yang terletak pada pergelangan kaki terjebak atau tertekan, faktor yang membuat syaraf tersebut tertekan adalah gerakan overpronation (menggerakan rotasi kaki kedalam). Tetapi terkadang tarsal tunel syndrome terjadi oleh karena kasus osteoarthritis, rheumatoid arthritis, tenosinovitis dan lain-lainnya.

Treatment
Segera berhenti melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri dan aplikasikan cold therapi pada fase akut bila timbul nyeri dan pembengkakan. Cold therapy dapat dilakukan selama 15 menit dan lakukan 2 sampai 3 kali dalam sehari. Setelah nyeri dan pembengkakan hilang maka latihan penguatan dan penguluran harus segera dilakukan untuk mengembalikan fungsi seperti semula.
Konsultasikan ke fisioterapis tentang biomechanics yang benar pada kaki anda
Studi tentang syaraf dapat menentukan tentang letak dan dimana daerah yang mengalami penekanan, X-ray atau MRI dapat dijadikan alat untuk mendeterminasikan dengan penyakit lain seperti arthritis atau cyst.

Monday, October 13, 2014

FISIOTERAPI PADA FRACTURE PERGELANGAN KAKI

Pergelangan kaki terbentuk dari tulang tallus pada kaki, tulang tibia dan tulang fibula. Tulang-tulang tersebut menyatu (terhubung) dan bergerak bersama-sama. Sehingga bila terjadi cidera pada sendi tersebut maka nyeri akan timbul pada pergelangan kaki kita. Jika anda menduga ada kerusakan atau patah tulang pada pergelangan kaki anda, maka bersegeralah mencari bantuan medis agar kerusakan atau patah tulang yang terjadi tidak bertambah parah karna terlalu anda paksakan disaat cidera terjadi. Waspada dan berhati-hati merupakan kunci untuk meminimalisir efek yang disebabkan oleh cidera tersebut, mengingat fungsi dari sendi ini yang sangat penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Langkah Setelah Mengetahui Fracture
Setelah anda menduga bahwa ada tulang yang patah pada pergelangan kaki maka bersegeralah datang ke rumah sakit atau klinik untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Jika dalam pemeriksaan ditemukan patah tulang maka dokter akan segera meminimalisir dampak dari patah tulang tersebut. Prosedur untuk meminimalisir patah tulang dengan cara memposisikan tulang yang patah pada posisi anatomis/normalnya, supaya bila terjadi proses pemulihan/healing maka posisinya normal. Tetapi jika patah tulang yang terjadi itu rumit maka dokter akan menggunakan prosedur operasi. Prosedur ini sering dikenal sebagai ORIF (opertion reduction internal fixation) yaitu dengan memasang plate dan screw pada tulang yang patah agar posisinya sesuai anatomis.
Setelah proses meminimalisir patah tulang selesai maka pergelangan kaki akan digips/cast supaya pergelangan kaki yang patah tidak banyak bergerak agar proses pemulihan/healing proces segera terjadi. Banyak dari pasien patah tulang pergelangan kaki akan mendapatkan alat bantu berupa kruk untuk menunjang aktivitas sehari-harinya, tannyalah pada fisioterapis bagaimana cara penggunaannya apakan harus menepak ataukah tidak dan berapa persenkah berat badan yang boleh diletakkan pada pergelangan kaki yang patah. Biasanya Dokter sudah menuliskan persentase apakah harus NWB (Non Weight Bearing) ataukah PWB (Partial Weight Bearing) atau pula FWB (Full Weight Bearing). Selain itu fisioterapis akan mengajari anda berbagai latihan sederhana pada panggul dan lutut agar otot-otot pada panggul dan lutut tidak mengalami kelemahan dikarenakan patah tulang yang terjadi pada pergelangan kaki.


Peran Fisioterapi Pada Proses Rehabilitasi
Setelah waktu pembukaan gips tiba maka anda akan segera dirujuk dokter ke bagian fisioterapi, terkadang anda masih menggunakan kruk dan anda tidak mengetahui proses atau prosedur apakah yang harus anda lakukan dirumah dan dirumah sakit. Fisioterapis akan berusaha mendesign program yang tepat dan efisien berdasarkan kebutuhan anda. Dalam hal ini yang menjadi fokus atau tujuan dari fisioterapi adalah : Pola jalan, Luas gerak sendi, Pembengkakan, Nyeri, Kelemahan otot dan proses healing pada kulit bekas operasi jika melakukan procedur ORIF.
Setelah proses assesment dan evaluasi selesai biasanya fisioterapis akan memanfaatkan cold pack dan electrical stimulation untuk mengurangi nyeri dan menurunkan pembangkakan. Latihan gentle pada pergelangan kaki harus didesign sedemikian rupa untuk meningkatkan luas gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Latihan pada sendi panggul dan lutut juga harus tetap dilakukan secara bersamaan agar kelemahan otot tidak terjadi. Fisioterapis akan mengajari anda dengan tepat tentang apa yang boleh dan yang tidak diperbolehkan selama masa pemulihan. Edukasi pasien agar melakukan latihan-latihan yang telah anda ajarkan kepadanya dirumah secara teratur.
Fisioterapis akan menuntun anda untuk bisa berjalan tanpa bantuan kruk secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan anda. Untuk scar tissue yang terjadi akibat luka incisi pada saat pemasangan ORIF, fisioterapis dapat melekukan gentle massage dan mobilitation untuk meminimalisir scar tissu yang terjadi.

Monday, November 4, 2013

KESELEO PADA IBU JARI KAKI

TURF TOE
Turf Toe  adalah keseleo yang terjadi pada dasar ibu jari. Ini terjadi ketika jempol kaki bergerak lurus (extensi) melampaui kisaran gerakan normalnya. Sehingga akan mengakibatkan kerobekan pada ligament yang mensuport tulang pada jempol kaki tersebut. Cedera ini sering terjadi dalam cabang olahraga sepak bola dan para pemain sepak bola ini sering mengalami cidera pada saat bermain di rumput sintetis (artificial turf), sehingga cidera ini dinamakan turf toe.


Gejala :
Pada umumnya gejala turf toe sangat mudah kita amati setelah kita terdampaknya, diantaranya adalah :
1. Rasa sakit dan nyeri pada jempol kaki
2. Pembengkakan dan memar pada area tonjolan kaki dan jempol kaki
3. Ketidakmampuan untuk mengangkat beban tubuh pada kaki yang cedera
4. Penurunan luas gerak sendi ibu jari
5.Pasien kesulitan untuk mendorong sesuatu dengan jempol kakinya. 
Peran Fisioterapi :
1. Pengaplikasian RICE (rest, Ice, Compression dan Elevation), anda dapat membacanya lagi postingan saya tentang pengaplikasian RICE pa artikel-artikel sebelumnya
2. Pembidaian
3. Kinesiotaping

METATARSALGIA

Ball of foot pain
Dari : Jowir



 Definisi:

Metatarsalgia adalah suatu kondisi yang digunakan untuk menggambarkan nyeri pada kaki  tepatnya pada daerah kondisi kaki sebelum jari-jari kaki, atau pada daerah tonjolan kaki. Hal ini disebut metatarsalgia karena nama tulang pada daerah ini adalah tulang metatarsal.
Metatarsalgia juga sering terjadi pada tonjolan kepala metatarsal nomor 2, 3, dan 4.

Penyebab umum metatarsalgia meliputi:
1. Pemakaian n pemilhan sepatu yang kurang tepat
2. Pemakaian sepatu high heel
3. Aktiitas berlari berlebih

Peran fisioterapi :
a. Bekerja sama dengan Okupasi Terapi atau Orthotic prostetik dalam mendesign sepatu khusus untuk pasien.
b. Mendesign latihan-latihan untuk penguatan otot-otot kaki
c. Edukasi pada pasien terutama untuk mengubah pola aktivitas sehari-hari yang salah.

PERADANGAN PADA TUMIT

ACHILLES TENDONITIS
Dari : Jowir


Dalam cerita yunani Achilles adalah nama pahlawan yunani yang berjasa pada peperangan trojan, dimana tubuh Achilles ini kebal dengan segala benda tajam kecuali area tumitnya. Dari cerita tersebut maka tendon yang terbesar pada kaki kita dinamakan tendon Achilles. Tendon ini setiap hari mendapatkan tekanan dan tarikan yang besar pada aktivitas kita sehari- hari, khususnya pada aktivitas yang melibatkan jalan , lari, lompat dan sebagainya. Akibatnya jika kita tidak memperhatikan setiap aktivitas tersebut dengan benar maka kemungkinan cedera pada tendon ini sangat besar. Dan dari cedera tersebut anda akan terdampak nyeri, untuk selanjutnya jika hal ini dibiarkan maka tendon achilles akan mengalami kerusakan yang disertai peradangan. Peradangan ini dinamakan Achilles Tendonitis.

Achilles tendonitis ini dikatergorikan sebagai overuse injury yang berarti cidera yang disebabkan oleh suatu aktivitas yang berulang-ulang dan berlebihan.yang mengakibatkan kerusakan pada tendon. Aktivitas yang dapat membuat cedera ini diantaranya adalah lari, lompat, ketegangan otot pada otot betis dan telapak kaki yang rata (flat foot).

Tanda Achilles Tendonitis
Tanda khusus pada Achilles tendonitis ini yaitu dari waktu kewaktu peningkatan nyeri akan timbul dengan seiringnya aktivitas yang anda lakukan. Misalnya anda akan mengalami nyeri ringan pada saat anda bangun tidur, kemudian nyeri sedang akan anda rasakan ketika mau menepakkan kaki dilantai dan nyeri akan bertambah bila anda berjalan. Tanda umum yang sering dilihat di klinis yaitu :
1. Nyeri pada bagian belakang tumit ketika anda berjalan atau berdiri dengan tumiy anda
2. Nyeri tekan pada area belakang tumit
3. Terjadi kekakuan pada tendon anda
4. Rasa seperti ada suara "krek" pada tendon anda

Untuk mencegah terjadinya Achilles tendonitis anda dapat melakukannya dengan cara :
a. Melakukan penguluran pada otot betis secara benar, teratur dan rutin.
b. Lakukanlah aktivitas atletik secara berkesinambungan (gradually)
c. Ketika melakukan aktivitas yang berat jangan terlalu diforsir
d. Penguatan otot-otot betis anda.

Wednesday, December 12, 2012

PLANTAR FACITIS PADA KAKI

PLANTAR FACITIS
Dari : Jowir

Plantar facitis merupakan penyebab utama yang paling umum terjadi pada nyeri tumit, facia ini terkadang terluka atau meradang tanpa diketahui penyebabnya, tetapi pelari sering mengeluh terkena plantar facitis. Seseorang yang mempunyai kaki dengan biomekanik yang buruk (flat foot) juga sering terdampak plantar facitis. Nyeri saat berjalan pada telapak kaki terkadang sampai pembengkakan sering dikeluhkan pasien dengan plantar facitis. Terkadang plantar facitis yang akut menyebabkan pasien kesulitan untuk berjalan/pincang dan dibutuhkan alat bantu seperti orthotik dan tongkat agar bisa berjalan dengan baik. Jenis dari plantar facitis dapat disebabkan oleh dua metode ini kalau tidak traction/penguluran ya mungkin karena compression/tekanan. Jenis plantar facitis compression ini kebanyakan disebabkan oleh trauma/benturan, keluhan nyeri lebih dominan pada area lengkungan kaki dibandingkan pada tumit, dan penggunaan heel cup/cussion sangat membantu mengurangi nyeri. Sedangkan pada palantar facitis jenis traction ini, nyeri karena plantar facitis tidak hilang dengan pemakaian heel cup/cussion, tetapi pasien dianjurkan menggunakan taping atau menggunakan alat bantu yang spesial untuk plantar facitis atau juga soft orthotic.

Cara Mendiagnosa Plantar Faciitis
Fisioterapis dapat menanyakan pada pasien tentang kapan nyeri pada tumit timbul, biasanya pasien akan mengeluh nyeri pada pagi hari ketika bangun tidur, nyeri bertambah bila pasien melangkahkan kaki dan nyeri akan berkurang jika kaki terus dipaksakan berjalan. Fisioterapis juga dapat melakukan palpasi/perabaan dengan disertai sedikit penekanan di telapak kaki pasien, jika pasien mengeluh nyeri pada daerah tumit atau lebih tepat pada area facia maka dipastikan pasien terkena plantar facitis. Selain itu fisioterapis dapat memprovokasi nyeri dengan menyuruh pasien berdiri bertumpu pada tumitnya/active toe raise dan gerakan passive dorsi fleksi yang disertai penguluran. Untuk memastikan diagnosa apakah itu plantar facitis atau nyeri rujukan, fisioterapis dituntut pula untuk memeriksa area ekstremitas bawah (paha dan betis) dan tulang belakang juga. 
Untuk menunjang diagnosa plantar facitis, pasien dianjurkan untuk melakukan X-ray atau MRI supaya lebih jelas dan mantap

Peran Fisioterapi
Fisioterapis sangat membantu dalam program pemulihan anda, berikut ini beberapa program yang dilakukan fisioterapi :
1. Menurunkan Nyeri, dengan pemanfaatan elektroterapi atau ice pack, pemijatan dan penguluran yang tepatguna.
2. Taping
3. Pemasangan heel cup/cussion atau dapat bekerjasama dengan OT dengan pembuatan bantalan sepatu khusus, koreksi arc kaki (pemasangan splint) dsb.
4. Edukasi pada pasien tentang aktivitas yang dapat menimbulkan dan mengurangi nyeri
5. Pada kasus tertentu ultrasound dengan frekuensi 3 mhz intensity 1,5 w/cm2 waktu 4 menit dilaporkan dapat mengurangi nyeri pasien.

PENGAPURAN PADA TUMIT

HEEL SPURS (CALCANEAL SPUR)
Dari : Jowir

Pada aktivitas sehari-hari tumit cukup mempunyai peranan penting dalam kehidupan kita, nyeri yang timbul pada tumit dapat mengganggu aktivitas yang ada. Heel spurs/pengapuran pada tumit sering menimpa pada orang yang menggunakan tumit sebagai aktivitas tumpuan dan pijakan, misalnya seperti pelari. Heel spurs adalah kelainan yang timbul sebagai kelanjutan dari plantar facitis yang tidak segera ditangani/delayed healing. Biasanya jika pasien mengalami facitis/peradangan/perlukaaan pada facia, maka tubuh dalam hal ini fibroblastic akan meperbaikinya dalam waktu setidaknya 6 minggu, tetapi jika dalam kurun waktu tersebut tidak ada penyembuhan maka tubuh akan merekrut osteoblast. Osteoblast adalah zat yang membentuk tulang. Jadi jika dalam waktu 6 minggu facia yang terluka/meradang tersebut tidak sembuh maka terbentuklah tulang pada area tersebut, proses ini dinamakan sebagai calcifikasi dan bentukan tulang yang terjadi dinamakan heel spur atau pengapuran tumit.


Cara Menangani Heel Spurs
Terapi pada heel spurs ini tidak jauh berbeda dengan penanganan pada kasus plantar facitis, Fisioterapis akan memeriksa dan mengevaluasi kondisi pada pasien dan memberikan terapi berdasarkan kebutuhan pasien. Dalam kasus ini fisioterapi dapat melakukan tindakan sebagai berikut :
1. Menurunkan Nyeri.
Fisioterapi dapat menyarankan pada pasien untuk membatasi aktivitas yang dapat menimbulkan nyeri, penggunaan ice pack, electrotherrapy dan massage tehnik
2. Penggunaan soft orthotic
Pasien dianjurkan membeli heel cussion sebagai bantalan yang diberikan pada tumit dalam aktivitas berjalan.
3. Penguatan Otot
Latihan-latihan pada otot-otot ankle bertujuan supaya terjaga stabilitas dan masanya, biasanya juga pasien akan mengalami kaku otot pada daerah ankle, untuk itu latihan dapat mengurangi ketegangan otot
4. Taping
Dalam suatu penelitian disebutkan bahwa penerapan taping sangat berguna dan efektif menurunkan peradangan yang ditimbulkan daripada obat anti inflamatory.
5. Penguluran pada Facia
Penguluran pada facia juga dilaporkan dapat mengurangi nyeri yang timbul pada heel spurs ini, lakukan secara tepat dan perlahan-lahan.
Jika Dibiarkan Apa Yang Terjadi?
Jika dibiarkan maka proses pengapuran ini akan bertambah luas dan nyeri yang ditimbulkanpun juga semakin hebat sehingga aktivitas berjalanpun juga terganggu. Biasanya pasien akan berjalan pincang sebagai kompensasi dari nyeri yang ditimbulkan. Untuk itu jangan segan-segan keklinik fisioterapi terdekat untuk mengkonsultasikan masalah anda.

Tuesday, May 5, 2009

LATIHAN PENGUATAN PADA ANKLE

ANKLE EXERCISE
Dari : Jowir
Fisioterapis Anda



Sendi ankle yang kuat sangat penting untuk mencegah terjadinya ankle sprains, strains, dan fractures/patah tulang. Apalagi pada pasca cedera, sendi ankle harus segera dipersiapkan sedini mungkin untuk memulihkan ke kondisi semula agar tidak terjadi cidera yang berulang. Sehingga penguatan sendi ankle harus segera dilakukan disesuaikan dengan derajad dari cedera tersebut. Untuk memulai latihan ini sangatlah penting memahami gerakan apa yang terjadi pada sendi ankle. Gerakan yang terjadi pada sendi ankle diantaranya adalah : Plantar flexion (gerakan ini terjadi ketika pergelangan kaki kita bergerak kearah ujung jari kaki), Dorsi flexi (gerakan ini terjadi ketika kita menarik ujung jari kedepan dari permukaan tanah), inversion (gerakan ini kita lakukan ketika kita mengarahkan ujung jari ke dalam) dan eversion (gerakan ini kita lakukan ketika kita mengarahkan ujung jari ke luar)Ankle sprain sering terjadi ketika kita melakukan gerakan inversi yang berlebihan pada sendi ankle, untuk itu sendi ankle yang kuat dapat mengurangi resiko terjadinya cedera atau cedera yang berulang.
Tetapi sebelum melakukan latihan ini konfirmasikan terlebih dahulu pada fisioterapis anda tentang design latihan dan jenis atau tipe latihan yang akan anda lakukan.

Plantar Flexion Exercise 
1)Berdiri didepan meja atau kursi
2)Letakkkan tangan anda pada meja atau kursi untuk keseimbangan
3)Angkatlah badan anda dengan menggunakan ujung jari kaki anda
4)Kemudian tahan pada posisi ujung jari kaki mengangkat tubuh selama 5 detik
5)Secara perlahan-lahan turunkan telapak kaki sampai menyentuh tanah/pada posisi berdiri
6)Ulangi 10 kali
Dorsi Flexion Exercise 
1)Berdiri didepan meja atau kursi
2)Letakkan tangan anda pada meja atau kursi untuk keseimbangan
3)Angkatlah tubuh anda dengan menggunakan tumit
4)Tahan pada posisi tersebut dengan tumit anda selama 5 detik
5)Perlahan-lahan kembalikan pada posisi berdiri
6)Ulangi 10 kali


Inversion Dan Eversion Exercise
1)Duduk dengan kaki lurus, badan bersandar pada tembok
2)Secara perlahan putar kaki anda kedalam dan tahan selama 5 detik
3)Sekarang putar kaki anda perlahan-lahan keluar dan tahan selam 5 detik pula
4)Ulangi latihan ini selama 10 kali
5)Ulangi latihan tersebut pada kaki yang lain
Untuk menambahkan kekuatan pada setiap gerakan anda dapat memakai theraband/semacam karet yang ada ukuran kekuatannya. Di indonesia mungkin jarang dipakai.

Monday, March 23, 2009

CIDERA PADA SEPAK BOLA

FOOTBALLERS' ANKLE
Dari Jowir (Fisioterapi Anda)


Footballers' ankle terjadi ketika anda mendapatkan adanya tonjolan tulang yang terletak pada bagian depan ankle dimana tempat tersebut merupakan tempat
melekatnya kapsul sendi. Tonjolan tulang ini adalah akibat dari cidera dimana ankle selalu terulur berlebihan (over stretched) atau tertekuk berlebihan (over bent). Endapan pada tonjolan tulang tersebut dapat menyebabkan peradangan (inflammation) pada kapsul sendi dan tendon. Untuk itu bagi pemain sepak bola yang merasa nyeri pada daerah depan sendi pergelangan kakinya, disarankan untuk melakukan x-ray untuk memastikan diagnosis yang ada.




Gejala Pada Footballer's Ankle
  1. Adanya nyeri tekan pada bagian depan sendi ankle.
  2. Timbul nyeri bila menekuk pergelangan kaki kebawah atau keatas (dorsi/plantar fleksi). 
  3. Pusat nyeri terjadi pada bagian depan sendi ankle ketika menendang bola.
  4. Adanya tonjolan tulang pada bagian depan sendi ankle
Apa Yang Bisa Dilakukan Atlet?
  1. Jika tulang terlau besar tumbuhnya, tidak ada jalan lain selain melakukan operasi untuk mengankat tulang tersebut.
  2. Meminta saran pada dokter atau fisioterapi. 
  3. Jika tonjolan tulang kecil atau nyeri yang ditimbulkannyapun ringan maka anda bisa mengunjungi klinik atau departemen fisioterapi untuk melakukan program rehabilitasi seperti mobilisasi sendi, penguluran atau latihan penguatan otot. 
  4. Menggunakan ankle support.
Peran Fisioterapi
  1. Mengajarkan latihan-latihan aktif atau mobilisasi sendi, mendesign latihan penguluran pada otot- otot sendi ankle dan memberikan latihan penguatan
  2. Memberikan modalitas ultrasound. 
  3. Pengaplikasian sport massage.
  4. Memberikan modalitas TENS untuk mengurangi nyeri.
  5. Menyarankan X-ray untuk menegakkan diagnosis 
  6. Home instruksi dan edukasi

Monday, March 16, 2009

PERMASALAHAN PADA ANKLE

SPRAIN ANKLE
Oleh Jowir
Fisioterapis anda


Gambaran Umum :
Sprain ankle juga dikenal sebagai cidera ankle atau cidera ligament ankle, pada umumnya sprain ankle ini terjdi karena robeknya sebagian dari ligament( torn partial ligament) atau keseluruhan dari ligament (torn ligament) dan hampir 85% kasus sprain ankle ini mengenai ligament talofibular anterior.

Penyebab :
Gerakan yang sering memicu sprain ankle adalah gerakan inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai. 
Kategori :
Sprain ankle terbagi menjadi beberapa derajat sprain sesuai tingkat kerusakan dan pengaruh ligamentnya. Derajat I sprain ankle umumnya terjadi penguluran pada ligamentum talofibular anterior sehingga pasien mengalami nyeri yang ringan dan sedikit bengkak. Sedangkan derajat II dan III sprain ankle, kerobekan parsial dan komplet telah terjadi pada ligamentum lateral compleks ankle (ligamentum talofibular anterior, ligamentum calcaneofibular, ligamentum calcaneocuboideum, ligamentum talocalcaneus dan ligamentum talofibular posterior). Pada derajat II dan III, pasien mengalami nyeri hebat (aktualitas tinggi), bengkak dan penurunan fungsi ankle (gangguan berjalan), sehingga umumnya pasien langsung berobat ke dokter atau fisioterapi untuk mendapatkan terapi.


Penanganan :
Untuk tahap akut selalu menggunakan protokol protection, rest, ice, compresion and elevation atau lebih populer dengan (PRICE), yang kemudian diikuti dengan program exercise untuk memperkuat stabilitas sendi ankle. Penggunaan ankle brace atau ankle support sangat membantu untuk perawatan dan pencegahan sprain ankle. Terkadang karena jalan yang abnormal menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak yang lebih parah. Untuk itu pada kasus yang akut berikanlah ankle brace dan kruk (crutches).

Pemberian ice pada kasus sprain ankle akut selama 10-15 menit membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Tetapi perlu diingat juga pemberian ice yang terlalu lama juga dapat menimbulkan cidera karena efek dingin yang terjadi. Penggunaan bandage yang tepat diperlukan untuk mensupport ligament agar lebih stabil dan menekan ligament yang cidera sehingga menguramgi nyeri dan menstabilkannya. Dalam pemberian bandage ini yang perlu diingat adalah jangan terlalu kencang dan pergunakan metode yang tepat karena pengaplikasian bandage yang terlalu kencang dapat menghambat proses vaskularisasi darah.
Pada kronik sprain ankle, akan terjadi kerusakan struktur jaringan. Seperti pada ligamentum akan terjadi kerobekan, yang dapat merangsang serabut saraf afferen bermyelin tipis (serabut saraf A delta dan tipe C). Impuls tersebut dibawa ke ganglia akar saraf dorsalis dan merangsang produksi “P” substance yang memicu terjadinya reaksi radang. Kemudian impuls tersebut dibawa ke cornu dorsalis medula spinalis dan dikirim ke level SSP yang lebih tinggi melalui traktus spinothalamicus. Pada level SSP yang lebih tinggi (cortex sensorik, hipothalamus & limbik system) impuls tersebut mengalami proses interaksi yang kemungkinan menghasilkan suatu perasaan subyektif yang dikenal dengan persepsi nyeri. Otot juga ikut terulur lalu akan menjadi spasme, timbul abnormal crosslink yang dapat mengganggu system metabolisme dan menimbulkan nyeri. Pada pembuluh darah akan terjadi haemorhage dan dilatasi yang dapat meningkatkan perlepasan zat-zat iritan yang akan meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga akan menimbulkan nyeri. Sedangkan pada ujung-ujung saraf pada jaringan yang mengalami kerusakan akan mengeluarkan zat-zat iritan berupa prostaglandin, bradikinin dan histamine yang akan merangsang saraf afferent A delta dan C yang dapat meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga timbul nyeri.

Peran Fisioterapi :
Pemilihan Ultrasound sebagai modalitas utama pada kondisi kronik sprain ankle disarankan, karena efek mekanik dan terapeutik yang dihasilkan oleh Ultrasound berguna untuk proses recovery. Ultrasound merupakan modalitas fisioterapi yang menghasilkan gelombang suara dengan frekeunsi antara 1 – 3 MHz. Ultrasound dapat menghasilkan efek mekanik, termal dan microtissue damage. Pada kondisi klinis pengaplikasian ultrasound dengan intensity 3Mhz dan intensity 1,5 w/cm kwadrat memberikan efek yang bermanfaat untuk perbaikan jaringan lunak.
Bagaimanapun juga exercise atau latihan adalah yang terbaik untuk kasus cidera ligament kronik. Latihan aktive dan active range of motion yang berupa dorsi-fleksi, plantar fleksi, inversi ataupun eversi stabilisasi akan menjaga fleksibilitas dan lingkup gerak sendi. latihan stabilitas juga perlu untuk penguatan otot-otot ankle sehingga dapat membantu serta memperbaiki problem yang muncul akibat instabilitas atau nyeri yang diakibatkan oleh kelemahan otot ankle. Akibat dari latihan stabilisasi, maka otot-otot stabilisator aktif pada ankle dapat memperbaiki kekuatan, ukuran serta mencegah peradangan. Pengaruh dari latihan stabilisasi juga akan meningkatkan peredaran darah pada persendian dan nutrisi tulang disamping karena memperbaiki kekuatan dan fungsi resiko terluka atau cidera kronik pada persendian. Latihan stabilisasi juga memperbaiki system peredaran darah oleh adanya pumping sehingga mengatasi terjadinya pembengkakan yang dapat mengganggu gerak dan fungsi sendi dan mampu mengurangi nyeri pada level sensorik.