Featured Posts Coolbthemes

Friday, October 31, 2014

MENDALAMI SENDI PANGGUL ANDA

Ada sebuah pertanyaan yang harus anda jawab dalam melakukan setiap latihan pada sendi panggul (hip joint) anda, yaitu apakah anda sudah melakukan latihan untuk memperkuat otot abduktor dan otot adduktor secara maximal...? Apakah anda juga sudah melatih otot-otot rotator sendi panggul anda? Jika anda menjawab iya berarti anda sudah paham bagaimana integritas penguatan sendi panggul itu terbentuk, tetapi jika anda menjawab tidak maka artikel ini bisa memberi manfaat anda tentang sebuah integritas dan keseimbangan sendi panggul anda.
Jika anda melakukan latihan menekuk dan meluruskan panggul maka anda sedang melakukan latihan untuk grup exstensor sendi panggul (m.hamstrings) dan jika anda menekuk panggul maka anda melakukan latihan untuk group flexor sendi panggul (m. quadriceps). Padahal pada sendi panggul sendiri terdapat grup otot abduktor yang berfungsi melakukan gerakan abduksi sendi panggul dan group otot adduktor yang berfungsi melakukan gerakan adduksi sendi panggul. Otot-otot abduktor dan adduktor ini bersama-sama dengan quadriceps dan hamstring menstabilkan sendi panggul dan otot-otot tersebut menjadi penyeimbang antara anggota extremitas bawah dengan batang tubuh. Perlu anda ketahui juga bahwa ada group otot rotator juga pada sendi panggul anda yang mana otot tersebut memungkinkan sendi panggul untuk bergerak eksorotasi dan endorotasi
Sendi panggul adalah tipe ball and socket joint sehingga gerakan terbaik yang bisa dilakukan pada sendi ini terjadi apabila otot-otot pendukung disekitarnya kuat dan elastis. Untuk itu latihan yang terintegritas pada sendi panggul mutlak dilakukan baik dalam hal fleksi, ekstensi, abduksi, adduksi dan rotasi. Latihan-latihan tersebut bertujuan agar kekuatan otot bertambah dan elastisitas otot-otot tersebut terjaga. Peningkatan luas gerak sendi dapat dilakukan dengan melakukan gerakan sendi sesuai dengan kapasitasnya. Dengan bantuan fisioterapist anda bisa merancang gerakan-gerakan aktive range of motion untuk meningkatkan luas gerak sendi. Berjalan, berlari atau latihan kardio dengan mesin dapat anda lakukan untuk meningkatkan kekuatan otot pada m. hamstring dan m. quadriceps. Gerakan seperti membuka dan menutup pada paha dapat meningkatkan elastisitas dan penguatan otot abduktor dan otot adduktor, sedangkan gerakan memutar kedalam (endorotasi) dan keluar (eksorotasi) berfunsi untuk kestabilan otot rotator. Jika anda melakukan rutin latihan-latihan diatas maka cedera dan tekanan yang bisa membuat sendi panggul menjadi aus bisa dicegah sedini mungkin.
Bagaimanapun juga cara yang terbaik untuk menjaga biomechanical integrity selama terjadi pergerakan pada sendi panggul adalah menjaga kekuatan dan elastisitasnya, untuk itu konsultasikan pada fisioterapi terlebih dahulu tentang latihan yang akan anda jalani, terlebih untuk pasien yang mempunyai keluhan pada sendi panggulnya

LATIHAN CORE STABILIZATION

Latihan core stabilization sangat berguna untuk pasien dengan kondisi nyeri punggung bawah kronik dan pasien dengan kelemahan otot perut setelah melahirkan. Latihan core stabilization sangat mudah anda lakukan kapan saja dan dimana saja, dengan mengontraksikan otot punggung dan otot perut bersama-sama maka anda sudah melakukan latihan penguatan otot core (core strengthening).
Latihan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri pada punggung bawah dan memperbaiki posture tubuh anda.

Dibawah ini latihan sederhana yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kekuatan otot core anda :
  1. Posisikan diri anda dilantai dengan tangan dan lutut anda menempel dilantai sebagai tumpuan dan posisikan punggung anda pada posisi netral
  2. Tanpa bergerak kontraksikan otot punggung dan otot perut secara bersama-sama dan jagalah posisi punggung anda agar tetap lurus di garis tengah punggung.
  3. Tahan gerakan ini.
  4. Perlahan-lahan angkatlah kaki kanan anda dan luruskan dan jagalah agar posisi punggung tetab stabil/lurus
  5. Tahan gerakan pada posisi ini selama 5-10 detik
  6. Kembalikan pada posisi awal  dan ulangi gerakan yang sama selama 3 kali pengulangan dengan setiap gerakan diselingi istirahat selama 3-5 detik.
  7. Lakukan gerakan tersebut pada kaki kiri.
  8. Selamat mencoba

HUBUNGAN NYERI LUTUT DENGAN NYERI DIPUNGGUNG

Seringkali orang beranggapan bahwa nyeri pada lutut disebabkan karena kerusakan bangunan pada sendi lutut ataupun jaringan lunak sekitar lutut yang mengalami cidera, ternyata asumsi seperti itu belum tentu semuanya benar bisa jadi nyeri yang terjadi pada lutut disebabkan karena punggung anda mengalami masalah. Nyeri punggung yang disebabkan oleh disc protution sering menyebabkan lutut anda mengalami nyeri juga.
Saraf yang mengirimkan rasa nyeri pada anggota gerak bawah dan kaki terletak didaerah punggung bawah, terkadang dikarenakan usia dan cidera yang terjadi pada punggung bawah akan menyebabkan disc/bantalan sendi diantara tulang punggung bawah anda protution/menonjol keluar dari posisi normalnya (mecotot : Jawa) dan menekan saraf yang ada disekitarnya. Tonjolan itu akan menyebabkan saraf menjadi iritasi dan mengirimkan sinyal nyeri. Besarnya nyeri tergantung dari besar dan kuatnya tonjolan itu menekan saraf dipunggung bawah.
Syaraf yang mengirimkan impuls dan signal pada lutut terletak pada tulang punggung bawah nomer dua, tiga dan empat (L2, L3 dan L4) sehingga bila tonjolan oleh bantalan sendi tersebut mengenai syaraf yang berada di L2, L3 dan L 4 maka sangatlah mungkin nyeri pada lutut terjadi. Untuk memastikannya datanglah ke dokter atau fisioterapis anda sesegera mungkin.
Jika anda mengalami hal ini maka treatment yang dilakukan berdasarkan besarnya tonjolan tersebut menekan syaraf anda. Dokter akan menyarankan operasi jika tonjolan itu sangat besar sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari anda. Suntikan steroid biasanya diberikan oleh dokter dan management fisioterapi dalam hal nyeri sangat anda perlukan untuk mengcounter gejala yang timbul oleh karena disc protution ini.
Manajemet fisioterapi pada disc herniation yang meliputi penguluran otot-otot punggung bawah (lowerback streetching) dan penguatan otot core (core strengthening) adalah metode yang bisa ditawarkan oleh fisioterapist.

Tuesday, October 14, 2014

NYERI PADA LEHER

Apakah Whiplash 

Whiplash injury terjadi disebabkan oleh karena cedera pada struktur jaringan lunak disekitar tulang leher atau diarea leher. Whiplash injuri diidentifikasikan sebagai cedera pada otot/ muscle strain dan cedera pada ligament/ligament sprain didaerah leher. Cedera ini sering disebabkan karena gerakan langsung dan tiba-tiba pada saat anda menekuk leher ataupun meluruskan leher, selain itu posisi tidur yang salah juga dapat menyebabkan whiplash injury.
Leher sangat rentan terhadap cedera ini karena fungsi dari leher yang hampir disemua aktivitas kita sehari-hari melibatkan sendi leher ini. Leher distabilkan oleh ligament dan didukung oleh otot-otot pada setiap banguanan strukturnya sehinngga jika satu elemen dari struktur itu terganggu maka dipastikan akan berpengaruh pada aktivitas leher tersebut. Dan bila itu terjadi bisa dipastikan nyeri yang ditimbulkan akibat whiplash injury tidak bisa kita toliler.

Treatment untuk whiplash

Cara efektif yang bisa anda lakukan untuk mengatasi whiplash adalah dengan mengistirahatkan sendi leher dari setiap aktivitas. Fisioterapi akan menyarankan anda menggunakan collar/support leher untuk beberapa waktu sampai ketegangan otot maupun ligament reda. Biasanya fisioterapi akan menyarankan anda menggunakan collar selama 2 jam setelah itu dilepas untuk beberapa saat dan memakainya kembali,selain itu fisioterapis juga akan mengajarkan kepada anda beberapa latihan penguluran untuk menjaga elastisitas otot di area leher. Dalam beberapa study fisioterapi dilaporkan bahwa penggunaan terapi intermitten (terapi dingin/ice pack dikombinasikan dengan terapi panas/heating) bermanfaat untuk treatment pada cedera jenis whiplash. Selain itu dokter akan merekomendasikan anda untuk mengkonsumsi obat jenis anti-inflamatory sebagai penunjang kesembuhan anda

FISIOTERAPI PADA DISLOKASI BAHU

Jika anda mengalami benturan keras atau cidera pada bahu, kemudian dikuti nyeri yang berkepanjangan kemungkinan anda mengalami dislokasi bahu. Dislokasi pada bahu dapat terjadi jika sendi pada bahu (ball & socket joint) terpisah yaitu bila ball terpisah dari socket maka itu dinamakan dislokasi yang sesungguhnya, tetapi bila ball keluar dari socket dan kembali lagi ketempat semula maka itu dinamakan subluksasi. Baik dislokasi dan subluksasi pada bahu kedua-duanya dapat menyebabkan kerusakan jaringan lunak disekitarnya, untuk itu segeralah ke medis untuk mendapatkan pertolongan lebih lanjut jika nyeri yang anda alami tidak kunjung reda.
Penyebab paling banyak dari dislokasi atau subluksasi adalah benturan yang sangat keras pada bahu baik benturan yang terjadi pada arah samping ataupun arah belakang pada saat melakukan olahraga atletik. Jatuh pada posisi tangan terulur berlebihan juga dapat menyebabkan dislokasi maupun subluksasi. Terkadang seseorang dilahirkan dengan kondisi sendi bahu yang tidak stabil/renggang sehingga membuat potensi dislokasi ataupun subluksasi menjadi lebih besar.

Penanganan Dislokasi/Subluksasi
Jika anda mengalami dislokasi maka dokter akan segera mereposisi bahu anda maksudnya dokter akan mengembalikan posisi bahu anda keposisi semula/posisi anatomis sendi bahu. Dokter akan mendiagnosa dislokasi pada bahu berdasarkan posisi bahu anda, jika pergeseran bahu kedepan maka diagnosanya adalah anterior dislokasi, jika bergesernya kebelakang maka disebut posterior dislokasi dan jika bahu anada tertarik kebawah maka diagnosanya adalah inferior dislokasi. Jika anda mengalami subluksasi maka dokter akan menjelaskan bagian mana yang terdampak mengalami kerusakan misalnya pada otot, tendon ataukah pada ligamentnya. Dokter juga akan melakukan X-ray pada kedua kondisi tersebut untuk memastikan tidak ada patah tulang/keretakan pada tulang lengan atas/humerus.
Setelah semua prosedur diatas dilaksanakan maka pasien dengan dislokasi ataupun subluksasi akan dirujuk pada fisioterapi untuk memperoleh sling/bahu support. Sling berguna untuk meminimalkan gerakan pada bahu. Fisioterapis akan memilihkan ukuran sling berdasarkan ukuran bahu anda, selain itu fisioterapis akan mengajari anda tentang penggunaan sling yang tepat baik cara dan waktunya. Fisioterapis akan mengajari anda pula tentang latihan sederhana untuk menjaga fungsi fisik dari sendi bahu anda.

Peran Fisioterapi
Dalam memberikan pelayanannya, fisioterapi akan mengevaluasi dari awal tentang riwayat dislokasi, seberapakah tingkatan nyerinya, keluhan yang anda alami bahkan riwayat penyakit penyertapun akan dievaluasi fisioterapis untuk menciptakan pelayanan yang aman.
Keluhan yang sering fisioterapis dapatkan adalah :
1. Nyeri
2. Penurunan Luas Gerak Sendi
Hal ini disebabkan karena pasien dengan dislokasi atau subluksasi yang menyebabkan kerusakan jaringan disekitar bahu diwajibkan menggunakan sling untuk proses pemulihan. Penggunaan sling ini berdampak pada ketegangan otot disekitar bahu. Penerapan latihan LGS sangat dianjurkan untuk mengembalikan fungsi sendi bahu seperti sediakala. Penguluran yang gentle juga sangat bermanfaat untuk kasus ini
3.Penurunan Kekuatan Otot
Dalam mengevaluasi kekuatan otot fisioterapis biasanya menggunakan standar MMT (manual muscle testing). Fisioterapis akan menunjukkan dilevel manakah kekuatan otot anda saat itu dengan merujuk pada kriteria yang ada pada MMT disetiap levelnya. Latihan penguatan secara bertahap sangat diperlukan untuk meningkatkan kekuatan otot, bila kekuatan otot disekitar bahu meningkat maka stabilitas sendipun akan terjaga pula. Dalam latihan ini otot-otot triceps maupun biceps juga dilibatkan agar stabilitas sendi segera terbentuk.
4. Posture Tubuh
Karena nyeri dan dislokasi yang terjadi, biasanya pasien lebih cenderung mengkompensasi gerakan yang melibatkan bahu yang dislokasi, akibatnya bila hal ini dilaksanakan terus menerus maka posisi postur tubuh akan terganggu. Latihan correct posture dapat langsung diterapkan oleh fisioterapis untuk menjaga postur tubuh. Buatkanlah design latihan yang cocok pada pasien berdasarkan kebutuhan pasien

Monday, October 13, 2014

FISIOTERAPI PADA FRACTURE PERGELANGAN KAKI

Pergelangan kaki terbentuk dari tulang tallus pada kaki, tulang tibia dan tulang fibula. Tulang-tulang tersebut menyatu (terhubung) dan bergerak bersama-sama. Sehingga bila terjadi cidera pada sendi tersebut maka nyeri akan timbul pada pergelangan kaki kita. Jika anda menduga ada kerusakan atau patah tulang pada pergelangan kaki anda, maka bersegeralah mencari bantuan medis agar kerusakan atau patah tulang yang terjadi tidak bertambah parah karna terlalu anda paksakan disaat cidera terjadi. Waspada dan berhati-hati merupakan kunci untuk meminimalisir efek yang disebabkan oleh cidera tersebut, mengingat fungsi dari sendi ini yang sangat penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Langkah Setelah Mengetahui Fracture
Setelah anda menduga bahwa ada tulang yang patah pada pergelangan kaki maka bersegeralah datang ke rumah sakit atau klinik untuk mendapatkan perawatan lanjutan. Jika dalam pemeriksaan ditemukan patah tulang maka dokter akan segera meminimalisir dampak dari patah tulang tersebut. Prosedur untuk meminimalisir patah tulang dengan cara memposisikan tulang yang patah pada posisi anatomis/normalnya, supaya bila terjadi proses pemulihan/healing maka posisinya normal. Tetapi jika patah tulang yang terjadi itu rumit maka dokter akan menggunakan prosedur operasi. Prosedur ini sering dikenal sebagai ORIF (opertion reduction internal fixation) yaitu dengan memasang plate dan screw pada tulang yang patah agar posisinya sesuai anatomis.
Setelah proses meminimalisir patah tulang selesai maka pergelangan kaki akan digips/cast supaya pergelangan kaki yang patah tidak banyak bergerak agar proses pemulihan/healing proces segera terjadi. Banyak dari pasien patah tulang pergelangan kaki akan mendapatkan alat bantu berupa kruk untuk menunjang aktivitas sehari-harinya, tannyalah pada fisioterapis bagaimana cara penggunaannya apakan harus menepak ataukah tidak dan berapa persenkah berat badan yang boleh diletakkan pada pergelangan kaki yang patah. Biasanya Dokter sudah menuliskan persentase apakah harus NWB (Non Weight Bearing) ataukah PWB (Partial Weight Bearing) atau pula FWB (Full Weight Bearing). Selain itu fisioterapis akan mengajari anda berbagai latihan sederhana pada panggul dan lutut agar otot-otot pada panggul dan lutut tidak mengalami kelemahan dikarenakan patah tulang yang terjadi pada pergelangan kaki.


Peran Fisioterapi Pada Proses Rehabilitasi
Setelah waktu pembukaan gips tiba maka anda akan segera dirujuk dokter ke bagian fisioterapi, terkadang anda masih menggunakan kruk dan anda tidak mengetahui proses atau prosedur apakah yang harus anda lakukan dirumah dan dirumah sakit. Fisioterapis akan berusaha mendesign program yang tepat dan efisien berdasarkan kebutuhan anda. Dalam hal ini yang menjadi fokus atau tujuan dari fisioterapi adalah : Pola jalan, Luas gerak sendi, Pembengkakan, Nyeri, Kelemahan otot dan proses healing pada kulit bekas operasi jika melakukan procedur ORIF.
Setelah proses assesment dan evaluasi selesai biasanya fisioterapis akan memanfaatkan cold pack dan electrical stimulation untuk mengurangi nyeri dan menurunkan pembangkakan. Latihan gentle pada pergelangan kaki harus didesign sedemikian rupa untuk meningkatkan luas gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Latihan pada sendi panggul dan lutut juga harus tetap dilakukan secara bersamaan agar kelemahan otot tidak terjadi. Fisioterapis akan mengajari anda dengan tepat tentang apa yang boleh dan yang tidak diperbolehkan selama masa pemulihan. Edukasi pasien agar melakukan latihan-latihan yang telah anda ajarkan kepadanya dirumah secara teratur.
Fisioterapis akan menuntun anda untuk bisa berjalan tanpa bantuan kruk secara bertahap, disesuaikan dengan kebutuhan anda. Untuk scar tissue yang terjadi akibat luka incisi pada saat pemasangan ORIF, fisioterapis dapat melekukan gentle massage dan mobilitation untuk meminimalisir scar tissu yang terjadi.

Wednesday, June 4, 2014

LATIHAN PADA TANGAN YANG FRACTURE

Fisioterapi Pada # Tangan

Secara anatomis banyak tulang-tulang kecil yang terdapat pada area tangan kita baik itu tulang yang berada pada pergelangan tangan maupun jari-jari tangan. Fungsinya yang sangat dominan dalam aktivitas sehari-haripun menjadikan tangan sangat rentan terhadap cedera ataupun patah tulang. Jika terjadi benturan yang kuat pada tulang maka tulang pada tangan akan mengalami keretakan atau patah tulang. Jika hal itu terjadi maka anda akan merasakan sakit, bengkak dan penurunan aktivitas sehari-hari. Untuk itu dokter akan mengimobilisasi tangan anda dengan gips agar proses healing pada tulang berjalan progress. Proses penyembuhan untuk tulang sangat berbeda antara pasien satu dengan yang lain, hal ini tergantung dari jenis patah tulangnya, sudut patah tulang ataupun masalah nutrisi yang dikonsumsi. Dokter akan memberikan appointment  X-ray untuk memonitoring proses healing anda. Jika dirasa tulang telah stabil maka dokter akan segera menyuruh anda melakukan latihan pada tangan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan luas gerak dan mengembalikan fungsinya seperti sedia kala.
Disini ada beberapa macam latihan ringan yang bisa anda lakukan dirumah untuk mengurangi kekakuan dan meningkatkan fungsi tangan, diantaranya adalah :
1. Towel wring
Latihan ini berfunsi untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot-otot tangan. Caranya ambil handuk kecil, gengam handuk tersebut dan putarlah kedepan dan kebelakang sebisa tangan anda. Lakukan sepuluh kali gerakan tersebut kemudian istirahat 15 detik lalu ulangi gerakan tersebut 2-3 kali. Jika anda tidak kesulitan melakukannya maka basahi handuk tersebut dengan air kemudian lakukan gerakan seperti diatas. Dengan dicelupkan handuk ke air berarti meningkatkan berat dari handuk sehinga dapat meningkatkan kekuatan otot tangan.
2. Wrist roll
Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan luas gerak sendi pada tangan. Caranya sangat mudah letakkan kedua siku diatas meja kemudian tangan yang sehat memegangi tangan yang sakit/ mempertahankan tangan yang sakit agar tangan yang sakit stabil. Kemudian gerakkan tangan anda memutar seperti membentuk sebuah jam. Ulangi gerakkan tersebut selama sepuluh kali kemudian istirahar 15 detik dan lakukan gerakan tersebut 2-3 kali.
3. Grasping
Setelah dimobilisasi lama karena patah tulang maka fungsi tangan untuk menggenggam sesuatu menjadi berkurang. Cara latihannya sangat mudah letakkan beberapa obyek kecil sampai obyek besar/sesuai dengan berapakah lebar tangan anda diatas meja (misalkan bola bekel sampai bola tenis) kemudian genggam erat bola tersebut dimulai dengan bola yang besar ke bola yang kecil, ulangi 10 kali  dan lakukan 2-3 kali pengulangan gerakan dengan istirahat 15 detik.
4. Prayer streetch
Latihan ini membantu meningkatkan elastisitas otot, meningkatkan luas gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Caranya sangat mudah letakan telapak tangan kanan menempel pada telapak tangan kiri, kemudian tekuk siku 90 derajad lalu dengan kekuatan yang sama dorong
kedua tangan berlawanan arah. (posisi tangan seperti budha sedang berdoa) dan relaks. Ulangi gerakan tersebut sepuluh kali dan lakukan 2-3 kali dengan istirahat pada setiap gerakan selama 15 detik.