Featured Posts Coolbthemes

Wednesday, June 4, 2014

LATIHAN PADA TANGAN YANG FRACTURE

Fisioterapi Pada # Tangan

Secara anatomis banyak tulang-tulang kecil yang terdapat pada area tangan kita baik itu tulang yang berada pada pergelangan tangan maupun jari-jari tangan. Fungsinya yang sangat dominan dalam aktivitas sehari-haripun menjadikan tangan sangat rentan terhadap cedera ataupun patah tulang. Jika terjadi benturan yang kuat pada tulang maka tulang pada tangan akan mengalami keretakan atau patah tulang. Jika hal itu terjadi maka anda akan merasakan sakit, bengkak dan penurunan aktivitas sehari-hari. Untuk itu dokter akan mengimobilisasi tangan anda dengan gips agar proses healing pada tulang berjalan progress. Proses penyembuhan untuk tulang sangat berbeda antara pasien satu dengan yang lain, hal ini tergantung dari jenis patah tulangnya, sudut patah tulang ataupun masalah nutrisi yang dikonsumsi. Dokter akan memberikan appointment  X-ray untuk memonitoring proses healing anda. Jika dirasa tulang telah stabil maka dokter akan segera menyuruh anda melakukan latihan pada tangan untuk mengurangi nyeri, meningkatkan luas gerak dan mengembalikan fungsinya seperti sedia kala.
Disini ada beberapa macam latihan ringan yang bisa anda lakukan dirumah untuk mengurangi kekakuan dan meningkatkan fungsi tangan, diantaranya adalah :
1. Towel wring
Latihan ini berfunsi untuk meningkatkan kekuatan dan kelenturan otot-otot tangan. Caranya ambil handuk kecil, gengam handuk tersebut dan putarlah kedepan dan kebelakang sebisa tangan anda. Lakukan sepuluh kali gerakan tersebut kemudian istirahat 15 detik lalu ulangi gerakan tersebut 2-3 kali. Jika anda tidak kesulitan melakukannya maka basahi handuk tersebut dengan air kemudian lakukan gerakan seperti diatas. Dengan dicelupkan handuk ke air berarti meningkatkan berat dari handuk sehinga dapat meningkatkan kekuatan otot tangan.
2. Wrist roll
Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan luas gerak sendi pada tangan. Caranya sangat mudah letakkan kedua siku diatas meja kemudian tangan yang sehat memegangi tangan yang sakit/ mempertahankan tangan yang sakit agar tangan yang sakit stabil. Kemudian gerakkan tangan anda memutar seperti membentuk sebuah jam. Ulangi gerakkan tersebut selama sepuluh kali kemudian istirahar 15 detik dan lakukan gerakan tersebut 2-3 kali.
3. Grasping
Setelah dimobilisasi lama karena patah tulang maka fungsi tangan untuk menggenggam sesuatu menjadi berkurang. Cara latihannya sangat mudah letakkan beberapa obyek kecil sampai obyek besar/sesuai dengan berapakah lebar tangan anda diatas meja (misalkan bola bekel sampai bola tenis) kemudian genggam erat bola tersebut dimulai dengan bola yang besar ke bola yang kecil, ulangi 10 kali  dan lakukan 2-3 kali pengulangan gerakan dengan istirahat 15 detik.
4. Prayer streetch
Latihan ini membantu meningkatkan elastisitas otot, meningkatkan luas gerak sendi dan meningkatkan kekuatan otot. Caranya sangat mudah letakan telapak tangan kanan menempel pada telapak tangan kiri, kemudian tekuk siku 90 derajad lalu dengan kekuatan yang sama dorong
kedua tangan berlawanan arah. (posisi tangan seperti budha sedang berdoa) dan relaks. Ulangi gerakan tersebut sepuluh kali dan lakukan 2-3 kali dengan istirahat pada setiap gerakan selama 15 detik.

BERGESERNYA TULANG BELAKANG

Spondylolisthesis

Spondylolisthesis adalah kondisi dimana salah satu bagian tulang belakang bergeser menjauh dengan tulang belakang yang dibawahnya. Terkadang pergeseran tulang itu dapat menekan syaraf disekitar tulang punggung dan menyebabkan nyeri yang berkepanjangan. Kata spondylolisthesis berasal dari bahasa yunani yang berarti spondylos = tulang belakang dan listhesis yang berarti bergeser.

Tipe Spondylolisthesis
Ada beberapa macam tipe spondylolisthesis, namun pada umumnya tipe spondylolisthesis dapat dikelompokkan menjadi 3, diantaranya adalah :
1). Congenital spondylolisthesis
Congenital berarti kondisi yang dibawa semenjak dia lahir, jadi spondylolisthesis ini terjadi semenjak bayi dilahirkan didunia dengan membawa susunan tulang yang abnormal, dengan begitu susunan yang abnormal pada tulang belakang tersebut berpengaruh pada besarnya resiko pergeseran tulang belakang.
2). Isthmic spondylolisthesis
Spondylolistesis semacam ini terjadi karena adanya stress fracture (patah tulang belakang akibat benturan yang berulang-ulang) pada tulang belakang. Dalam beberapa kasus, patah tulang yang terjadi tersebut membuat tulang menjadi sangat riskan untuk bergeser dari tempat asalnya
3). Degenerative spondylolisthesis
Spondylolisthesis tipe ini adalah kasus yang sering kita jumpai didunia klinis. Dengan bertambahnya usia maka bantalan sendi diantara tulang belakang menjadi seperti spons, sehingga kemampuannya untuk menahan gerakan yang terjadi pada tulang belakang sangat kecil. hal itu semakin meningkatkan pergeseran pada tulang belakang

Kategori Spondylolistesis
Spondylolistesis dapat dikategorikan berdasarkan seberapa jauh patahnya tulang belakang kedepan yang diukur dengan melihat foto X-ray yaitu:
Grade 1 - 25% forward movement
Grade 2 - greater than 25% forward movement.
Grade 3 - greater than 50% forward movement.
Grade 4 - greater than 75% forward movement.


Gejala darispondylolisthesis adalah:
Grade 1
Tidak ada gejala yang berarti pada setiap pasien, bahkan mereka merasa sehat-sehat saja.
Grade 2 dan diatasnya

Nyeri punggung bawah yang terkadang menjalar sampai pada kaki
Nyeri semakin bertambah terutama jika menggerakkan punggung kedepan ( Back extension)
Dengan menggunakan X-ray posisi dari munclnya nyeri dapat mendiagnosis dimana letak pergeserannya

Spondylolisthesis Treatment

1. Pengobatan conservative - Seseorang yang terkena spondylolisthesis ini harus mengambil istirahat dari olahraga dan kegiatan lainnya sampai nyeri reda. Obat non-steroidial-anti-inflamasi-drug (NSAID), seperti ibuprofen (Motrin atau naproxen  dan atau (Aleve atau Naprosyn ), mungkin dianjurkan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan (iritasi dan pembengkakan). Obat dengan dosis tinggi mungkin dianjurkan jika NSAID tidak memberikan dampak yang signifikan. Suntikan epidural steroid - di mana obat ditempatkan langsung didaerah sekitar tulang belakang mungkin juga membantu mengurangi peradangan dan mengurangi rasa sakit.
 2. Fisioterapi - latihan Stabilisasi/stabilization exercise adalah latihan utama yang harus diajarkan pada pasien. Latihan-latihan ini memperkuat otot perut dan otot punggung dan meminimalkan gerakan pada tulang belakang. Umumnya, 8 sampai 12 minggu waktu yang digunakan untuk latihan stabilisasi dalam rangka mencapai perbaikan klinis yang optimal. Sebuah brace atau  back support dapat digunakan untuk membantu menstabilkan punggung bawah dan mengurangi rasa sakit. Program latihan yang dilakukan fisioterapis harus mempunyai goal dalam hal pengurangan rasa sakit, meningkatkan fleksibilitas otot dan kekuatan otot. X-ray berkala dilakukan untuk memonitoring letak tulang yang selip
3. Operasi
dalam hal ini dapat menggunakan dua operasi yaitu decompresive laminectomy atau dengan spinal fusion. .

Tuesday, June 3, 2014

LATIHAN PENGUATAN PAHA DEPAN

Wall Slides Exercise

Wall slides  adalah latihan yang efektif untuk meningkatkan otot Quadriceps/ otot paha depan yang terdiri dari 4 macam otot . Dimulai dengan sedikt repetisi kemudian tingkatkan sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan dan peningkatan otot anda. Lakukan aktivitas ini 3 kali sehari untuk mendapatkan penguatan otot quadriceps secara optimal.

Meskipun terlihat mudah, tetapi jika anda mengalami cedera pada lutut  maka latihan ini  layak diperhitungkan terutama pada proses  rehabilitasi, sehingga latihan tidak dapat dapat dilakukan begitu saja tanpa bimbingan dari dokter atau fisioterapis.
 

Bagaimana Cara Melakukan Wall Slide :
1. Berdiri tegak pada tembok, tempelkan punggung anda dan posisikan kaki sesuai dengan lebar bahu anda.
2. Perlahan-lahan tekuklah lutut anda, kemudian gerakakan punggung kebawah sampai lutut anda tertekuk 45 derajad dan tahan sampai hitungan ke5
3.. Angkat kembalai punggung anda sampai lutut anda lurus.
4. Ulangi langkah diatas 5 kali
5. Lakukan tiga kali sehari
Jika anda/pasien anda tidak mengalami kesulitan melakukannya maka tingkatkan repetisi latihan dan modifikasi wall slides dengan menggunakan satu kaki atau anda dapat menambahkan berat dengan cara meletakkan beban  ditangan. Keuntungan lain yang diperoleh dari latihan ini adalah juga dapat meningkatkan keseimbangan tubuh. Selamat mencoba dan rasakan manfaatnya.

LATIHAN AGAR SIX-PACK

Perut Yang Kotak-kotak 

Apakah tujuan utama yang anda harapkan dari sebuah olahraga? apakah anda ingin membuat tubuh anda besar dan kuat seperti body builder ataukah anda hanya ingin sebatas kencang dan lentur seperti penari balet atau anda ingin mempunyai bentuk tubuh yang proporsional seperti atlet dan sesuai standar optimal diri anda. Tentukan prioritas terlebih dahulu sebelum anda melakukan aktivitas olah raga agar hasilnya teruji dan terukur, terutama jika anda ingin mempunyai perut yang kotak-kotak atau six-pack, karena membuat perut six-pack bukan berarti anda latihan sit-up beratus-ratus kali tanpa memperhatikan pola makan anda. Jika anda melaukan latihan tersebut tanpa diuji dan diukur maka bisa diibaratkan seperti membuang waktu dan tenaga dan hasil akhir perut yang six-pack dan digemari remaja putri akan sia-sia saja.

Bagaimanakah Latihan Agar Six-pack
Kalau anda tahu, sebenarnya latihan sit-up tidak cukup untuk membuat perut anda rata. Latihan perut akan berdampak pada peningkatan kekuatan otot perut saja, khususnya jika anda memfokuskan latihan pada salah satu otot perut itu saja, baik otot perut atas/rectus abdominalis atau otot perut bawah/core strength, tanpa memperhatikan berapakah lemak yang terdapat pada tubuh kita. Misalkan saja seorang yang diketahui berlebihan berat badannya/overweight  dan ingin memiliki perut yang six-pack sangat mustahil dia akan mendapatkan six-pack itu tanpa adanya upaya pengurangan berat badannya/body fat, hal itu sama saja seperti berludah di lautan ( hasilnya tidak akan pernah terlihat). Tubuh kita tidak dapat dipaksakan menjadi bagus tanpa lemak pada bagian tertentu saja tanpa ada usaha pengurangan lemak pada keseluruhan tubuh. Jadi intinya untuk mendapatkan six-pack pada perut harus dilakukan dengan cara melatih otot perut kita dengan disertai pengurangan lemak dalam tubuh juga. Untuk mendapatkannya ada tehnik khusus yang harus kita jalani secara konsisten yaitu dengan cara :
1. Melakukan Diet Sehat
Cara untuk menurunkan lemak pada tubuh adalah dengan diet. Diet dalam hal ini bukan berarti diet ketat dengan mengharamkan makan sesuatu dan membatasinya sampai kita tersiksa. Menurut aboutcom's weightloss dengan memakan makanan yang ringan beberapakali akan meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lebih kalori. Makanlah makanan yang mengandung sedikit kalori dengan mengawasi ukuran porsi makanan dan meyakinkan bahwa sesuatu yang masuk dalam mulut kita lebih sedikit daripada yang kita bakar. Makanan yang rendah kalori adalah makanan yang memiliki serat tinggi, pastikan bahwa makanan yang akan kita makan harus seimbang yaitu karbohidrat (50-60%), protein (20-30%), dan lemak (20-30%).
Minum Air Yang Banyak. Kadang-kadang lapar disebabkan karena konsumsi air yang kurang.
2. Olahraga yang Teratur
Setelah melakukan pengukuran terhadap lemak tubuh dan mendapatkan penurunan body fat maka segeralah olahraga yang rutin. Jika anda melakukan diet tanpa olahraga maka tubuh anda akan mengalami fase plateu dimana terjadi peningkatan metabolisme tubuh yang tidak terkontrol dan berdampak buruk pada tubuh kita. Fase ini akan hilang dengan adanya latihan yang teratur karena adanya pembentukan massa otot. Latihan yang harus dilakukan adalah, latihan cardio dalam seminggu minimal 3-5 kali dengan waktu 30-45 menit sesuaikan dengan target heart rate yang dicapai dalam guidline yang tertera pada alat treadmill atau sepeda anda.
3. Latihan Pada perut
Latihan perut sederhana adalah sit-up, anda dapat memodifikasi sit-up dengan menggunakan bola atau alat berat (sesuaikan dengan kemampuan anda dan jangan dipaksakan). Latihan dapat dimulai dengan yang ringan dan terus ditingkatkan sesuai intensitas, durasi dan repetisi, masing-masing orang mempunyai karakteristik berbeda-beda. Fisioterapis atau personal trainer dapat mendesign program latihan ini dengan benar dan tepat sesuai kebutuhan anda. Beberapa contoh latihan perut adalah Metode Plank (plank,sideplank, modified plank dsb), alternating sit-up, medicine ball, raised leg crunch dan masih banyak metode-metode yang diajarkan fisioetrapis atau personal trainer anda.
4. Penguluran
Penguluran ini penting untuk menghindari cedera dalam latihan dan berguna juga untuk meningkatkan elastisitas otot pada tubuh kita. Jangan lupa melakukan pemanasan/warm ups sebelum olahraga dan pendinginan/cool-downs setelah olahraga



KEKAKUAN PADA TULANG BELAKANG

Ankylosing Spondylitis

 Apakah Ankylosing Spondylitis?
Ankylosing Spondylitis (sering dikenal sebagai Bechterew's disease atau Marie Struempell disease) adalah penyakit kronik pada sendi yang disebabkan oleh degenerative arthritis yang sering terjadi pada tulang punggung dan sendi sacroiliaca dan bisa terjadi juga pada sendi lain tubuh kita. 
Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui walaupun faktor keturunan sering disebut sebagai penyebab  umum terjadinya penyakit ini.
Kata ankylosing berarti gabungan dan kata spondylitis berati peradangan pada persendian tulang belakang, Jadi peradangan yang terjadi pada tulang belakang dan sendi sacroiliac yang kemudian memicu terjadinya pertumbuhan tulang yang menyatukan tulang punggung disebut sebagai ankylosing spondylitis. Akibat dari menyatunya tulang belakang ini membuat punggung menjadi sangat kaku (stiffness) dan nyeri yang berkepanjangan.
Ankylosing Spondylitis adalah sebuah grup peradangan sendi/arthritis, kondisi ini dikeahui sebagai spondoarthritides termasuk didalamnya psoriatic, colitic and reactive arthritis. Ankylosing spondylitis dalam perkembangannya bisa terjadi secara terpisah atau tergabung dengan kondisi crohns disease, psoriasis and osteoporosis.
Dari dua kasus ankylosing spondilitis tersebut tidak ada yang sama persis. Perbedaan ini terjadi tergantung dari distribusi nyeri, kekakuan, peradangan, lama penyebaran dan perjalanan penyakit. Dalam beberapa kasuspun dijumpai pula bahwa penyakit ini berhenti dengan sendirinya dan nyeri hilang sama sekali tanpa meninggalkan bekas. Gejala-gejala secara umum dapat kita ketahui sebagai berikut :  
Ankylosing spondylitis  sering terjadi pada umur 15-30 tahun, walaupun terkadang dibawah ataupun diatasnya juga sering terkena. Kondisi ini sering terjadi pada pria daripada wanita, dari kasus yang terjadi pada pria perbandingannya 1 : 200 dan untuk wanita 1 : 500. Gejala awal dari ankylosing spondilitis adalah terbatasnya gerakan pada punggung bawah atau persendian tulang belakang sakit.Gejala sakit tersebut terus berkelanjutan dan nyeri terus bertambah dengan disertai 
1. kekakuan pada pagi hari pada tulang belakang dan sendi sacroiliac. 
2. Sakit pada punggung bawah meskipun dalam kondisi relaks/tidur. 
3. Nyeri yang terjadi pada tungkai dan paha
4. Sakit dan nyeri pada pantat, leher, bahu, pinggul dan punggung atas
5. Intensitas nyeri kadang meningkat dan kadang hilang.
6. Pada beberapa kasus dijumpai penurunan berat badan dan kelelahan.
7. Pada kasus yang lain biasanya disertai dengan peradangan mata, jantung, paru-paru dan sistem persyarafan, dan dapat meningkatkan kiposis pada kura tulang belakang.


Anjuran untuk kasus Ankylosing spondylitis adalah :
1. Selalu jagalah kebugaran dan kesehatan tubuh.

2. Menjaga bebarat badan yang ideal untuk menghindari cedera otot tulang belakang
3. Diet sehat
4. Menjaga postur tubuh dan kecepatannya. Diskusikan dengan fisioterapis anda untuk porsi latihan posture dan mobility.
5. Hindari gerakan memutar pinggang secara tiba- tiba dan berhati-hatilah ketika membalikkan badan
6. Gunakan hot pack untuk mengurangi nyeri dan kekakuan. Mintalah saran fisioterapis untuk intensitas dan durasi pemakaian.
7. Mintalah fisioterapis untuk mendesign berbagai latihan terutama penguatan otot tulang belakang dan hydrotherapy.

Friday, December 13, 2013

ROBEKNYA OTOT LENGAN ATAS

Biceps Rupture
Dari : Jowir


Biceps rupture adalah kondisi dimana terjadi kerobekan komplit pada otot biceps brachii baik yang mengenai satu atau lebih tendon otot biceps maupun perut otot (muscle bellies) itu sendiri. Secara anatomis letak dari otot ini berada pada bagian depan lengan kita. Otot ini mempunyai dua muscle bellies yang diketahui sebagai bicep berkepala panjang (caput longum) dan bicep berkepala pendek (caput brevis).Otot bicep caput longum berorigo pada tuberositas supraglenoidales pada scapula dan caput brevis pada processus coracoideus discapula dan otot ini berinsersio pada posterior tuberositas radii.
Selama otot ini berkontraksi, tekanan akan terjadi pada otot biceps dan tendonnya, namun ketika tekanan tinggi yang terjadi berulang-ulang/berlebihan dengan disertai kekuatan yang besar, maka besar kemungkinan otot/tendon ini akan mengalami kerusakan. Terkadang juga kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan tendon otot menjadi rupture (rupture otot biceps sangat jarang terjadi pada muscle belly). Dan bila ini terjadi maka kondisi ini dinamakan biceps rupture. Biceps rupture umumnya terjadi pada lansia yang mempunyai riwayat cidera dan peradangan pada otot bicepsnya. Bicep brachii caput longum adalah bagian yang sering terdampak.
Biceps rupture sering terjadi karena adanya tekanan yang berlebihan dan tiba-tiba pada otot biceps. Aktivitas yang memprovokasi timbulnya rupture terjadi pada saat mengangkat beban yang berat diatas kepala, elevasi lengan disertai beban yang berat dan menekuk siku dengan beban yang diambang batas (angkat besi dan body builders). Terkadang rupture juga terjadi pada kondisi otot yang terluka/strain yang dipaksakan beraktivitas secara terus-menerus. 

Tanda Dan Gejala Biceps Rupture
Pasien dengan rupture bicep biasanya mengalami nyeri yang tiba-tiba di bagian depan bahu, lengan atas ataupun disiku . Hal ini dikaitkan kerana kerobekan komplit yang terjadi pada tendon ataupun otot

yang berpengaruh pada syaraf sensorinya juga. Nyeri hebat biasanya timbul pada malam hari ataupun pada pagi hari disaat bangun dari tidur. Deformitas/perubahan bentuk pada otot biceps bisa langsung teramati dengan membandingkan dengan otot biceps sisi yang sehat, untuk mengetahuinya kontraksikan otot biceps dengan menekuk siku anda maka otot yang rupture akan terlihat benjolan jelas di setiap pergerakan ototnya.
Kekakuan, pembengkakan dan memar terlihat keesokan hari dan akan berlangsung sampai beberapa hari kemudian. Kelemahan otot pada bahu dan siku akan terasa disaat anda mengangkat suatu beban, mengelevasi lengan ataupun menekuk siku. Dan kebanyakan pasien rupture tendon akan memakai kekuatan bahunya untuk menyelesaikan aktivitas seperti yang tersebut diatas.

Peran Fisioterapi
Untuk fase awal rupture tendon ataupun otot biceps brachii, fisoterapis dapat mengaplikasikan R.I.C.E (Rest, Ice, compression, Elevation) untuk waktu kurang dari 72 jam.
Untuk pasien dengan rupture tendon biceps bagian bawah, treatment yang tepat adalah dengan operasi pemasangan kembali tendon yang rupture. Setelah operasi pasien akan diberikan waktu istirahat untuk proses pemulihan dan rehabilitasi dibawah bimbingan surgeon dan fisioterapis. Begitu juga pasien dengan rupture pada tendon bicep caput longum ataupun tendon bicep caput brevis dianjurkan untuk melakukan operasi tersebut untuk mendapatkan hasil optimal.  Fisioterapis dapat mendesign program-program anda pada saat masa istirahat dan pemulihan.
Kesuksesan dari treatment yang diberikan oleh surgeon dan fisioterapis sangat tergantung dari peran serta pasien dalam memahami dan melakukan aktivitas baik dari saat periode istirahat sampai saat gejala rupture hilang sama sekali. Pada saat proses pemulihan, hindari gerakan yang membuat/memprovokasi nyeri, hal ini dimaksudkan agar tubuh diberi kesempatan untuk memperbaiki jaringan yang telah rusak. Setelah waktu yang ditentukan surgeon dan fisoterapis (tergantung kesuksesan operasi) dengan ditandai gejala rupture yang hilang, fisioterapis dapat mendesign program pemulihan lanjutan.
Obat-obatan Anti-inflammatory biasanya diberikan pada pasien untuk menunjang proses healing dengan tujuan mengurangi nyeri dan mengurangi pembengkakan.
Fisioterapis sangat berperan sekali dalam proses rehabilitasi dengan cara mendesign program latihan flexibility dan penguatan otot secara berkala disesuaikan dengan kondisi dan apa yang dibutuhkan pasien. Massage, joint mobilization, streetching, electrotherapy adalah ketrampilan yang bisa ditawarkan fisioterapi. Tujuan utama yang harus dicapai seorang fisioterapis adalah pengurangan nyeri, meningkatkan LGS (luas gerak sendi), meningkatkan kekuatan otot dan yang paling penting adalah peningkatan aktivitas sehari-hari pasien.  Dalam hal ini kerjasama antara pasien dengan fisioterapis dan orthopedic harus terjalin dengan baik, sehingga hasil yang dicapaipun optimal.


Monday, November 4, 2013

NYERI PADA BAHU

Rotator Cuff Tear
Dari : Jowir


Rotator cuff adalah sekelompok otot yang berasal dari tulang belikat dan menempel pada tulang lengan atas (tulang humerus) dan melalui tendon yang bernama rotator cuff. Secara bersama-sama otot-otot ini menstabilkan sendi bahu/shoulder dan membantu memfasilitasi gerakan elevasi dan rotasi pada bahu. Otot rotator cuff terdiri dari 4 otot yaitu otot supraspinatus, otot infraspinatus, otot ters minor dan otot subscapularis. Selama otot rotator cuff berkontraksi, tekanan secara keseluruhan dibebankan pada otot rotator cuff dan tendonnya. Jadi bila tekanan yang diberikan berlebihan, maka kemungkinan terjadi robekan/tear juga semakin besar. Jenis dari crobekan ini bisa sebagian atau total pada salah satu otot-otot rotator cuff, biasanya otot supraspinatus adalah otot yang paling sering terkena cedera dari adanya tekanan yang berlebihan pada rotator cuff.

Penyebab Rotator Cuff Tear
Rotator cuff tear biasanya terjadi secara tiba-tiba karena adanya tekanan yang besar yang melebihi kemampuan otot-otot dan tendon dalam menahan tekanan tersebut. Aktivitas tersebut misalnya mengankat suatu beban yang sangat berat, proses tarik dan dorong sesuatu yang berat. terjatuh dengan posisi bahu yang overstretch dan sebagainya. Pada beberapa kasus rotator cuff sering terjadi pada lansia yang melakukan aktivitasnya dengan mengangkat, menarik, melempar sesuatu yang berat. Untuk atlet sering terdampak juga pada atlet yang banyak menggunakan aktivitas melempar (criket, baseball), atlet swimming, tenis dll.

Tanda dan Gejala Rotator Cuff Tear
Biasanya pasien akan mengalami nyeri yang mendadak pada bahu jika melakukan aktivitas yang memprovokasi otot rotator cuff bekerja. Sifat dari nyeri ini terlokalisir pada bahu tetapi terkadang pasien juga mengalami nyeri radiatic sampai siku atau tangannya.
Pasien dengan rotator cuff tear akan kesulitan dalam mengelevasikan tangan yang terdampak. Pasien akan merasakan sakit jika mengankat barang keatas melebihi kepala. Selain itu pasien merasa kesulitan dalam aktivitas dorong dan tarik pada tangan yang terdampak.


Fisioterapi Pada Rotator Cuff Tear

Fisioterapi dapat membantu anda memulihkan kembali kondisi anda dan meningkatkan aktivitas fungsional sehari.hari. Dalam kasus ini fisi terapi menawarkan berbagai ketrampilannya yaitu :
  • soft tissue massage
  • electrotherapy (ultrasound)
  • joint mobilization
  • ice or heat treatment
  • Penggunaan dan pemasangan sling
  • Mendesign latihan yang progress untuk meningkatkan kekuatan dan fleksibilitasnya
  • hydrotherapy
  • education
  • training and saran
  • technique correction/ koreksi teknik
  • postural correction/koreksi postural
  • Memonitori aktivitas yang anda lakukan di departemen fisioterapi