Showing posts with label Vertebrae. Show all posts
Showing posts with label Vertebrae. Show all posts

Friday, October 31, 2014

LATIHAN CORE STABILIZATION

Latihan core stabilization sangat berguna untuk pasien dengan kondisi nyeri punggung bawah kronik dan pasien dengan kelemahan otot perut setelah melahirkan. Latihan core stabilization sangat mudah anda lakukan kapan saja dan dimana saja, dengan mengontraksikan otot punggung dan otot perut bersama-sama maka anda sudah melakukan latihan penguatan otot core (core strengthening).
Latihan ini bertujuan untuk mengurangi nyeri pada punggung bawah dan memperbaiki posture tubuh anda.

Dibawah ini latihan sederhana yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kekuatan otot core anda :
  1. Posisikan diri anda dilantai dengan tangan dan lutut anda menempel dilantai sebagai tumpuan dan posisikan punggung anda pada posisi netral
  2. Tanpa bergerak kontraksikan otot punggung dan otot perut secara bersama-sama dan jagalah posisi punggung anda agar tetap lurus di garis tengah punggung.
  3. Tahan gerakan ini.
  4. Perlahan-lahan angkatlah kaki kanan anda dan luruskan dan jagalah agar posisi punggung tetab stabil/lurus
  5. Tahan gerakan pada posisi ini selama 5-10 detik
  6. Kembalikan pada posisi awal  dan ulangi gerakan yang sama selama 3 kali pengulangan dengan setiap gerakan diselingi istirahat selama 3-5 detik.
  7. Lakukan gerakan tersebut pada kaki kiri.
  8. Selamat mencoba

HUBUNGAN NYERI LUTUT DENGAN NYERI DIPUNGGUNG

Seringkali orang beranggapan bahwa nyeri pada lutut disebabkan karena kerusakan bangunan pada sendi lutut ataupun jaringan lunak sekitar lutut yang mengalami cidera, ternyata asumsi seperti itu belum tentu semuanya benar bisa jadi nyeri yang terjadi pada lutut disebabkan karena punggung anda mengalami masalah. Nyeri punggung yang disebabkan oleh disc protution sering menyebabkan lutut anda mengalami nyeri juga.
Saraf yang mengirimkan rasa nyeri pada anggota gerak bawah dan kaki terletak didaerah punggung bawah, terkadang dikarenakan usia dan cidera yang terjadi pada punggung bawah akan menyebabkan disc/bantalan sendi diantara tulang punggung bawah anda protution/menonjol keluar dari posisi normalnya (mecotot : Jawa) dan menekan saraf yang ada disekitarnya. Tonjolan itu akan menyebabkan saraf menjadi iritasi dan mengirimkan sinyal nyeri. Besarnya nyeri tergantung dari besar dan kuatnya tonjolan itu menekan saraf dipunggung bawah.
Syaraf yang mengirimkan impuls dan signal pada lutut terletak pada tulang punggung bawah nomer dua, tiga dan empat (L2, L3 dan L4) sehingga bila tonjolan oleh bantalan sendi tersebut mengenai syaraf yang berada di L2, L3 dan L 4 maka sangatlah mungkin nyeri pada lutut terjadi. Untuk memastikannya datanglah ke dokter atau fisioterapis anda sesegera mungkin.
Jika anda mengalami hal ini maka treatment yang dilakukan berdasarkan besarnya tonjolan tersebut menekan syaraf anda. Dokter akan menyarankan operasi jika tonjolan itu sangat besar sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari anda. Suntikan steroid biasanya diberikan oleh dokter dan management fisioterapi dalam hal nyeri sangat anda perlukan untuk mengcounter gejala yang timbul oleh karena disc protution ini.
Manajemet fisioterapi pada disc herniation yang meliputi penguluran otot-otot punggung bawah (lowerback streetching) dan penguatan otot core (core strengthening) adalah metode yang bisa ditawarkan oleh fisioterapist.

Tuesday, October 14, 2014

NYERI PADA LEHER

Apakah Whiplash 

Whiplash injury terjadi disebabkan oleh karena cedera pada struktur jaringan lunak disekitar tulang leher atau diarea leher. Whiplash injuri diidentifikasikan sebagai cedera pada otot/ muscle strain dan cedera pada ligament/ligament sprain didaerah leher. Cedera ini sering disebabkan karena gerakan langsung dan tiba-tiba pada saat anda menekuk leher ataupun meluruskan leher, selain itu posisi tidur yang salah juga dapat menyebabkan whiplash injury.
Leher sangat rentan terhadap cedera ini karena fungsi dari leher yang hampir disemua aktivitas kita sehari-hari melibatkan sendi leher ini. Leher distabilkan oleh ligament dan didukung oleh otot-otot pada setiap banguanan strukturnya sehinngga jika satu elemen dari struktur itu terganggu maka dipastikan akan berpengaruh pada aktivitas leher tersebut. Dan bila itu terjadi bisa dipastikan nyeri yang ditimbulkan akibat whiplash injury tidak bisa kita toliler.

Treatment untuk whiplash

Cara efektif yang bisa anda lakukan untuk mengatasi whiplash adalah dengan mengistirahatkan sendi leher dari setiap aktivitas. Fisioterapi akan menyarankan anda menggunakan collar/support leher untuk beberapa waktu sampai ketegangan otot maupun ligament reda. Biasanya fisioterapi akan menyarankan anda menggunakan collar selama 2 jam setelah itu dilepas untuk beberapa saat dan memakainya kembali,selain itu fisioterapis juga akan mengajarkan kepada anda beberapa latihan penguluran untuk menjaga elastisitas otot di area leher. Dalam beberapa study fisioterapi dilaporkan bahwa penggunaan terapi intermitten (terapi dingin/ice pack dikombinasikan dengan terapi panas/heating) bermanfaat untuk treatment pada cedera jenis whiplash. Selain itu dokter akan merekomendasikan anda untuk mengkonsumsi obat jenis anti-inflamatory sebagai penunjang kesembuhan anda.

Wednesday, June 4, 2014

BERGESERNYA TULANG BELAKANG

Spondylolisthesis

Spondylolisthesis adalah kondisi dimana salah satu bagian tulang belakang bergeser menjauh dengan tulang belakang yang dibawahnya. Terkadang pergeseran tulang itu dapat menekan syaraf disekitar tulang punggung dan menyebabkan nyeri yang berkepanjangan. Kata spondylolisthesis berasal dari bahasa yunani yang berarti spondylos = tulang belakang dan listhesis yang berarti bergeser.

Tipe Spondylolisthesis
Ada beberapa macam tipe spondylolisthesis, namun pada umumnya tipe spondylolisthesis dapat dikelompokkan menjadi 3, diantaranya adalah :
1). Congenital spondylolisthesis
Congenital berarti kondisi yang dibawa semenjak dia lahir, jadi spondylolisthesis ini terjadi semenjak bayi dilahirkan didunia dengan membawa susunan tulang yang abnormal, dengan begitu susunan yang abnormal pada tulang belakang tersebut berpengaruh pada besarnya resiko pergeseran tulang belakang.
2). Isthmic spondylolisthesis
Spondylolistesis semacam ini terjadi karena adanya stress fracture (patah tulang belakang akibat benturan yang berulang-ulang) pada tulang belakang. Dalam beberapa kasus, patah tulang yang terjadi tersebut membuat tulang menjadi sangat riskan untuk bergeser dari tempat asalnya
3). Degenerative spondylolisthesis
Spondylolisthesis tipe ini adalah kasus yang sering kita jumpai didunia klinis. Dengan bertambahnya usia maka bantalan sendi diantara tulang belakang menjadi seperti spons, sehingga kemampuannya untuk menahan gerakan yang terjadi pada tulang belakang sangat kecil. hal itu semakin meningkatkan pergeseran pada tulang belakang

Kategori Spondylolistesis
Spondylolistesis dapat dikategorikan berdasarkan seberapa jauh patahnya tulang belakang kedepan yang diukur dengan melihat foto X-ray yaitu:
Grade 1 - 25% forward movement
Grade 2 - greater than 25% forward movement.
Grade 3 - greater than 50% forward movement.
Grade 4 - greater than 75% forward movement.


Gejala darispondylolisthesis adalah:
Grade 1
Tidak ada gejala yang berarti pada setiap pasien, bahkan mereka merasa sehat-sehat saja.
Grade 2 dan diatasnya

Nyeri punggung bawah yang terkadang menjalar sampai pada kaki
Nyeri semakin bertambah terutama jika menggerakkan punggung kedepan ( Back extension)
Dengan menggunakan X-ray posisi dari munclnya nyeri dapat mendiagnosis dimana letak pergeserannya

Spondylolisthesis Treatment

1. Pengobatan conservative - Seseorang yang terkena spondylolisthesis ini harus mengambil istirahat dari olahraga dan kegiatan lainnya sampai nyeri reda. Obat non-steroidial-anti-inflamasi-drug (NSAID), seperti ibuprofen (Motrin atau naproxen  dan atau (Aleve atau Naprosyn ), mungkin dianjurkan untuk membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan (iritasi dan pembengkakan). Obat dengan dosis tinggi mungkin dianjurkan jika NSAID tidak memberikan dampak yang signifikan. Suntikan epidural steroid - di mana obat ditempatkan langsung didaerah sekitar tulang belakang mungkin juga membantu mengurangi peradangan dan mengurangi rasa sakit.
 2. Fisioterapi - latihan Stabilisasi/stabilization exercise adalah latihan utama yang harus diajarkan pada pasien. Latihan-latihan ini memperkuat otot perut dan otot punggung dan meminimalkan gerakan pada tulang belakang. Umumnya, 8 sampai 12 minggu waktu yang digunakan untuk latihan stabilisasi dalam rangka mencapai perbaikan klinis yang optimal. Sebuah brace atau  back support dapat digunakan untuk membantu menstabilkan punggung bawah dan mengurangi rasa sakit. Program latihan yang dilakukan fisioterapis harus mempunyai goal dalam hal pengurangan rasa sakit, meningkatkan fleksibilitas otot dan kekuatan otot. X-ray berkala dilakukan untuk memonitoring letak tulang yang selip
3. Operasi
dalam hal ini dapat menggunakan dua operasi yaitu decompresive laminectomy atau dengan spinal fusion. .

Tuesday, June 3, 2014

KEKAKUAN PADA TULANG BELAKANG

Ankylosing Spondylitis

 Apakah Ankylosing Spondylitis?
Ankylosing Spondylitis (sering dikenal sebagai Bechterew's disease atau Marie Struempell disease) adalah penyakit kronik pada sendi yang disebabkan oleh degenerative arthritis yang sering terjadi pada tulang punggung dan sendi sacroiliaca dan bisa terjadi juga pada sendi lain tubuh kita. 
Penyebabnya sampai sekarang belum diketahui walaupun faktor keturunan sering disebut sebagai penyebab  umum terjadinya penyakit ini.
Kata ankylosing berarti gabungan dan kata spondylitis berati peradangan pada persendian tulang belakang, Jadi peradangan yang terjadi pada tulang belakang dan sendi sacroiliac yang kemudian memicu terjadinya pertumbuhan tulang yang menyatukan tulang punggung disebut sebagai ankylosing spondylitis. Akibat dari menyatunya tulang belakang ini membuat punggung menjadi sangat kaku (stiffness) dan nyeri yang berkepanjangan.
Ankylosing Spondylitis adalah sebuah grup peradangan sendi/arthritis, kondisi ini dikeahui sebagai spondoarthritides termasuk didalamnya psoriatic, colitic and reactive arthritis. Ankylosing spondylitis dalam perkembangannya bisa terjadi secara terpisah atau tergabung dengan kondisi crohns disease, psoriasis and osteoporosis.
Dari dua kasus ankylosing spondilitis tersebut tidak ada yang sama persis. Perbedaan ini terjadi tergantung dari distribusi nyeri, kekakuan, peradangan, lama penyebaran dan perjalanan penyakit. Dalam beberapa kasuspun dijumpai pula bahwa penyakit ini berhenti dengan sendirinya dan nyeri hilang sama sekali tanpa meninggalkan bekas. Gejala-gejala secara umum dapat kita ketahui sebagai berikut :  
Ankylosing spondylitis  sering terjadi pada umur 15-30 tahun, walaupun terkadang dibawah ataupun diatasnya juga sering terkena. Kondisi ini sering terjadi pada pria daripada wanita, dari kasus yang terjadi pada pria perbandingannya 1 : 200 dan untuk wanita 1 : 500. Gejala awal dari ankylosing spondilitis adalah terbatasnya gerakan pada punggung bawah atau persendian tulang belakang sakit.Gejala sakit tersebut terus berkelanjutan dan nyeri terus bertambah dengan disertai 
1. kekakuan pada pagi hari pada tulang belakang dan sendi sacroiliac. 
2. Sakit pada punggung bawah meskipun dalam kondisi relaks/tidur. 
3. Nyeri yang terjadi pada tungkai dan paha
4. Sakit dan nyeri pada pantat, leher, bahu, pinggul dan punggung atas
5. Intensitas nyeri kadang meningkat dan kadang hilang.
6. Pada beberapa kasus dijumpai penurunan berat badan dan kelelahan.
7. Pada kasus yang lain biasanya disertai dengan peradangan mata, jantung, paru-paru dan sistem persyarafan, dan dapat meningkatkan kiposis pada kura tulang belakang.


Anjuran untuk kasus Ankylosing spondylitis adalah :
1. Selalu jagalah kebugaran dan kesehatan tubuh.

2. Menjaga bebarat badan yang ideal untuk menghindari cedera otot tulang belakang
3. Diet sehat
4. Menjaga postur tubuh dan kecepatannya. Diskusikan dengan fisioterapis anda untuk porsi latihan posture dan mobility.
5. Hindari gerakan memutar pinggang secara tiba- tiba dan berhati-hatilah ketika membalikkan badan
6. Gunakan hot pack untuk mengurangi nyeri dan kekakuan. Mintalah saran fisioterapis untuk intensitas dan durasi pemakaian.
7. Mintalah fisioterapis untuk mendesign berbagai latihan terutama penguatan otot tulang belakang dan hydrotherapy.

Wednesday, March 25, 2009

PATAH PADA TULANG Belakang

Spondylolysis / Stress Fracture of Pars Interarticularis
Dari : Joweer


Pendahuluan :
Spondylolysis adalah patah tulang pada bagian pars interarticularis pada tulang belakang, hal ini sering terjadi karena sendi pada tulang belakang dipaksakan bekerja secara berlebihan/overuse injury. Biasanya ini terjadi pada atlet-atlet muda yang sering memforsir gerakan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal, cedera ini terjadi jika sendi tulang belakang dipaksa untuk menegakkan punggung/over extension dengan disertai rotasi secara berlebihan. Olahrga yang sering memicu cidera ini misalkan tolak peluru, tennis, baseball dan cricket.Jika cedera ini terjadi pada kedua sisi (pars interarticularis) disebut sebagai spondylolistesis.
Gejala Spondylolysis:
a. Sering terasa nyeri pada punggung bawah terutama pada salah satu sisi dari tulang belakang, meskipun pada beberapa kasus nyeri tidak dikeluhkan pasien.
b. Nyeri makin bertambah bila kita menegakkan punggung/extension activity
c. Nyeri secara tiba-tiba pada punggung, kebanyakan disaat kita menegakkan punggung.
d. Hyperlordosis atau peningkatan kurva lumbal sering dijumpai pada kasus ini.
e. Terjadi penegangan pada otot paha bagian belakang/m. hamstring
f. Nyeri timbul jika pasien disuruh berdiri dengan satu kaki (kaki yang ada nyeri) dan menegakkan punggung, disini fisioterapis memfasilitasi gerakkan.
g. Nyeri tekan terjadi pada daerah yang mengalami patah tulang.
h. Patah tulang selalu terjadi berlawanan arah dengan nyeri, jika patah tulang terjadi pada daerah kiri maka daerah sebelah kanan yg timbul nyeri.
i. Untuk memastikan diagnosis suruhlah pasien melakukan X-ray atau MRI guna mengetahui hasil yang akurat.
Hal yang perlu digaris bawahi dalam kasus ini adalah pentingnya pendiagnosisan yang tepat, karena jika diketahui dari awal maka patah tulang akan segera ditangani sehingga pada proses penyambungan tulang/healing akan berada pada posisi semula sehingga efek/nyeri rujukan dapat dihindari. Untuk kasus spondylolysis proses healing lebih cepat dibandingkan jika terjadi spondyloliystesis. Daerah yang sering terkena patah tulang ini adalah daerah lumbal 4 dan lumbal 5 (L4 & L5) dan proses healing L4 lebih cepat daripada l5.

Fisioterapi Pada Spondylolysis
a. Edukasi kepada pasien agar menghindari aktivitas/olahraga yang menambah nyeri
b. Memberikan streetching pada otot hamstring dan otot gluteal.
c. Mendesign latihan untuk penguatan core musle dan otot-otot punggung bawah (sangat penting dan disegerakan)
d. Memberikan back support/lumbal corset untuk pasien.
e. Pengetahuan, edukasi dan mengajarkan kepada pasien tentang tehnik yang tepat ketika melakukan olahraga pemicu patah tulang belakang.

SAKIT PADA PUNGGUNG

PARAVERTEBRAL TRIGGER POINTS
Dari Jowir (fisioterapis anda)

Apakah Paravertebral Trigger Points Itu?
Kata paravertebral berarti menunjuk pada salah satu sisi area pada tulang belakang. Paravertebral triger points adalah penegangan yang terlokalisasi pada otot disalah satu sisi dari tulang belakang. Penegangan yang terlokalisasi ini bila dibiarkan akan menimbulkan nyeri punggung,tergantung area mana yang terkena. Triger point ini dapat bersifat aktif atau latent (samar-samar).

Gejala dari aktif trigerpoint;
1. Nyeri punggung
2. Penegangan pada otot punggung
3. Nyeri pada punggung saat punggung dalam keadaan istirahat
4. Adanya nyeri tekan
5. Adanya kemungkinan nyeri rujukan (referred pain)
6. Aktif trigerpoint kadang menimbulkan kedutan/kejang pada otot/twitching


Gejala dari latent trigger points
1. Adanya tenderness pada persendian yang bersangkutan tetapi tidak ada nyeri rujukan.
2. Tidak ada nyeri tekan
3. Trigerpoint tipe ini tidak menimbulkan kejang otot/twitching in the muscle.
Peran Fisioterapi
1. Cold therapy/ cold pack selama 10-15 mnt
2. Stretching exercise sangat disarankan untuk otot paravertebral ini
3. Tekhnik deep tissue sports massage sangat cocok diaplikasikan untuk kasus ini


KELEMAHAN OTOT PUNGGUNG BAWAH

NYERI PUNGGUNG BAWAH (Karena Kelemahan Otot Punggung) 
Dari Jowir (Fisioterapis anda)

Apakah Kelemahan Otot Punggung Itu?
Kelemahan otot punggung terjadi karena otot-otot pada perut dan punggung terlalu lemah sehingga tidak mampu menjalankan kewajibannya dalam menyangga tulang belakang, akibatnya terjadi nyeri pada punggung bawah. Jeleknya postur juga merupakan faktor yang menyebabkan strain pada otot punggung bawah.
Gejala yang timbul adalah :
1. Nyeri, pegal dan otot kaku pada punggung bawah terutama saat anda menghabiskan waktu spesial anda dengan berdiri lama.
2. Nyeri pada punggung bawah setelah aktivitas angkat-angkut
Apa Yang Dapat Anda Lakukan?
1. Meningkatkan latihan fleksibilitas dan mengikuti latihan penguatan punggung
2. Memperbaiki postur dan gaya hidup yang mampu menimbulkan nyeri punggung
Peran Fisioterapi 
1. Menyarankan agar mengikuti program penguatan dan program rehabilitasi/pemulihan punggung
2. Mengaplikasikan hot pack dan TENS
3. Edukasi untuk teknik angkat-angkut yang benar, menjaga postur dan bagaimana meminimalisasikan penggunaan otot punggung yang berlebihan

TULANG PUNGGUNG YANG MEMBENGKOK

SCOLIOSIS 
Dari : Jowir
Fisioterapis anda



Apakah Scoliosis Itu? 
Scoliosis adalah kondisi dimana kurva tulang punggung kita membengkok kesisi samping dan biasa kita kenal dengan tipe "S" atau tipe "C". Area tulang belakang yang sering membengkok terjadi pada area toracic dan lumbal. Scoliosis dapat terjadi karena congenital maksudnya dibawa dari semenjak dilahirkan oleh ibu kita atau idiopatic tidak diketahui penyebabnya atau berkembang dari waktu kewaktu oleh karena kondisi tertentu seperti cerebral palsy atau muscular dystrophy.
Idiopathic scoliosis dapat juga terjadi sebagai hasil dari ketidak seimbangan otot yang disebabkan karena adanya truma fisik oleh karena kecelakaan ataupun sebagai akibat kebiasaan yang tidak bagus yang memungkinkan otot-otot daerah punggung yang kanan lebih dominan daripada yang kira ataupun sebaliknya. Misalkan saja anak-anak dapat terkena scoliosi karena selalu mengangkat tas yang berat hanya pada satu sisi bahu saja.



Apakah Tanda-Tandanya? 

1. Salah satu bahu terlihat tingi daripada bahu yang lain
2. Scapula akan terlihat lebih menonjol daripada scapula yang lain (thoracic scoliosis)
3. Jika diukur maka kepala tidak akan sejajar pada garis tengah pelvis
4. Baju akan terlihat tidak menggantung sempurna pada tubuh
5. Nyeri punggung (tidak selalu menyebabkan nyeri punggung)
6. Pada x-ray akan terlihat pembengkokak kurve tulang belakang terutama area toracic dan area lumbal.


Penanganan Untuk Scoliosis
Penanganan untuk scoliosis berbeda dari orang satu ke orang lain tergantung dari derajad dari pembengkokan dan dari usia pasien scoliosis. Fisioterapi dapat menggunakan brace untuk memperbaiki postur dari pasien, pemakaian brace ini disesuaikan dengan kondisi pasien maksudnya ada tidaknya kelainan yang terjadi pada punggung pasien. Seperti misalkan pasien dengan spinal fusion injury untuk mencegah nyeri punggung dan kerusakan paru dan jantung pasien harus menggunakan brace 23 jam perharinya. Brace bisa dipakai dibawah pakain yang kita kenakan.
Penguatan dan penguluran otot-otot punggung dapat ditawarkan fisioterapi untuk memperbaiki kurva yang bengkok pada tulang punggung terutama yang disebabkan oleh ketidakseimbangan otot.
Edukasi tentang bagaimana cara mengangkat sesuatu yang berat pada bahu agar seimbang dan olahraga-olahraga yang harus dihindari agar tidak memperparah scoliosis

PENYEBAB NYERI PUNGGUNG BAWAH

Hyperlordosis / Lordosis.
Dari Jowir (fisioterapis anda)


Apakah Lordosis atau Hyperlordosis itu?
Lordosis adalah berlebihannya kurva lumbal pada tulang belakang atau bisa dikatakan melengkungnya kurva punggung bawah kedalam yang melebihi batas normalnya. Tulang belakang memerlukan kurva yang normal untuk melakukan aktivitasnya secara benar. Lordosis ini dikaitkan dengan bentuk dari tulang belakang seseorang bila kurva menjadi besar dan menekan bagian yang lain dari tulang belakang maka nyeri akan timbul.


Penyebab Lordosis: 
Beberapa otot disekitar hip dan tulang punggung menjadi tegang dan terkadang menjadi lemah karena tidak adanya keseimbangan/imbalance, dan ini sering dikenal sebagai lower crossed syndrome (dikaitkan dengan posisi dari otot yang menegang dan otot yang melemah yang berseberangan)


Dibawah ini otot-otot yang selalu menegang :
1. Trunk extensors (erector spinae and quadratus lumborum).
2. Hip flexors, yang paling utama adalah otot iliopsoas
Otot-otot yang menegang diatas memerlukan penguluran atau stretching, untuk itu konfirmasikan ke fisioterapi atau dokter anda.

Dibawah ini kelompok otot yang lemah dan selalu tertarik:
1. Otot-otot perut (rectus abdominus, internal oblique and external oblique)
2. Hip extensors (hamstrings and gluteus maximus).
Otot-otot diatas memerlukan penguatan atau strengtening untuk itu konsultasikan ke fisioterapi atau personal trainer anda.

KESELEO PADA PUNGGUNG

MUSCLE STRAIN
Dari Jowir (fisioterapis anda)


Apakah Muscle Strain Itu?
Muscle strain atau Nyeri pungung bawah atau dalam bahasa jawa keseleo dapat terjadi kapan dan dimana saja. Muscle strain berarti ada suatu cedera pada otot, tergantung area mana yang cidera sehingga timbul nyeri pada daerah tersebut. Keseleo pada punggung bawah biasanya terjadi dikarenakan gerakan yang tiba-tiba atau mengangkat suatu benda yang terlalu berat. Dan tipikal dari nyeri ini bisa berlangsung lama sehingga berakibat tegangnya otot-otot punggung dan timbul nyeri punggung bawah, selain itu buruknya postur dan penggunaan otot punggung bawah yang berlebihan menambah parah pada kasus ini. Bila nyeri ini dibiarkan berlangsung lama otot-otot pungung akan menegang sehingga suplai darah ke otot tersebut berkurang dan kelemahan otot punggungpun terjadi. Maka ketika seseorang merasakan nyeri pungung bawah saat menekuk punggungnya (back flexion) untuk mengambil sesuatu benda berarti bukan karena gerakan tersebut yang menimbulkan nyeri tetapi karena ketegangan otot yang berlangsung lama.
Jika anda mengalami tekanan langsung pada otot, terutama sekali pada otot yang dekat dengan tulang maka anda harus waspada kalau itu sebuah contusion (luka memar). Gejalanya adalah nyeri hebat yang tiba-tiba pada punggung, timbul pembengkakan pada area yang mengalami ruptur, nyeri pada semua gerakan (fleksi,ekstensi dan side fleksi)
Kerobekan otot atau muscle tear dikelompokkan menjadi beberapa grade (1,2,3) tergantung seberapa parahnya kerobekan otot.

Grade 1 :
1. Ketegangan otot punggung/ tightness
2. Aktivitas berjalan mampu dilakukan
3. Pembengkakan tidak begitu terlihat

Apa Yang bisa Atlet Lakukan ?
a. Mencari fisioterapi atau dokter yang berkompeten
b. Tetap melakuka aktivitas olahraga yang ringan dan berhentilah berolahraga bila nyeri timbul. Peran Fisioterapi :
a. Mengapikasikan sport massage untuk mempercepat proses recovery
b. Menggunakan teknik manipulasi
c. Memanfaatkan ultrasound dan electrical stimulasi (TENS)
d. Mendesign latihan rehabilitasi

Grade 2:
1. Pola jalan agak terganggu
2. Adanya nyeri tusuk yang tiba-tiba.
3. Adanya peradangan.
4. Aktivitas mulai terganggu karena nyeri yang timbul

Apa Yang Bisa Atlet Lakukan?
a. Istirahat
b. Mencari dokter atau fisioterapi untuk berkonsultasi tentang aktivitas apa saja yang diperbolehkan dan yang dilarang.

Peran Fisioterapi:
1. Mengaplikasikan teknik Sport massage untuk meningkatkan proses recovery
2. Penggunaan ultrasound dan elektrical stimulasi (TENS)

Grade 3:
a. Tidak mampu untuk berjalan dengan benar
b. Adanya nyeri yang menjalar
c. Timbul peradangan dan harus segera diatasi
d. Nyeri hebat saat melakukan kontraksi statik

Apa Yang Bisa Atlet Lakukan:
1. Mencari pengobatan segera
2. Protection,Rest, Ice, Comprese and Elevate (PRICE)
3. Memakai kruk /crutches
4. Mengikuti program rehabilitasi di departemen fisioterapi.
Peran Fisioterapi :
a. Mengaplikasikan sport massage
b. Penggunaan terapi manipulasi
c. Memanfaatkan ultrasound dan elektrikal stimulasi
d. Mendesign program rehabilitasi

Tuesday, March 17, 2009

LINGKUP GERAK SENDI TULANG BELAKANG

Fleksibilitas Lumbar Spine
Dari : Jowir

Fisioterapis anda


Lingkup Gerak Sendi ( LGS )
Pada tulang belakang antara tulang satu dengan tulang yang lainnya dipisahkan oleh discus intervertebralis dimana pada diskus ini tersusun oleh annulus fibrosus dan nukleus pulposus. Luas gerak sendi punggung sebagian ditentukan oleh gaya distorsi dari tahanan diskus dan sebagian oleh sudut dan ukuran dari permukaaan articular diantara prosesus. LGS punggung terbesar terjadi manakala kondisi diskus paling tebal dan permukaan sendi paling luas. Kondisi seperti diatas terjadi pada daerah lumbal bawah tepatnya diarea L-4, L-5 dan S-1 dengan demikian gerakan lebih luas terjadi pada L-5 dan S-1 daripada L-1 dan L-2. Mengingat luasnya gerakan yang dihasilkan oleh L-5 dan S-1 maka kemungkinan sendi tersebut cidera atau herniasi atau ostheoarthritis lebih besar daripada sendi lainnya.
Gerakan yang terjadi pada lumbar spine adalah fleksi, ekstensi, lateral fleksi dan rotasi.
Karena tidak ada tulang rusuk yang menahan gerakan pada daerah lumbal maka gerakan fleksi dan ekstensi dari regio ini lebih memungkinkan daripada gerakan fleksi-ekstensi pada punggung atas. Untuk alasan yang sama kemungkinan bergerak rotasipun relatif lebih besar juga.

Fleksi
Gerakan fleksi pada daerah lumbal terjadi relaksasi ligament longitudinal anterior dan penguluran ligament supraspinal, ligament interspinal, ligament flavum ligament longitudinal posterior. Gerakan fleksi dibatasi oleh ukuran dari tulang punggung kita.
Untuk mengetahui luas gerak yang terjadi pada sendi ini, suruhlah pasien agar menekuk punggungnya kedepan dengan catatan lutut harus lurus dan berusaha untuk menyentuh ujung jari kakinya. Jika pasien tidak dapat melakukannya ukurlah berapa jarak antara ujung jari tangannya dengan lantai. Gerakan fleksi pada punggung bawah tidak akan menyebabkan kyposis seperti yang terjadi pada regio leher. Pasien yang mempunyai spasme pada otot paraspinal akan menolak untuk melakukan gerakan ini.

Ekstensi
Ekstensi pada regio lumbal mengakibatkan penguluran pada ligament longitudinal anterior dan relaksasi pada ligament posterior. Otot pungung bagian belakang bertanggung jawab pada gerakan ini dan peningkatan lordosis lumbal ditahan oleh otot rectus abdominalis.
Untuk mengetes gerakan ekstensi ini dengan cara berdiri disamping pasien dan letakan tangan anda padaspina iliaca superior posterior dan jari-jari anda searah dengan garis midline tubuh pasien dan suruhlah pasien bergerak menegakkan punggungnya sejauh yang dia bisa dan berikanlah sedikit bantuan secara gentle dengan cara menambah lingkup gerakan sendi tersebut dengan tekanan.
Ukurlah gerakan tersebut dan catatlah. Spondilolistesis dapat meningkatkan nyeri selama gerakan ekstensi ini.

Lateral Fleksi
Lateral fleksi pada regio lumbal bukanlah gerakan yang murni, karena ada banyak komponen yang mendukung gerakan ini terutama komponen yang memunculkan gerakan rotasi.

Untuk mengetes gerakan ini stabilisasikan crest iliaca pasien dan suruhlah pasien menekuk pungungnya kekanan dan kekiri sejauh yang dia bisa. Catatlah seberapa besar jauhnya gerakan yang terjadi dan bandingkan dengan gerakan satunya.

Rotasi
Untuk mengetes rotasi ini berdirilah disamping pasien dan stabilisasikan pelvisnya dengan cara meletakkan satu tangan di crest iliaca dan tangan satunya berada di bahu opositenya. Lakukanlah gerakan memutar pada trunknya dan lakukan prosedur yang sama pada sisi lawannya.




Tuesday, June 3, 2008

NYERI PUNGGUNG KARENA PIRIFORMIS SYNDROME

Piriformis Syndrome
Dari : Jowir


Gambaran dan Gejala:
Piriformis syndrome adalah kondisi dimana otot piriformis menekan saraf sciatic dan mengiritasi serabut syaraf. Dan kondisi seperti ini akan menimbulkan nyeri yang dimulai dari daerah pantat dan berjalan lurus kebawah pada area belakang kaki. Nyeri ini sering mengganggu aktivitas kita sehari-hari dan jika tidak segera ditangani akan berakibat nyeri yang berkepanjangan. Nyeri ini timbul dan diperparah jika kita melakukan aktivitas seperti duduk, menaiki tangga, merangkak, berjalan dan berlari. Syndrome ini jarang terjadi dan umumnya terjadi pada kasus sciatica, oleh karena itu sering terjadi penafsiran yang salah antara piriformis syndrome dengan sciatica
Otot Piriformis :
Otot piriformis adalah otot kecil yang letaknya di daerah pantat dibawah otot gluteal (otot pantat). Otot ini berfungsi membantu gerakan abduksi/mengangkat hip kesamping dan gerakan eksternal rotasi sendi hip/pinggul. Jika otot piriformis menegang/muscle spasme terjadi maka ketegangan otot itu akan menekan syaraf sciatic yang letaknya sangat berdekatan dengan otot piriformis, dan ketegangan itulah yang menimbulkan nyeri dan dinamakan dengan piriformis sindrome. 

Penanganan Pada Piriformis Syndrome
Dibawah ini cara fisioterapis menangani piriformis syndrome secara umum (bukan berarti sebagai patokan dan harus disesuaikan dengan kondisi pasien saat pemeriksaan) yaitu :
1) memberikan modalitas fisioterapi berupa (IR atau hotpack)
2) Gentle massaga pada area yang terkena
3) Memberikan penguluran pada daerah yang terkena
4) Penguluran secara manual oleh physioterapis



NYERI PUNGGUNG KARENA SCIATICA

Sciatica – Penyebab Dan Penanganan Sciatica
Dari : Jowir


GambaranSyaraf sciatic adalah syaraf terbesar dan terpanjang pada tubuh. Perjalanan syaraf ini dimulai dari daerah punggung bawah melewati pantat dan berlanjut kebawah sampai daerah belakang dari kaki. Syaraf sciatic mengontrol gerakan pada banyak otot di paha dan dikaki dan menyalurkan input sensory (masukan syaraf sensorik ) dari otak. Ketika syaraf sciatic teriritasi dan meradang maka akan menimbulkan gejala yang bernama sciatica
Sciatica umumnya menyebabkan nyeri punggung bawah dan nyeri pada kaki. Sciatica ini kebanyakan terjadi oleh karena tekanan pada syaraf scitic dari herniasi diskus pad tulang belakang. Sciatica kebanyakan terjadi pada usia 30-50 tahun dan dapat etrjadi pada siapa saja. Sciatica umumnya hanya mengenai pada satu sisi dari anggota ekstremitas bawah, dan nyeri akan disalurkan dari punggung bawah dan kebawah sampai area belakang kaki sesuai dengan alur perjalanan syaraf tersebut. Tergantung dari syaraf sciatic yang teriritasi atau meradang, nyeri yang timbul juga tersalurkan dari kaki ke tumit. Untuk alasan inilah, jika anda mengalami gejala sciatica, lakukanlah pengecekan pada dokter yang atau physiotherapist untuk memastikan dugaan tersebut

Penyebab Umum SciaticaAda banyak alasan yang dapat menimbulkan sciatica, penyebab paling umum yang dapat menimbulkan sciatica adalah :

• Herniasi Diskus
Sciatica dapat terjadi ketika salah satu diskus dari punggung bawah mengalami prostusi (keluar dari tempat semula) dan menekan akar syaraf sciatic. Tekanan dari diskus ini menyebabkan iritasi pada syaraf dan menyebabkan peradangan dan akibatnya timbul nyeri pada sepanjangperjalanan syaraf sciatic. Dan herniasi dickus pada punggung bawah ini paling umum menyebabkan sciatica


• Lumbar Spinal StenosisLumbal spinal stenosis atau penyempitan lumbal spinalis berarti terjadi penyempitan pada saluran spinalis pada daerah punggung bawah. Ketika saluran spinalis menyempit pada area punggung bawah, penyempitan tersebut dapat menekan syaraf yang merupakan gabungan dari syaraf sciatic• PiriformisSyndromeOtot piriformis adalah otot yang kecil yang letaknyadalam tertutup oleh otot daerah pantat. Otot ini membantu gerakan abduksi atau mengangkat hip kesamping dan eksternal rotasi sendi hip. Perjalanan syaraf sciatic melewati otot ini dan sebagian syaraf ini tertutup juga oleh otot piriformis. Hasilnya ketika otot piriformis menegang akan berpengaruh juga pada syaraf sciatic, sehingga ketegangan otot tersebut dapat menekan syaraf sciatic dan menyebabkan iritasi serta peradangan.

Latihan untuk SciaticaPenguluran serta penguatan yang ditargetkan pada otot punggung bawah, perut dan paha dapat membantu mengurangi gejala dari sciatica. Latihan yang dapat menurunkan nyeri yang diakibatkan oleh sciatica adalah :

• Penguluran otot piriformis
• Penguluran punggung bawah
• Penguluran otot hamstring
• Penguatan inti/ otot transverses abdominalis

Monday, March 17, 2008

PELAYANAN FISIOTERAPI UNTUK LOW BACK PAIN

Program Fisioterapi Untuk Nyeri Punggung Bawah

Kimberly Wallace, MS, PT, Cert. MDT
Director, Physical Therapy
Rothman Institute
Philadelphia, PA,
Modifikasi oleh Jowir


Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang paling umum kita alami baik saat masa remaja/muda atau saat kita dewasa, yaitu berkisar pada umur dua puluh lima (25) tahun sampai lima puluh lima (55) tahun. Delapan puluh persen (80% ) populasi penduduk pernah mengalami fase nyeri punggung selama hidupnya, dan sekali fase ini dialami, maka nyeri punggung mungkin akan terus berkelanjutan. Untuk alasan itulah maka perlu dan pentingnya dipahami bahwa sesuatu aktivitas mungkin menjadi penyebab atau timbulnya fase nyeri punggung, dan apa yang akan anda harapkan ketika anda mencari pengobatan konservatif dan fisioterapi/ treatment goal.

Sebagian besar pasien yang mengalami nyeri punggung mempercayai bahwa nyeri punggung yang dialaminya sebagai akibat dari kejadian trauma (luka) yang terjadi pada punggungnya, sebagai contoh misalnya dari hasil aktivitas olahraga atau mengangkat sesuatu yang berat. Tetapi sering juga nyeri punggung terjadi tanpa ada penyebabnya. Sering pasien menceritakan bahwa trauma/cidera pada punggungnya terjadi beberapa hari sebelum nyeri punggung terjadi pada dirinya. Untuk investigasi lebih lanjut, nyeri punggung dihubungkan dengan jeleknya postur dan posisi tubuh, yang mana seseorang yang mempunyai postur jelek dan posisi tubuh yang salah akan mengalami nyeri punggung setelah melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan nyeri punggung, bukan aktivitas fisik penyebabnya. Untuk itu sangat penting untuk mengatur posisi kita saat duduk, mengangkat dan menunduk serta mengerti beberapa gerakan/cara untuk mengurangi nyeri punggung.





Contoh PermasalahanSeorang pasien laki-laki berumur 40 tahun yang datang ke klinik fisioterapi dengan mengeluh nyeri pada punggung bawahnya selama 2 minggu dan tidak tahu penyebab dari nyeri tersebut. Status pasien dia sering duduk dikantornya dan sebagai catatan nyeri punggung tersebut telah menyusahkannya. Dia melaporkan bahwa nyeri timbul saat duduk lama atau saat mengendarai mobil dan merasa baikan ketika berjalan. Dia tidak sanggup melakukan aktivitas berkebun karena nyeri timbul pada saat aktivitas tersebut, tetapi ketika dia berolahraga ke gym atau bermain basket dia merasa baikan. Selama seminggu dia merasa nyerinya bertambah dan agak berkurang ketika diakhir minggu. Dia tidak ada keluhan nyeri ketika tidur dan bangun tidur. Dia melaporkan nyeri punggung bawahnya terakhir timbul pada saat akhir kerja di computer.
Selama pemeriksaan fisioterapi, fisioterapis mengidentifikasi dengan gerakan yang tertentu untuk membantu mengurangi nyeri punggungnya. Melihat gejala nyeri tersebut, aktivitas yang menyebabkan nyeri punggung adalah ketika pasien menekuk punggungnya kedepan (fleksi punggung). Ketika pasien berjalan atau bermain basket, dia merasa baikan mengindikasikan bahwa menggerakkan tubuh kebelakang (ekstensi punggung) mengurangi nyerinya. Oleh karena itu, gerakan extensi dianjurkan untuk mengurangi nyeri punggung pasien selama pemeriksaan fisioterapis
Pasien diinstruksikan untuk melakukan gerakan khusus yaitu dengan menggerakkan punggungnya ke belakang (extensi punggung) supaya mengurangi nyeri. Instruksi ini seharusnya dilakukannya (pasien) secara teratur setiap harinya untuk mencegah timbulnya nyeri dan terapi untuk mengurangi nyeri punggungnya. Pasien juga diinstruksikan untuk menghindari aktivitas yang memacu timbulnya gejala dan dalam kasus ini menggerakkan punggung kedepan (fleksi punggung) seperti duduk membungkuk dan berkebun ditaman.

Mengoreksi Posisi Duduk dan Menginstruksikan Tehnik Angkat–Angkut yang BenarTherapist mungkin telah mengetahui penyebab dari nyeri punggung yaitu jeleknya postur atau posisi duduk yang membungkuk pada saat pemeriksaan awal, karena kasus seperti inilah yang sering dikeluhkan, seperti yang terjadi dalam kasus diatas. Fisioterapi dapat menyuruh pasien ini untuk menggunakan lumbar roll agar posisi duduknya tepat atau menggunakan bantal khusus yang dirancang untuk menjaga kurva lordosis atau cekungan punggung bawah. Mengoreksi posisi duduk ini dapat mengurangi timbulnya nyeri. Pengaplikasian konsep koreksi postur tersebut juga berlaku saat pasien duduk di mobil, kantor dan tempat khusus dimana pasien menghabiskan waktu sehari-harinya. Menyarankan ketika duduk dalam waktu lama dikantor sebaiknya diselingi dengan beristirahat berjalan kemesin fax atau mesin copy.
Menginstruksikan kepada pasien tentang tehnik angkat-angkut dan menekuk punggung secara benar sangat diperlukan. Dengan riwayat penyakit diatas, aktivitas yang menimbulkan nyeri yaitu pada saat pasien menekuk punggungnya misalkan pada saat berkebun. Aktivitas seperti ini seharusnya dihindari sampai nyeri dapat dikontrol oleh pasien. Tetapi kadang-kadang seseorang harus melakukan posisi ini (menekuk punggung), untuk itu diperlukan pengajaran tehnik angkat-angkut dan menekuk punggung yang benar untuk mengurangi timbulnya nyeri punggung.
Meskipun ada gerakan tertentu yang perlu dihindari, tetapi ada juga gerakan dari aktivitas tertentu yang dapat menghilangkan nyeri. Dalam kasus diatas pasien merasa nyaman dengan punggungnya ketika bermain basket dan olahraga digym, aktivitas ini harus tetap dilanjutkan. Bagaimanapunj uga, sesuatu yang harus diperhatikan selain berolahraga yaitu pasien harus bisa menjaga posisi duduk yang tepat, sering pada beberapa kasus ditemukan pasien merasa baik punggungnya setelah olahraga tetapi beberapa jam kemudian pasien merasa punggung bawahnya tiba-tiba nyeri.

Aerobic ConditioningSekali timbul nyeri, tehnik untuk mengendalikan nyeri tersebut sanagt diperlukan, untuk itu pasien harus bersegera untuk melakukan program olahraga aerobik. Ini harus dipahami oleh pasien bahwa aktivitas aerobic membantu membawa nutrisi pada bangunan/struktur tulangpunggung. Kadang-kadang struktur ini, seperti diskus (bantalan sendi) memiliki asupan darah yang kurang bagus dan sedikit bergerak dan aktivitas aerobic dapat menyalurkan nutrisi pada struktur ini. Ketika seseorang tiba-tiba mengeluh nyeri punggung, sedikit dari nutrisi ini diperlukan oleh struktur tertentu dari pungung untuk menjaganya agar tetap stabil.
Aktivitas ini dipilih berdasarkan pada ketertarikan pasien, kesediaannya dan tepat dengan masalah yang dialami pasien. Umumnya program jalan dan bersepeda adalah pilihan yang tepat untuk kasus ini. Program latihan ini idealnya dilakukan paling sedikit 3 kali seminggu kira-kira 30-40 menit setiap latihannya.

Olahraga Kelenturan dan Penguatan OtotSesekali nyeri tersebut dapat kita control, fleksibilitas dari punggung dan ekstrimitas bawah diperlukan. Dalam contoh kasus diatas, pasien perlu menghindari gerakan fleksi punggung karena menyebabkan nyerinya. Sesekali nyeri dapat kita stabilkan, melakukan gerakan fleksi akan menjadi terbatas dan otot terasa kaku karena kita sering menghindari gerakan tersebut. Untuk itu mengembalikan gerakan fleksi diperlukan agar pasien dapat melakukan aktivitasnya seperti sedia kala. Sebagai tambahan terbatasnya kelenturan dari otot-otot kaki juga berpengaruh pada nyeri punggung, kekakuan pada otot ini menyebabkan perubahan postur seseorang dan postur seseorang berpengaruh terhadap kontrol nyeri punggungnya.
Begitu juga dengan stabilitas punggung, latihan penguatan juga digabungkan dalam program fisioterapi. Otot-otot trunk, perut dan ekstensor punggung otomatis harus dikuatkan. Sebagai tambahan otot-otot dari trunkberfungsi untuk menstabilkan punggung, begitu juga penguatan otot ekstremitasatas dan ekstremitas bawah juga dimasukkan dalam program. Penguatan kaki penting juga, kebanyakan seseorang mengangkat beban menggunakan otot kakinya daripada menggunakan otot punggung. Program dirumah untuk latihan penguatan seharusnya dibuat yang mudah untuk dilakukan dan membutuhkan peralatan yang sedikit.

Meminimalkan“Istirahat Total”
Tinggalkan hari untuk istirahat total dalam waktu lama. Umumnya, setiap orang dengan nyeri punggung akut, yang melibatkan gerakan dan posisi secepat mungkin ingin kembali ke aktivitas semula dan ingin segera menemukan cara sukses untuk mengendalikan nyeri punggung bawahnya dan ingin segera ke aktivitas normal.

Menggunakan Passive ModalitasTujuan utama dari program rehabilitasi ini adalah mengembalikan aktivitas dan fungsi sehingga dapat mengendalikan gejala nyeri punggung bawah, ada cara cepat yang terkadang dianjurkan yaitu penggunaan passive modalitas. Dalam banyak kasus, passive modalitas digunakan untuk mendukung program fisioterapi lainnya dan jenis aktif dilakukan fisioterapis selama perawatan. Fisioterapis menggunakan modalitas sebagai sarana awal untuk membantu pasien mengurangi nyerinya. Bagaimanapun juga kemajuan program fisioterapi bukan terfokus pada penggunaan modalitas tetapi peningkatan kemampuan dan fungsi yang cepat dengan menggunakan aktivitas dan latihan dan anjuran untuk perawatan dirinya sendiri.
Modalitas pasif adalah gambaran dari aplikasi peralayan fisioterapi yang meliputi cold pack, pemanasan atau pemakaian arus ketubuh untuk membantu mengurangi nyeri. Pemakaian peralatan ini dikatakan pasif karena dalam pelaksanaanya pasien tidak terlibat. Jenis yang sering dipakai untuk pemanasan adalah hot pack dan ultrasound. Pearawatan dengan peralatan dingin semisal cryotherapy juga dapat mengurangi nyeri. Dalam pelaksanaannya dengan menggunakan jenis cold pack atau ice massage untuk nyeri punggung. Fluoromethane adalah semprotan yang bisa diaplikasikan dikulit oleh terapis, dan selalu diikuti dengan penguluran otot punggung pasien oleh terapis.
Stimulasi listrik dapat juga digunakan untuk mengurangi nyeri. Tipe khusus adalah penggunaan TENS (transcutaneous electric nerve stimulation) dan arus sedang. Dalam kasus ini TENS berguna intuk mengontrol nyeri, khususnya nyeri yang sudah lama (kronik), portable Tens dapat juga kita gunakan dirumah.

Tuesday, December 11, 2007

NYERI PUNGGUNG DAN PENYEBABNYA

Nyeri Punggung Bawah
Dari : Jowir
Fisioterapis anda


Gambaran :
Jika anda menderita nyeri punggung, anda tidak sendirian mengalaminya. Empat dari lima orang dewasa mengalami gejala nyeri punggung bawah paling sedikit sekali dalam hidupnya. Punggung adalah bangunan yang komplek tersusun dari 33 tulang belakang, lebih dari 30 otot, ligament (penguat sendi) yang banyak, terdiri dari bermacam-macam sendi dan terdapat discus (bantalan sendi) ditiap ruas tulangnya. Dari keterangan diatas dapat anda pahami bahwa ada banyak unsur yang menyebabkan ketidak nyamanan jika terjadi cidera pada punggung.
Cidera pada punggung atau nyeri punggung dapat dicegah dengan melakukan stretching (penguluran) secara rutin. Penguluran pada otot punggung dapat mengurangi frekuensi nyeri punggung. Penguluran otot punggung sebaiknya dilakukan pada pagi hari setelah bangun tidur atau baik juga dilakukan dimalam hari sebelum tidur. Kebanyakan orang memperoleh faedah dari pelaksanaan streetching secara teratur, bagaimanapun juga sebelum anda melaksanakan program latihan (olahraga) diskusikan rencana program anda terlebih dahulu dengan dokter/fisioterapis yang berkompeten.
Ketika melakukan program streeching sebaiknya anda melakukan olahraga sampai berakhir baru anda lakukan stretching secara perlahan dan benar. Streetching yang simpel dapat anda lakukan juga sebelum melaksanakan olahraga.
Anda seharusnya tidak mengalami nyeri yang terus-menerus atau ketidaknyamanan yang berarti pada punggung jika anda melakukan penguluran rutin dan benar. Dalam kasus ini, bila anda melakukan penguluran terlalu jauh dari batas penguluran yang wajar akibatnya otot terasa nyeri dan cidera dapat terjadi. Hindari gerakan yang memantul pada penguluran, jaga agar gerakan perlahan dan lembut. Setelah selesai melakukan penguluran dianjurkan meminum banyak air.

Tehnik angkat angkut dan bekerja secara ergonomis adalah dua hal penting untuk menghindari cidera punggung.Jangan pernah mengangkat benda yang terlalu berat dengan menggunakan otot punggung kamu! Tetapi gunakanlah otot kaki (otot yang lebih kuat) untuk mengangkatnya. Ketika duduk dikursi untuk waktu yang lama, luangkan untuk berjalan sebentar dan pastikan otot punggung anda juga beristirahat, selain itu gunakan pula peralatan yang tepat untuk adaptasi seperti sandaran lumbal untuk menjaga posisi punggung yang benar.

Penyebab nyeri punggung :

1. Ketegangan otot
Yang paling banyak menyebabkan nyeri punggung adalah ketegangan otot. Ini terjadi ketika adanya tekanan kuat yang tidak terduga pada otot punggung, keseleo atau tarikan pada satu atau beberapa otot punggung akan mengakibatkan nyeri punggung karena otot punggung terdiri lebih dari satu otot. Sehingga jika satu otot terasa nyeri maka punggung akan merasakan nyeri pula.

2.Ketegangan pada penguat sendi/ligament
Ketegangan pada penguat sendi adalah penyebab umum lainnya yang menyebabkan nyeri punggung, ini terjadi ketika penguat sendi punggung terulur secara berlebihan. Dampak lebih jauh bila penegangan penguat sendi ini diabaikan adalah terjadinya ketegangan otot.

3. Herniasi pada discus (bantalan sendi )
Herniasi pada bantalan sendi menyebabkan nyeri punggung, karena adanya penekanan pada syaraf spinal dimana syaraf tersebut keluar dari columna spinalis, ini terjadi biasanya sebagai hasil dari gerakan getaran kuat yang berulang pada punggung (dilami oleh sopir truck atau orang yang mengangkat beban yang berat secara tiba-tiba tanpa mengindahkan tehnik angkat-angkut yang benar) cidera ini menghasilkan nyeri punggung tipe radikuler yang mana nyeri tepat pada cidera dan bila dibiarkan lama akan berpengaruh pada syaraf. Sciatica adalah contoh dari nyeri punggung tipe radikuler.

4. Osteoporosis
Osteoporosis umumnya menyebabkan nyeri punggung pada wanita. Sifat dari penyakit ini adalah penurunan kepadatan tulang secara progresif. Hasilnya terjadi penipisan pada jaringan tulang, sehingga dampaknya mudah terkena patah tulang atau kerusakan tulang.

Demikian sedikit uraian dari kami tentang hal-hal yang menyebabkan nyeri punggung bawah. Berharap semoga bermanfaat bagi kita semua.