Wednesday, March 25, 2009

PATAH PADA TULANG Belakang

Spondylolysis / Stress Fracture of Pars Interarticularis
Dari : Joweer


Pendahuluan :
Spondylolysis adalah patah tulang pada bagian pars interarticularis pada tulang belakang, hal ini sering terjadi karena sendi pada tulang belakang dipaksakan bekerja secara berlebihan/overuse injury. Biasanya ini terjadi pada atlet-atlet muda yang sering memforsir gerakan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal, cedera ini terjadi jika sendi tulang belakang dipaksa untuk menegakkan punggung/over extension dengan disertai rotasi secara berlebihan. Olahrga yang sering memicu cidera ini misalkan tolak peluru, tennis, baseball dan cricket.Jika cedera ini terjadi pada kedua sisi (pars interarticularis) disebut sebagai spondylolistesis.
Gejala Spondylolysis:
a. Sering terasa nyeri pada punggung bawah terutama pada salah satu sisi dari tulang belakang, meskipun pada beberapa kasus nyeri tidak dikeluhkan pasien.
b. Nyeri makin bertambah bila kita menegakkan punggung/extension activity
c. Nyeri secara tiba-tiba pada punggung, kebanyakan disaat kita menegakkan punggung.
d. Hyperlordosis atau peningkatan kurva lumbal sering dijumpai pada kasus ini.
e. Terjadi penegangan pada otot paha bagian belakang/m. hamstring
f. Nyeri timbul jika pasien disuruh berdiri dengan satu kaki (kaki yang ada nyeri) dan menegakkan punggung, disini fisioterapis memfasilitasi gerakkan.
g. Nyeri tekan terjadi pada daerah yang mengalami patah tulang.
h. Patah tulang selalu terjadi berlawanan arah dengan nyeri, jika patah tulang terjadi pada daerah kiri maka daerah sebelah kanan yg timbul nyeri.
i. Untuk memastikan diagnosis suruhlah pasien melakukan X-ray atau MRI guna mengetahui hasil yang akurat.
Hal yang perlu digaris bawahi dalam kasus ini adalah pentingnya pendiagnosisan yang tepat, karena jika diketahui dari awal maka patah tulang akan segera ditangani sehingga pada proses penyambungan tulang/healing akan berada pada posisi semula sehingga efek/nyeri rujukan dapat dihindari. Untuk kasus spondylolysis proses healing lebih cepat dibandingkan jika terjadi spondyloliystesis. Daerah yang sering terkena patah tulang ini adalah daerah lumbal 4 dan lumbal 5 (L4 & L5) dan proses healing L4 lebih cepat daripada l5.

Fisioterapi Pada Spondylolysis
a. Edukasi kepada pasien agar menghindari aktivitas/olahraga yang menambah nyeri
b. Memberikan streetching pada otot hamstring dan otot gluteal.
c. Mendesign latihan untuk penguatan core musle dan otot-otot punggung bawah (sangat penting dan disegerakan)
d. Memberikan back support/lumbal corset untuk pasien.
e. Pengetahuan, edukasi dan mengajarkan kepada pasien tentang tehnik yang tepat ketika melakukan olahraga pemicu patah tulang belakang.

SAKIT PADA PUNGGUNG

PARAVERTEBRAL TRIGGER POINTS
Dari Jowir (fisioterapis anda)

Apakah Paravertebral Trigger Points Itu?
Kata paravertebral berarti menunjuk pada salah satu sisi area pada tulang belakang. Paravertebral triger points adalah penegangan yang terlokalisasi pada otot disalah satu sisi dari tulang belakang. Penegangan yang terlokalisasi ini bila dibiarkan akan menimbulkan nyeri punggung,tergantung area mana yang terkena. Triger point ini dapat bersifat aktif atau latent (samar-samar).

Gejala dari aktif trigerpoint;
1. Nyeri punggung
2. Penegangan pada otot punggung
3. Nyeri pada punggung saat punggung dalam keadaan istirahat
4. Adanya nyeri tekan
5. Adanya kemungkinan nyeri rujukan (referred pain)
6. Aktif trigerpoint kadang menimbulkan kedutan/kejang pada otot/twitching


Gejala dari latent trigger points
1. Adanya tenderness pada persendian yang bersangkutan tetapi tidak ada nyeri rujukan.
2. Tidak ada nyeri tekan
3. Trigerpoint tipe ini tidak menimbulkan kejang otot/twitching in the muscle.
Peran Fisioterapi
1. Cold therapy/ cold pack selama 10-15 mnt
2. Stretching exercise sangat disarankan untuk otot paravertebral ini
3. Tekhnik deep tissue sports massage sangat cocok diaplikasikan untuk kasus ini


KELEMAHAN OTOT PUNGGUNG BAWAH

NYERI PUNGGUNG BAWAH (Karena Kelemahan Otot Punggung)Dari Jowir (Fisioterapis anda)

Apakah Kelemahan Otot Punggung Itu?
Kelemahan otot punggung terjadi karena otot-otot pada perut dan punggung terlalu lemah sehingga tidak mampu menjalankan kewajibannya dalam menyangga tulang belakang, akibatnya terjadi nyeri pada punggung bawah. Jeleknya postur juga merupakan faktor yang menyebabkan strain pada otot punggung bawah.
Gejala yang timbul adalah :
1. Nyeri, pegal dan otot kaku pada punggung bawah terutama saat anda menghabiskan waktu spesial anda dengan berdiri lama.
2. Nyeri pada punggung bawah setelah aktivitas angkat-angkut
Apa Yang Dapat Anda Lakukan?
1. Meningkatkan latihan fleksibilitas dan mengikuti latihan penguatan punggung
2. Memperbaiki postur dan gaya hidup yang mampu menimbulkan nyeri punggung

Peran Fisioterapi1. Menyarankan agar mengikuti program penguatan dan program rehabilitasi/pemulihan punggung
2. Mengaplikasikan hot pack dan TENS
3. Edukasi untuk teknik angkat-angkut yang benar, menjaga postur dan bagaimana meminimalisasikan penggunaan otot punggung yang berlebihan

TULANG PUNGGUNG YANG MEMBENGKOK

SCOLIOSISDari : Jowir
Fisioterapis anda




Apakah Scoliosis Itu?Scoliosis adalah kondisi dimana kurva tulang punggung kita membengkok kesisi samping dan biasa kita kenal dengan tipe "S" atau tipe "C". Area tulang belakang yang sering membengkok terjadi pada area toracic dan lumbal. Scoliosis dapat terjadi karena congenital maksudnya dibawa dari semenjak dilahirkan oleh ibu kita atau idiopatic tidak diketahui penyebabnya atau berkembang dari waktu kewaktu oleh karena kondisi tertentu seperti cerebral palsy atau muscular dystrophy.
Idiopathic scoliosis dapat juga terjadi sebagai hasil dari ketidak seimbangan otot yang disebabkan karena adanya truma fisik oleh karena kecelakaan ataupun sebagai akibat kebiasaan yang tidak bagus yang memungkinkan otot-otot daerah punggung yang kanan lebih dominan daripada yang kira ataupun sebaliknya. Misalkan saja anak-anak dapat terkena scoliosi karena selalu mengangkat tas yang berat hanya pada satu sisi bahu saja.



Apakah Tanda-Tandanya?1. Salah satu bahu terlihat tingi daripada bahu yang lain
2. Scapula akan terlihat lebih menonjol daripada scapula yang lain (thoracic scoliosis)
3. Jika diukur maka kepala tidak akan sejajar pada garis tengah pelvis
4. Baju akan terlihat tidak menggantung sempurna pada tubuh
5. Nyeri punggung (tidak selalu menyebabkan nyeri punggung)
6. Pada x-ray akan terlihat pembengkokak kurve tulang belakang terutama area toracic dan area lumbal.

Penanganan Untuk Scoliosis
Penanganan untuk scoliosis berbeda dari orang satu ke orang lain tergantung dari derajad dari pembengkokan dan dari usia pasien scoliosis. Fisioterapi dapat menggunakan brace untuk memperbaiki postur dari pasien, pemakaian brace ini disesuaikan dengan kondisi pasien maksudnya ada tidaknya kelainan yang terjadi pada punggung pasien. Seperti misalkan pasien dengan spinal fusion injury untuk mencegah nyeri punggung dan kerusakan paru dan jantung pasien harus menggunakan brace 23 jam perharinya. Brace bisa dipakai dibawah pakain yang kita kenakan.
Penguatan dan penguluran otot-otot punggung dapat ditawarkan fisioterapi untuk memperbaiki kurva yang bengkok pada tulang punggung terutama yang disebabkan oleh ketidakseimbangan otot.
Edukasi tentang bagaimana cara mengangkat sesuatu yang berat pada bahu agar seimbang dan olahraga-olahraga yang harus dihindari agar tidak memperparah scoliosis

PENYEBAB NYERI PUNGGUNG BAWAH

Hyperlordosis / Lordosis.
Dari Jowir (fisioterapis anda)



Apakah Lordosis atau Hyperlordosis itu?Lordosis adalah berlebihannya kurva lumbal pada tulang belakang atau bisa dikatakan melengkungnya kurva punggung bawah kedalam yang melebihi batas normalnya. Tulang belakang memerlukan kurva yang normal untuk melakukan aktivitasnya secara benar. Lordosis ini dikaitkan dengan bentuk dari tulang belakang seseorang bila kurva menjadi besar dan menekan bagian
yang lain dari tulang belakang maka nyeri akan timbul.

Penyebab Lordosis:Beberapa otot disekitar hip dan tulang punggung menjadi tegang dan terkadang menjadi lemah karena tidak adanya keseimbangan/imbalance, dan ini sering dikenal sebagai lower crossed syndrome (dikaitkan dengan posisi dari otot yang menegang dan otot yang melemah yang berseberangan)

Dibawah ini otot-otot yang selalu menegang :1. Trunk extensors (erector spinae and quadratus lumborum).
2. Hip flexors, yang paling utama adalah otot iliopsoas
Otot-otot yang menegang diatas memerlukan penguluran atau stretching, untuk itu konfirmasikan ke fisioterapi atau dokter anda.

Dibawah ini kelompok otot yang lemah dan selalu tertarik:1. Otot-otot perut (rectus abdominus, internal oblique and external oblique)
2. Hip extensors (hamstrings and gluteus maximus).
Otot-otot diatas memerlukan penguatan atau strengtening untuk itu konsultasikan ke fisioterapi atau personal trainer anda.

KESELEO PADA PUNGGUNG

MUSCLE STRAIN
Dari Jowir (fisioterapis anda)


Apakah Muscle Strain Itu?
Muscle strain atau Nyeri pungung bawah atau dalam bahasa jawa keseleo dapat terjadi kapan dan dimana saja. Muscle strain berarti ada suatu cedera pada otot, tergantung area mana yang cidera sehingga timbul nyeri pada daerah tersebut. Keseleo pada punggung bawah biasanya terjadi dikarenakan gerakan yang tiba-tiba atau mengangkat suatu benda yang terlalu berat. Dan tipikal dari nyeri ini bisa berlangsung lama sehingga berakibat tegangnya otot-otot punggung dan timbul nyeri punggung bawah, selain itu buruknya postur dan penggunaan otot punggung bawah yang berlebihan menambah parah pada kasus ini. Bila nyeri ini dibiarkan berlangsung lama otot-otot pungung akan menegang sehingga suplai darah ke otot tersebut berkurang dan kelemahan otot punggungpun terjadi. Maka ketika seseorang merasakan nyeri pungung bawah saat menekuk punggungnya (back flexion) untuk mengambil sesuatu benda berarti bukan karena gerakan tersebut yang menimbulkan nyeri tetapi karena ketegangan otot yang berlangsung lama.
Jika anda mengalami tekanan langsung pada otot, terutama sekali pada otot yang dekat dengan tulang maka anda harus waspada kalau itu sebuah contusion (luka memar). Gejalanya adalah nyeri hebat yang tiba-tiba pada punggung, timbul pembengkakan pada area yang mengalami ruptur, nyeri pada semua gerakan (fleksi,ekstensi dan side fleksi)
Kerobekan otot atau muscle tear dikelompokkan menjadi beberapa grade (1,2,3) tergantung seberapa parahnya kerobekan otot.

Grade 1 :
1. Ketegangan otot punggung/ tightness
2. Aktivitas berjalan mampu dilakukan
3. Pembengkakan tidak begitu terlihat

Apa Yang bisa Atlet Lakukan ?
a. Mencari fisioterapi atau dokter yang berkompeten
b. Tetap melakuka aktivitas olahraga yang ringan dan berhentilah berolahraga bila nyeri timbul. Peran Fisioterapi :
a. Mengapikasikan sport massage untuk mempercepat proses recovery
b. Menggunakan teknik manipulasi
c. Memanfaatkan ultrasound dan electrical stimulasi (TENS)
d. Mendesign latihan rehabilitasi

Grade 2:
1. Pola jalan agak terganggu
2. Adanya nyeri tusuk yang tiba-tiba.
3. Adanya peradangan.
4. Aktivitas mulai terganggu karena nyeri yang timbul

Apa Yang Bisa Atlet Lakukan?
a. Istirahat
b. Mencari dokter atau fisioterapi untuk berkonsultasi tentang aktivitas apa saja yang diperbolehkan dan yang dilarang.

Peran Fisioterapi:
1. Mengaplikasikan teknik Sport massage untuk meningkatkan proses recovery
2. Penggunaan ultrasound dan elektrical stimulasi (TENS)

Grade 3:
a. Tidak mampu untuk berjalan dengan benar
b. Adanya nyeri yang menjalar
c. Timbul peradangan dan harus segera diatasi
d. Nyeri hebat saat melakukan kontraksi statik

Apa Yang Bisa Atlet Lakukan:
1. Mencari pengobatan segera
2. Protection,Rest, Ice, Comprese and Elevate (PRICE)
3. Memakai kruk /crutches
4. Mengikuti program rehabilitasi di departemen fisioterapi.
Peran Fisioterapi :
a. Mengaplikasikan sport massage
b. Penggunaan terapi manipulasi
c. Memanfaatkan ultrasound dan elektrikal stimulasi
d. Mendesign program rehabilitasi

CEDERA PADA PEMAIN GOLF

GOLFER ELBOW
Dari Jowir (fisioterapis anda)


Apa Golfer Elbow Itu.Golfer elbow atau medial epicondylitis jarang terjadi dibandingkan dengan tennis elbow ( 10: 1). Keluhan yang dirasakan mirip dengan tennis elbow hanya saja letaknya di epicondylus medialis. Pemeriksaan fungsi menunjukkan adanya rasa sakit pada fleksi pergelangan tangan yang ditahan serta pada saat pronasi yang ditahan.


Tanda dan Gejala Golfer Elbow :a. Nyeri pada tulang yang letaknya agak didalam pada sendi siku.
b. Kelemahan pada otot-otot pergelangan tangan.
c. Nyeri pada siku bagian dalam ketika menggenggam sesuatu yang keras
d. Nyeri pada saat dilakukan fleksi dengan diberikan tahanan
e. Nyeri saat pronasi dengan

Apa Yang Bisa Atlet Lakukan?1. Mengaplikasikan es atau cold pack pada tempat nyeri selama 15-20 menit selama 2 hari
2. Mengistirahatkan sendi siku untuk proses recovery
3. Setelah 2 hari aplikasika modalitas pemanasan seperti hot pack misalnya
4. Menggunakan brace untuk membantu stabilitas sendi.
5. Berkonsultasi pada dokter atau fisioterapi untuk tindakan perawatan


Peran Dokter dan Fisioterapi :
a. Mengaplikasikan ultrasound atau laser
b. Memberikan obat anti peradangan
c. Penggunaan manual terapi dengan massage
d. Penggunaan steroid jika diperlukan
e. Istirahat adah komponen terpenting untuk recovery pada cidera ini. Proses recovery yang cepat bisa berlangsung selama 2 minggu tapi anda akan merasakan dampak nyeri tersebut yang agak relatif lama. Jika nyeri yang timbul intensitasnya rendah atau berkurang anda bisa melakukan program rehabilitasi dan penguatan otot-otot sendi siku dan mengikuti aturan main yang benar untuk menghindari cedera untuk yang kedua kalinya.
f. Ketika bermain pergunakan teknik yang benar
g. Anjuran untuk memakaian brace jika otot lemah dan nyeri.

CEDERA PADA OLAHRAGA TENNIS

TENNIS ELBOW/LATERAL EPYCONDYLITIS
Dari Jowir (fisioterapi anda)


Tennis elbow atau lateral epicondylitis adalah cidera paling umum yang terjadi pada pemain tenis, nama tenis sendiri diindikasikan memang dari nama cabang olahraga tersebut. Walaupun 
demikian orang-orang yang tidak mengetahui dan tidak pernah tenispun juga tak luput terkena cidera ini tetapi jumlahnya tidak seberapa dibandingkan dengan orang yang mempunyai hoby bermain tenis. Tennis elbow umumnya terjadi pada tendon dari otot exstensor carpi radialis brevis, yang letaknya dipinggir kira-kira 2cm dibawah sendi siku atau di epicondylus lateralis tulang humerus. Pada cidera ini jarang dijumpai adanya peradangan sendi tetapi nyeri yang hebat disebakan adanya peningkatan dari reseptor nyeri sehingga daerah siku terasa perih atau nyeri.


Tanda dan Gejala :
a. Adanya nyeri kira-kira 1-2 cm didaerah pingir dari sendi siku tepatnya di area epicondylus lateralis humeri.
b. Terjadi kelemahan pada otot-otot pergelangan tangan sehingga terjadi penurunan aktifitas fungsional seperti ketidakmampuan membuka pintu yang bergagang sampai ketikmampuan melakukan aktivitas mengocok suatu benda.
c. Nyeri terjadi disendi siku bagian luar ketika tangan ekatensi dan sendi pergelangan tangan melawan tahanan.
d. Nyeri terjadi ketika adanya tekanan (palpating) dibawah epicondylus lateralis humeri
Penyebab :Tennis elbow sering disebabkan oleh penggunaan sendi yang melampaui batas (overuse) atau juga karena cidera otot yang berulang-ulang. Aktivitas yang sering memicu timbulnya tennis elbow adalah tennis, badmintons atau squash atau aktivitas yang berlebihan seperti mengetik komputer dan memasang skrup.


Teknik backhand yang buruk pada cabang olahraga yang menggunakan raket merupakan penyebab timbulnya cidera ini. Kejadian ini sering terlihat pada saat pemain terlambat melakukan backhand, hal ini berarti dia tidak memposisikan tubuhnya tepat dibelakang bola, pemain itu memukul bola dengan lemah atau menekuk pergelangan tangannya sehingga pergelangan tangannya dipaksa untuk melakukan teknik tersebut. Padahal untuk teknik backhand yang benar kekuatan untuk memukul terjadi pada tangan secara keseluruhan. Karena paksaan tersebut maka terjadi cidera pada otot dan tendon disendi siku. Masalah yang lain yang dijumpai pada olahraga beraket ini adalah pegangan raket yang terlalu kecil. Pegangan raket yang terlalu kecil berarti otot-otot disendi siku dipaksa bekerja keras sehingga terjadi perubahan struktural ditendon. Mayoritas yang terkena cidera ini berusia 40-50 tahun,tapi tidak menutup kemungkinan seorang atlet tenis yang usia dibawah 40 tahun juga terkena cidera ini
Management dan treatment to tennis elbow.
Tidak ada satupun metode tunggal untuk menyelesaikan permasalahan ini, tetapi kombinasi dari beberapa metode mampu menyelesaikan kasus ini. Diantara metode itu adalah :
1). Mengaplikasikan es atau cold pack atau cold terapi pada siku (selama 10-20 menit 6x/hari) untuk mengurangi inflamasi dan nyeri yang terjadi.
2). Istirahat, mengistirahatkan sendi sangat penting untuk recovery cedera ini
3). Memakai brace atau support untuk melindungi tendon agar bisa recovery dan tetap terjaga kekuatannya. Brace tidak diletakkan pada tempat dimana nyeri timbu; tetapi diletakkan kira-kira 10 cm dibawah nyeri tersebut.
4). Mengikuti program rehabilitsi di departemen fisioterapi. Seperti penggunaan ultrasound atau laser untuk mengurangi nyeri dan peradangan selain itu uga meningkatkan proses recoveri. Pemilihan massage terapi, myofacial release atau teknik fricton juga tepat untuk cedera tendon ini.
5). Berkonsultasi kepada pelatih tenis profesional untuk mendapatkan teknik yanag tepat ketika bermain tennis terutama untuk teknik backhand

Monday, March 23, 2009

KRAMP SAAT BERSEPAK BOLA

KRAMP PADA OTOT BETIS (Gastrocnemius atau Soleus)Dari Jowir (fisioterapi anda)
Apakah Kramp Pada Kaki Itu???
Kaki kramp adalah kondisi nyeri pada otot kaki yang terjadi tiba-tiba atau tanpa disadari (involuntarily) saat kaki bergerak/berkontraksi. Kramp pada kaki biasanya terjadi pada
kondisi dimana kaki dipaksa untuk melakukan latihan yang berat tanpa melakukan pemanasan (warming-up exercise) sebelumnya. Kondisi yang sering memunculkan timbulnya kramp pada kaki ini adalah olahraga yang melibatkan komponen lari didalamnya, misalkan saja sepak bola. Otot kaki yang sering terkena kramp adalah otot betis, termasuk didalamnya adalah otot gastrocnemius dan otot soleus.
Penyebab :
Meskipun penyebab kramp belum diketahui secara jelas tapi ada beberapa rujukan kenapa kramp bisa terjadi. Diantaranya adalah :
a. Dehidrasi ( tubuh kekurangan cairan, khususnya pada kondisi panas).
b. Rendahnya asupan potasium atau sodium (garam).
c. Rendahnya tingkatan karbohidrat tubuh.
d. Terjadinya ketegangan otot.
Pada kondisi tertentu kramp dapat menyebabkan kerusakan pada otot. Terkadang terjadi kerobekan otot selama penegangan otot yang kuat saat otot berkontraksi. Kalau hal ini terjadi maka kedepannya nyeri akan terasa sampai batasan waktu tertentu. Dan anda akan membutuhkan program rehabilitasi yang lengkap. Sport massage disarankan untuk mengembalikan otot pada kondisi aslinya atau saat sebelum terjadinya cidera. Atau di program fisioterapi anda akan mendapatkan perlakuan terapi yang sama dengan strain muscle.


Apa Yang Dapat Atlet Lakukan...??
1. Jika anda mengalami nyeri kramp saat bertanding maka lakukanlah penguluran. Tahan penguluran tersebut sampai waktu yang diperlukan


2. Gentle massage akan membantu mengurangi gejala kramp karena adanya peningkatan vaskularisasi darah.
3. Konsultasikan pada dokter atau fisioterapi karena mereka lebih paham dengan kondisi seperti ini.


Peran Fisioterapia. Gunakan tehnik sport massage untuk membantu meningkatkan vaskularisasi darah.
b. Berikanlah stretching atau penguluran pada otot tersebut. Dan berikanlah saran untuk melakukan penguluran dan penguatan untuk mencegah agar kramp tidak terulang lagi kedepannya.
c. Kalau terjadi cidera pada ototnya maka aplikasikanla es atau cold pack selama 5-10 menit untuk mencegah pembengkakan.

CIDERA PADA SEPAK BOLA

FOOTBALLERS' ANKLE
Dari Jowir (Fisioterapi Anda)


Footballers' ankle terjadi ketika anda mendapatkan adanya tonjolan tulang yang terletak pada bagian depan ankle dimana tempat tersebut merupakan tempat
melekatnya kapsul sendi. Tonjolan tulang ini adalah akibat dari cidera dimana ankle selalu terulur berlebihan (over stretched) atau tertekuk berlebihan (over bent). Endapan pada tonjolan tulang tersebut dapat menyebabkan peradangan (inflammation) pada kapsul sendi dan tendon. Untuk itu bagi pemain sepak bola yang merasa nyeri pada daerah depan sendi pergelangan kakinya, disarankan untuk melakukan x-ray untuk memastikan diagnosis yang ada.


Gejala Pada Footballer's Ankle

a. Adanya nyeri tekan pada bagian depan sendi ankle.
b. Timbul nyeri bila menekuk pergelangan kaki kebawah atau keatas (dorsi/plantar fleksi).
c. Pusat nyeri terjadi pada bagian depan sendi ankle ketika menendang bola.
d. Adanya tonjolan tulang pada bagian depan sendi ankle

Apa Yang Bisa Dilakukan Atlet?

1. Jika tulang terlau besar tumbuhnya, tidak ada jalan lain selain melakukan operasi untuk mengankat tulang tersebut.
2. Meminta saran pada dokter atau fisioterapi.
3. Jika tonjolan tulang kecil atau nyeri yang ditimbulkannyapun ringan maka anda bisa mengunjungi klinik atau departemen fisioterapi untuk melakukan program rehabilitasi seperti mobilisasi sendi, penguluran atau latihan penguatan otot.
4. Menggunakan ankle support.


Peran Fisioterapi

a. Mengajarkan latihan-latihan aktif atau mobilisasi sendi, mendesign latihan penguluran pada otot- otot sendi ankle dan memberikan latihan penguatan
b. Memberikan modalitas ultrasound.
c. Pengaplikasian sport massage.
d. Memberikan modalitas TENS untuk mengurangi nyeri.
e. Menyarankan X-ray untuk menegakkan diagnosis
f. Home instruksi dan edukasi

Tuesday, March 17, 2009

LINGKUP GERAK SENDI TULANG BELAKANG

Fleksibilitas Lumbar Spine
Dari : Jowir

Fisioterapis anda


Lingkup Gerak Sendi ( LGS )
Pada tulang belakang antara tulang satu dengan tulang yang lainnya dipisahkan oleh discus intervertebralis dimana pada diskus ini tersusun oleh annulus fibrosus dan nukleus pulposus. Luas gerak sendi punggung sebagian ditentukan oleh gaya distorsi dari tahanan diskus dan sebagian oleh sudut dan ukuran dari permukaaan articular diantara prosesus. LGS punggung terbesar terjadi manakala kondisi diskus paling tebal dan permukaan sendi paling luas. Kondisi seperti diatas terjadi pada daerah lumbal bawah tepatnya diarea L-4, L-5 dan S-1 dengan demikian gerakan lebih luas terjadi pada L-5 dan S-1 daripada L-1 dan L-2. Mengingat luasnya gerakan yang dihasilkan oleh L-5 dan S-1 maka kemungkinan sendi tersebut cidera atau herniasi atau ostheoarthritis lebih besar daripada sendi lainnya.
Gerakan yang terjadi pada lumbar spine adalah fleksi, ekstensi, lateral fleksi dan rotasi.
Karena tidak ada tulang rusuk yang menahan gerakan pada daerah lumbal maka gerakan fleksi dan ekstensi dari regio ini lebih memungkinkan daripada gerakan fleksi-ekstensi pada punggung atas. Untuk alasan yang sama kemungkinan bergerak rotasipun relatif lebih besar juga.

Fleksi
Gerakan fleksi pada daerah lumbal terjadi relaksasi ligament longitudinal anterior dan penguluran ligament supraspinal, ligament interspinal, ligament flavum ligament longitudinal posterior. Gerakan fleksi dibatasi oleh ukuran dari tulang punggung kita.
Untuk mengetahui luas gerak yang terjadi pada sendi ini, suruhlah pasien agar menekuk punggungnya kedepan dengan catatan lutut harus lurus dan berusaha untuk menyentuh ujung jari kakinya. Jika pasien tidak dapat melakukannya ukurlah berapa jarak antara ujung jari tangannya dengan lantai. Gerakan fleksi pada punggung bawah tidak akan menyebabkan kyposis seperti yang terjadi pada regio leher. Pasien yang mempunyai spasme pada otot paraspinal akan menolak untuk melakukan gerakan ini.

Ekstensi
Ekstensi pada regio lumbal mengakibatkan penguluran pada ligament longitudinal anterior dan relaksasi pada ligament posterior. Otot pungung bagian belakang bertanggung jawab pada gerakan ini dan peningkatan lordosis lumbal ditahan oleh otot rectus abdominalis.
Untuk mengetes gerakan ekstensi ini dengan cara berdiri disamping pasien dan letakan tangan anda padaspina iliaca superior posterior dan jari-jari anda searah dengan garis midline tubuh pasien dan suruhlah pasien bergerak menegakkan punggungnya sejauh yang dia bisa dan berikanlah sedikit bantuan secara gentle dengan cara menambah lingkup gerakan sendi tersebut dengan tekanan.
Ukurlah gerakan tersebut dan catatlah. Spondilolistesis dapat meningkatkan nyeri selama gerakan ekstensi ini.

Lateral Fleksi
Lateral fleksi pada regio lumbal bukanlah gerakan yang murni, karena ada banyak komponen yang mendukung gerakan ini terutama komponen yang memunculkan gerakan rotasi.


Untuk mengetes gerakan ini stabilisasikan crest iliaca pasien dan suruhlah pasien menekuk pungungnya kekanan dan kekiri sejauh yang dia bisa. Catatlah seberapa besar jauhnya gerakan yang terjadi dan bandingkan dengan gerakan satunya.

Rotasi
Untuk mengetes rotasi ini berdirilah disamping pasien dan stabilisasikan pelvisnya dengan cara meletakkan satu tangan di crest iliaca dan tangan satunya berada di bahu opositenya. Lakukanlah gerakan memutar pada trunknya dan lakukan prosedur yang sama pada sisi lawannya.




NYERI PADA IBU JARI


DE QUERVAIN'S SYNDROME
oleh : Jowir
Fisioterapis anda
Gambaran Umum :
de Quervain syndrome (juga dikenal sebagai washerwoman's sprain, Radial styloid tenosynovitis, de Quervain disease, de Quervain's tenosynovitis, de Quervain's stenosing tenosynovitis or mother's wrist), adalah sebuah peradangan dari tendon-tendon otot exstensor policis brevis serta otot abductor policis longus yang keduanya bersama – sama masuk dalam satu selubung tendon.
Patologi :
Otot exstensor pollicis brevis dan abductor pollicis longus merupakan dua otot yang bekerja secara berdampingan dan hampir mempunyai fungsi yang relatif sama yaitu menggerakkan ibujari menjauh dari tangan atau disebut sebagai radial abduction. de Quervain syndrome pada umumnya dikenal sebagai kondisi peradangan atau tedosynovitis, tetapi evaluasi histologi khusus menunjukkan tidak adanya peradangan yang terlihat dan yang lebih nampak adalah adanya proses degenerasi myxoid yang konsisten dengan proses degenerasi yang kronik. dan patologi kasus ini sering teridentifikasi pada seorang wanita yang baru saja menjadi ibu. de Quervain syndrome umumnya terjadi pada wanita, karena rata-rata wanita mempunyai prosesus styloideum yang lebih besar daripaa laki-laki
Penyebab :
Penyebab dari de Quervain syndrome adalah idiopatik atau tidak diketahui tetapi penggunaan sendi yang berlebihan atau overuse (terutama pada ibu jari) sering memunculkan kasus ini.

Gejala :
Gejala yang sering muncul adalah nyeri, tenderness, bengkak pada ibujari dan kesulitan dalam aktivitas menggenggam.
Diagnosis untuk menegakkkan apakah ini adalah de Quervain syndrome adalah dengan menggunakan finkelstein's test. Tes ini dilakukan dengan cara pasien mengepalkan tangannya dimana ibujari diliputi oleh jari-jari lainnyas elanjutnya dilakukan deviasi ulner plus ekstension. Hasilnya positif jika pasien merasakan nyeri hebat sehingga menolak untuk melanjutkan gerakan tersebut.
Fisioterapi
Peran fisioterapi dalam kasus ini adalah memberikan splint atau pembidaian, tujuan adalah mengistirahatkan sendi dan mengurangi gerakan yang memunculkan nyeri terutama ketika melakukan aktivitas yang melibatkan tangan terutama ibu jari.. Pengaplikasian paraffin-bath atau hot pack membantu mengurangi nyeri yang terjadi, karena dengan efek termal yang terjadi membantu meningkatkan proses vaskularisasi darah pada sendi. Kombinasi dengan ultrasound terkadang memberikan efek yang bermakna bagi pasien ( baca artikel tentang ultrasound di modalitas fisioterapi).

Monday, March 16, 2009

PERMASALAHAN PADA ANKLE

SPRAIN ANKLE
Oleh Jowir
Fisioterapis anda


Gambaran Umum :
Sprain ankle juga dikenal sebagai cidera ankle atau cidera ligament ankle, pada umumnya sprain ankle ini terjdi karena robeknya sebagian dari ligament( torn partial ligament) atau keseluruhan dari ligament (torn ligament) dan hampir 85% kasus sprain ankle ini mengenai ligament talofibular anterior.

Penyebab :
Gerakan yang sering memicu sprain ankle adalah gerakan inversi dan plantar fleksi yang tiba-tiba saat kaki tidak menumpu sempurna pada lantai.
Kategori :
Sprain ankle terbagi menjadi beberapa derajat sprain sesuai tingkat kerusakan dan pengaruh ligamentnya. Derajat I sprain ankle umumnya terjadi penguluran pada ligamentum talofibular anterior sehingga pasien mengalami nyeri yang ringan dan sedikit bengkak. Sedangkan derajat II dan III sprain ankle, kerobekan parsial dan komplet telah terjadi pada ligamentum lateral compleks ankle (ligamentum talofibular anterior, ligamentum calcaneofibular, ligamentum calcaneocuboideum, ligamentum talocalcaneus dan ligamentum talofibular posterior). Pada derajat II dan III, pasien mengalami nyeri hebat (aktualitas tinggi), bengkak dan penurunan fungsi ankle (gangguan berjalan), sehingga umumnya pasien langsung berobat ke dokter atau fisioterapi untuk mendapatkan terapi.


Penanganan :
Untuk tahap akut selalu menggunakan protokol protection, rest, ice, compresion and elevation atau lebih populer dengan (PRICE), yang kemudian diikuti dengan program exercise untuk memperkuat stabilitas sendi ankle. Penggunaan ankle brace atau ankle support sangat membantu untuk perawatan dan pencegahan sprain ankle. Terkadang karena jalan yang abnormal menyebabkan kerusakan pada jaringan lunak yang lebih parah. Untuk itu pada kasus yang akut berikanlah ankle brace dan kruk (crutches).

Pemberian ice pada kasus sprain ankle akut selama 10-15 menit membantu mengurangi nyeri dan pembengkakan. Tetapi perlu diingat juga pemberian ice yang terlalu lama juga dapat menimbulkan cidera karena efek dingin yang terjadi. Penggunaan bandage yang tepat diperlukan untuk mensupport ligament agar lebih stabil dan menekan ligament yang cidera sehingga menguramgi nyeri dan menstabilkannya. Dalam pemberian bandage ini yang perlu diingat adalah jangan terlalu kencang dan pergunakan metode yang tepat karena pengaplikasian bandage yang terlalu kencang dapat menghambat proses vaskularisasi darah.
Pada kronik sprain ankle, akan terjadi kerusakan struktur jaringan. Seperti pada ligamentum akan terjadi kerobekan, yang dapat merangsang serabut saraf afferen bermyelin tipis (serabut saraf A delta dan tipe C). Impuls tersebut dibawa ke ganglia akar saraf dorsalis dan merangsang produksi “P” substance yang memicu terjadinya reaksi radang. Kemudian impuls tersebut dibawa ke cornu dorsalis medula spinalis dan dikirim ke level SSP yang lebih tinggi melalui traktus spinothalamicus. Pada level SSP yang lebih tinggi (cortex sensorik, hipothalamus & limbik system) impuls tersebut mengalami proses interaksi yang kemungkinan menghasilkan suatu perasaan subyektif yang dikenal dengan persepsi nyeri. Otot juga ikut terulur lalu akan menjadi spasme, timbul abnormal crosslink yang dapat mengganggu system metabolisme dan menimbulkan nyeri. Pada pembuluh darah akan terjadi haemorhage dan dilatasi yang dapat meningkatkan perlepasan zat-zat iritan yang akan meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga akan menimbulkan nyeri. Sedangkan pada ujung-ujung saraf pada jaringan yang mengalami kerusakan akan mengeluarkan zat-zat iritan berupa prostaglandin, bradikinin dan histamine yang akan merangsang saraf afferent A delta dan C yang dapat meningkatkan sensitivitas nocisensorik sehingga timbul nyeri.

Peran Fisioterapi :
Pemilihan Ultrasound sebagai modalitas utama pada kondisi kronik sprain ankle disarankan, karena efek mekanik dan terapeutik yang dihasilkan oleh Ultrasound berguna untuk proses recovery. Ultrasound merupakan modalitas fisioterapi yang menghasilkan gelombang suara dengan frekeunsi antara 1 – 3 MHz. Ultrasound dapat menghasilkan efek mekanik, termal dan microtissue damage. Pada kondisi klinis pengaplikasian ultrasound dengan intensity 3Mhz dan intensity 1,5 w/cm kwadrat memberikan efek yang bermanfaat untuk perbaikan jaringan lunak.
Bagaimanapun juga exercise atau latihan adalah yang terbaik untuk kasus cidera ligament kronik. Latihan aktive dan active range of motion yang berupa dorsi-fleksi, plantar fleksi, inversi ataupun eversi stabilisasi akan menjaga fleksibilitas dan lingkup gerak sendi. latihan stabilitas juga perlu untuk penguatan otot-otot ankle sehingga dapat membantu serta memperbaiki problem yang muncul akibat instabilitas atau nyeri yang diakibatkan oleh kelemahan otot ankle. Akibat dari latihan stabilisasi, maka otot-otot stabilisator aktif pada ankle dapat memperbaiki kekuatan, ukuran serta mencegah peradangan. Pengaruh dari latihan stabilisasi juga akan meningkatkan peredaran darah pada persendian dan nutrisi tulang disamping karena memperbaiki kekuatan dan fungsi resiko terluka atau cidera kronik pada persendian. Latihan stabilisasi juga memperbaiki system peredaran darah oleh adanya pumping sehingga mengatasi terjadinya pembengkakan yang dapat mengganggu gerak dan fungsi sendi dan mampu mengurangi nyeri pada level sensorik.

Sunday, March 15, 2009

PEMERIKSAAN POLA JALAN

EXAMINATION OF GAIT
Jowir (fisioterapi anda)

Ekstremitas bawah adalah bagian yang terpenting untuk menopang berat badan dan ambulasi dalam keseharian, untuk itu ekstremitas bawah yang normal sangat menunujang dalam efisiensi penyelenggaraan aktifitas fungsional sehari-hari. Tetapi terkadang karena proses yang abnormal terjadi pada ekstremitas bawah mengakibatkan pola jalan yang tidak benar, untuk itu diperlukan parameter pembanding yang tepat antara pola jalan yang benar dan pola jalan yang salah sehingga kita bisa menyimpulkan pada bagian mana pola jalan itu yang keliru sehingga treatment kita tepat sasaran.
Ada dua siklus pola jalan yang normal yaitu stance phase, terjadi ketika kaki berada dipermukaan tanah dan swing phase terjadi ketika kaki bergerak maju. Enam puluh persen (60%) siklus pola jalan yang normal terjadi pada stance phase sedangkan 40%nya adalah untuk swing phase. Dan setiap phase tersebut terbagi dalam beberapa komponen kecil, yaitu stance phase ( heel strike, foot flat, midstance and push-off/toe-off) sedangkan swing phase (acceleration, midswing and deceleration)
Pola jalan yang salah akan sangat terlihat pada proses stance phase karena pada proses ini bertanggung jawab dalam menunjang berat badan dan berhubungan dengan porsi yang lebih besar dibandingkan dengan swing phase sehingga tekanannyapun lebih besar dibandingkan phase yang lain.
Pemeriksaaan pola jalan dimulai segera ketika pasien masuk keruang pemeriksaan. Catatlah setiap perubahan yang terlihat ketika berjalan dan kejanggalan apa yang terjadi pada ekstremitas dan cobalah untuk menetapkan kejanggalan itu terjadi pada fase apa dan pada komponen apa?. Karena setiap komponen mempunyai ciri khas fisik tersendiri, untuk itu cobalah menentukan komponen mana yang paling terpengaruh dalam proses pola jalan tersebut. Dan proses memutuskan komponen mana yang terpengaruh ini sangat penting untuk mencari penyebab yang terjadi. Menurut inman ada beberapa hal yang harus diukur dalam pola jalan diantaranya adalah :
1. Lebar jangkauan kaki seharusnya tidak lebih dari dua atau empat inchi dari tumit ketumit. Jika anda melihat pasien berjalan dengan melebihi jangkauan diatas maka anda harus curiga adanya kejanggalan tersebut. Pasien dengan lebar jangkauan yang lebih besar dari 2-4 inchi biasanya terjadi jika mereka pusing atau gangguan otak (cerebellar problem) atau penurunan sensasi pada alas kakinya
2. Pusat gavitasi tubuh ( body’s center of gravity) berada dua inchi dari depan tulang sacrum yang kedua (S-2). Pada pola jalan yang normal oscillasi vertikal tidak lebih dari 2 inchi. Pengontrolan arah oscillasi vertical menjaga pola jalan yang halus (smooth pattern) atau normal.
3. Lutut seharusnya fleksi pada semua stance phase kecuali pada heel strike untuk menjaga pergeseran vertical dari pusat gravitasi agar tidak berlebihan. Sebagai contoh pada fase toe - off ketika ankle plantar fleksi 20 derajad menyebabkan terjadinya peningkatan pusat gravitasi tubuh dan untuk menjaga agar tubuh tetap seimbang maka lutut harus fleksi kira-kira 40 derajad.
4. Pelvis dan trunk bergerak kelateral kira-kira 1inchi ke sisi berat tubuh saat berjalan ke pusat graitasi yang keseluruhannya berada pada hip. Jika pasien mempunyai kelemahan pada gluteus medius maka dia kurang mampu mempertahankan pergerakan kelateral ini.
5. Rata-rata panjang langkah seseorang adalah 15 inchi. Karena adanya nyeri, usia yang bertambah atau patologi pada ekstremitas bawah menyebabkan penurunan langkah saat berjalan.
6. Rata-rata orang dewasa berjalan dalam setiap menitnya adalah 90-120 langkah. Dan rata-rata energy yang dikeluarkan adalah 100 calories per mile-nya.
7. Selama swing phase pelvis berotasi 40 derajad.